How The Figure Of The Prophet Isa As ?

Salah satu nabi yang paling kontroversial atau menjadi perdebatan antara umat Islam dan Kristiani adalah nabi Isa As.  Karena di dalam Al Qur’an ( Firman Allah ) nabi Isa di sebut atau memilki kedudukan  hanya sebagai nabi / rasul Allah  saja, seperti halnya  nabi – nabi lain yaitu nabi Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Luth, Yakub,  Iskak, Yusuf, Sulaiman, Harun, yahya,  yunus,  Daud, Musa  dll. Tetapi dalam ajaran Kristen nabi Isa memiliki kedudukan sebagai Tuhan / anak Tuhan. Penciptaan nabi Isa tak ubahnya seperti penciptaan nabi Adam. Bedanya kalau nabi Adam diciptakan tanpa ayah ibu , sementara nabi Isa diciptakan tanpa ayah.

Jika yang dimaksud oleh ke dua agama tadi ( Islam dan Kristen )  bahwa figure nabi Isa adalah sosok yang berbeda  ( berarti 2 figure ). Jelas tidak, karena baik menurut Kristen atau Islam , nabi Isa mempunyai ibu yang bernama Maryam / Maria, sama – sama tidak memiliki ayah ( dilahirkan tanpa seorang ayah dalam proses kehamilannya ). Jadi jelas disini bahwa itu mengarah ke satu figure tetapi mempunyai kedudukan yang berbeda .  Seperti yang saya sebut tadi bahwa di Al Qur’an , Isa di posisikan hanya sebagai pesuruh Allah sementara bagi umat Kristiani di posisikan sebagai Tuhan / anak Tuhan.

Jika di media sosial atau dalam kehidupan sehari – hari sosok nabi Isa diperdebatkan khususnya antara 2 agama tadi tentu bukan hal yang mengherankan karena masing – masing memiliki kepentingan ,  masing – masing tentu ingin mempertahankan kebenarannya.

Seandainya sosok nabi Isa tidak di sebut dalam Al Qur’an , sudah tentu umat Islam pun tidak akan peduli / tidak  ikut campur tangan seperti halnya  kepada agama lain ( Tuhan lain ). Jadi jika selama ini sering terjadi perdebatan tentang figure nabi Isa , semata – mata karena ingin mempertahankan kebenaran informasi yang termuat dalam Al Qur’an sebagai Firman Allah yang mutlak kebenarannya bagi umat Islam.

Namun disini saya sedang tidak membahas siapa yang benar atau siapa yang salah karena sudah sangat jelas bagaimana  ke dua agama  tersebut  memposisikan figure nabi Isa. Oleh karena itu jelas  tidak ada yang mau mengalah , masing – masing pihak akan mempertahankan pendapatnya,  biarlah Tuhan yang Maha Esa nanti yang akan menghakimi , he..he...

Kalau bagi  saya pribadi terkait dengan nabi Isa bisa dibaca pada postingan saya yang lain yaitu God became Man, is it possible ? dan God ( Allah SWT ) created Man with 4 ways .

Saya hanya ingin menyampaikan sosok / figure nabi Isa menurut hadis Rasulullah Muhammad Saw yang mana beliau telah bertemu dengan nabi Isa saat Isra Mi’raj. Dari beberapa hadis Rasullah Saw ,  dapat digambarkan / disifatkan sosok nabi Isa  adalah sebagai berikut :

1.     Berambut ikal , rambutnya terbelah dua ( dalam kesempatan lain tampak lurus tergerai seperti habis dari pemandian )  dan memiliki mata yang tajam
2.     Berkulit  putih kemerah – merahan dan berwajah tampan
3.     Memilki bentuk tubuh yang bagus
4.     Memilki ukuran tinggi yang sedang dengan dada yang membusung.
5.     Mempunyai kemiripan dengan sahabat Rasulullah yaitu Urwah bin Mas’ud.

Demikian sedikit gambaran nabi Isa , paling tidak kita sedikit tahu bagaimana sosok  salah satu Rasul Allah yang lahir di bait lahm ( Betlehem ) ini.


About events of Isra Mi'raj and Sidratul Muntaha ( part 2 )

Kemudian kami mendatangi Langit Kedua. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya lagi: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Ditanya lagi: "Sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?", dia menjawab: "Ya". Dikatakanlah: "Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba". Ketika menjumpai Isa dan Yahya, keduanya berkata: "Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!". ( langit ke dua : Nabi Yahya  dan Nabi Isa ).
Lalu kami mendatangi Langit Ketiga. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya lagi: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Ditanya lagi: "Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?", dia menjawab: "Ya". Dikatakanlah: "Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba". Saat menjumpai Yusuf, aku memberinya salam. Dia berkata: "Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!". ( langit ke tiga :  Nabi Yusuf )
Lantas kami mendatangi Langit Keempat. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Ditanya lagi: "Dan telah waktunya ia diutus kepada-Nya?", dia menjawab: "Ya". Dikatakanlah: "Selamat datang untuknya dan sebaik-baik pendatang telah tiba". Tatkala menjumpai Idris, aku memberinya salam. Diapun berkata: "Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!". ( langit ke empat : Nabi Idris ).
Kemudian kami mendatangi Langit Kelima. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Ditanya lagi: "Dan sudah waktunya ia diutus
kepada-Nya?", dia menjawab: "Ya". Dikatakanlah: "Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba". Saat kami menjumpai Harun, aku memberinya salam. Diapun menjawab: "Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!". ( langit ke lima :Nabi Harun )
Lantas kami mendatangi Langit Keenam. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Dikatakan: "Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya? Selamat datang untuknya dan sebaik-baik pendatang telah tiba." Ketika menjumpai Musa, aku memberinya salam. Diapun dia berkata: "Selamat datang untukmu, wahai saudara dan nabi!". Tatkala aku berlalu, dia menangis sehingga ditanya: "Apa yang menyebabkanmu menangis?". Dia menjawab: " yang menyebabkan aku menangis yaitu pemuda ini yang diutus sesudahku. Umatnya yang masuk surga lebih utama daripada umatku yang memasukinya." ( langit ke enam : Nabi Musa ). ( baca when the Prophet Muhammad Saw died - part 3 ).
Lalu kami mendatangi Langit Ketujuh. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Dikatakanlah: "Dan telah waktunya ia diutus kepada-Nya? Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba." Saat menjumpai Ibrahim, aku memberinya salam. Diapun berkata: "Selamat datang untukmu, wahai putra dan nabi!". ( langit ke tujuh : Nabi Ibrahim ).
Ketika sampai ke langit tujuh Rasulullah melihat bangunan masjid  ( Baitul makmur ) maka Beliaupun bertanya kepada malaikat Jibril.
Tatkala dinaikkan ke Baitul Makmur, aku menanyai Jibril. Maka ia menjawab: "Ini adalah Baitul Makmur. Setiap hari di dalamnya shalat tujuh puluh ribu (70.000) malaikat. Jika mereka telah keluar, mereka tidak akan pernah kembali lagi ke sana sampai yang terakhir dari mereka."
Peristiwa di Sidratul Muntaha
Dan aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha yang mana buahnya seperti bejana batu dan daunnya seperti telinga gajah. Pada akarnya terdapat empat sungai: dua sungai batin dan dua sungai lahir. Begitu kutanyai Jibril, ia menjawab: "Adapun dua yang batin (tidak tampak dari dunia) berada di surga, sedangkan dua yang lahir (tampak di dunia) adalah Nil dan Eufrat." Kemudian aku diwajibkan lima puluh shalat.( Hr.Al Bukhari).


 Ketika saya dimi'raj kan ke langit ke tujuh, saya diajak ke sidratul muntaha,… ketika pohon ini diliputi perintah Allah, dia berubah. Tidak ada seorangpun manusia yang mampu menggambarkannya, karena sangat indah. (HR. Abu Ya’la Al-Mushili 3450 dan dishahihkan Husain Salim Asad).

Dari beberapa hadis  Nabi Muhammad SAW menggambarkan bahwa daun Sidratul Muntaha menyerupai telinga gajah, dan mereka sangat besar: Satu dahan saja dari mereka akan menutupi seluruh dunia. Buahnya berbentuk seperti kendi air. Seluruh pohon yang ditelan oleh cahaya. Pohon ini dikelilingi dan dipeluk oleh banyak malaikat di atasnya. Malaikat Jibra'il juga memiliki tempatnya pada cabang-cabang pohon ini, dan itu adalah cabang yang terbuat dari zamrud hijau.
Kemudian malaikat Jibril membawa  Rasulullah Saw meneruskan perjalanannya ke  surga.
Dari Anas bin Malik, dari Nabi saw  telah bersabda “ Ketika aku jalan-jalan di Surga, aku mendekati sungai yang di kedua bantarannya terdapat kubah-kubah dari rangkaian mutiara. Aku bertanya: "Apa ini wahai Jibril?" Ia menjawab: "Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu." Maka ingatlah (ketahuilah) oleh kalian bahwa tanahnya atau debunya adalah kesturi yang harum semerbak".
Lantas sampailah mereka ke neraka .
Dari Anas bin Malik, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw bersabda : Ketika aku dimi'raj kan , aku melewati suatu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakari wajah-wajah dan dada-dada mereka. Aku bertanya: "Siapa mereka wahai Jibril?" .  Ia menjawab: " Mereka adalah orang-orang yang memakan daging  manusia  dan menumpuk – numpuk harta “.
Saat mereka turun,  kembali mereka bertemu nabi Musa ( di langit ke enam ). Dia bertanya “ Apa yang engkau bawa ? “. Kujawab “ Aku di wajibkan lima puluh shalat “. Dia berkata “ Aku lebih mengetahui manusia
dari padamu. Aku telah berurusan dengan Bani Israil dengan urusan yang sulit. Dan sesungguhnya umatmu tidak akan mampu. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, kemudian mintalah (keringanan) kepada-Nya."
Oleh karena itu aku kembali. Akupun meminta (keringanan) kepada-Nya sehingga Dia menjadikannya empat puluh.
Kemudian seperti tadi (ketika bertemu Musa), lalu menjadi tiga puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan dua puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan sepuluh. Ketika aku bertemu Musa, ia berkata seperti tadi. Dia pun menjadikannya lima.
Tatkala aku bertemu Musa, ia berkata: "Apa yang engkau bawa?". Begitu kujawab: "Dia jadikan lima", ia (masih) berkata seperti tadi. Maka aku katakan: "Aku berserah diri dengan baik", sehingga diserukanlah: "Sesungguhnya Aku (Allah) telah menetapkan kewajiban-Ku serta meringankan hamba-Ku, dan Aku akan memberi pahala kebajikan sepuluh kalinya." ( HR Al Bukhari ).

About Events of Isra Mi'raj and Sidratul Muntaha ( part1 )

 “ Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda – tanda  (kebesaran ) Kami. Sesungguhnya Dia adalah  Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui  “ ( QS. Al Isra  : 1 ).

Peristiwa Isra dan Mi’raj adalah peristiwa yang sangat penting bagi Nabi Muhammad Saw dan bagi umat Islam sendiri khususnya karena melalui peristiwa tersebut turun perintah shalat sebanyak 5 kali dalam sehari.

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kisah perjalanan yang berbeda. Isra adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Mi’raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh kemudian  dilanjutkan ke Sidratul Muntaha  ( akhir penggapaian ). Namun karena kejadiannya bersamaan dalam satu malam maka disebut Isra Mi’raj.

Boleh dikatakan jika peristiwa Isra dan Mi’raj merupakan peristiwa yang
sangat menggemparkan pada waktu itu ,  karena bisa dikatakan bahwa itu adalah hal yang mustahil sehingga memerlukan keimanan yang kuat / dalam untuk mempercayainya . Hal ini juga disadari oleh Rasulullah Saw.

Dari Ibnu Abbas , ia telah berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw “ Ketika malam aku di Isra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Mekkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasanya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati “.

Rasulullah berkata “ Sesungguhnya malam tadi aku di Isra’kan “. Mereka bertanya “ kemana ?” . Kujawab ( Ibnu Abbas ) “ Ke Bait Al Maqdis “. Mereka bertanya “ Kemudian subuh engkau di depan kami “. Beliau menjawab “ Ya “ Maka ada yang bersorak , ada pula yang meletakan tangannya diatas kepala heran atas kebohongan itu ( menurut mereka ).
Dan mereka bertanya “ Apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami ciri – ciri masjid itu ? “.

Maka Rasulullah mulai menyebutkan ciri –ciri masjid itu sampai terhenti karena lupa beberapa ciri lainnya. Rasulullah bersabda “ lantas didatangkanlah masjid itu sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat maka aku menyifatkannya dengan melihat hal itu “. Kemudian ada kaum yang berkata “ Adapun sifat tersebut, demi Allah ia benar “. ( HR. Ahmad ).


Ketika Suku Quraisy mendustakanku [ketika aku diisrakan ke Baitul Maqdis], aku berdiri di al-Hijr.  Kemudian Allah menampakkan Baitul Maqdis bagiku. Akupun menerangkan kepada mereka tentang ciri-cirinya sementara aku melihat (penampakan) itu. ( HR. Al – Bukhari ).

Berikut kisah Rasulullah Saw dalam perjalanan Isra nya :

Abu Hurairah telah berkata: Pada malam beliau diisra`kan, disodorkan kepada Rasulullah Saw  dua gelas minuman: khamr (minuman keras) dan susu. Beliaupun melihat keduanya, lalu mengambil susu. Jibril berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki engkau kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu." (HR .Al Bukhari ).
Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw : "..... Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama'ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu'ah. Dan ada pula 'Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah 'Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim 'alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): "Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!" Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam. ( HR Muslim  ).
Dari Abu al-'Aliyah: Telah mengisahi kami sepupu Nabi kalian, yaitu Ibnu 'Abbas radhiya`llahu 'anhuma, dari Nabi SAW, beliau telah bersabda: "Pada malam aku diisra'kan aku telah melihat Musa, seorang lelaki berkulit sawo matang, tinggi kekar, seakan-akan dia adalah lelaki Suku Syanu'ah. Dan aku telah melihat 'Isa, seorang lelaki bertinggi sedang, berambut lurus. Dan aku juga telah melihat Malaikat Penjaga Neraka dan Dajjal" termasuk ayat yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau. {maka janganlah kamu ragu tentang pertemuan dengannya (yaitu Musa) (as-Sajdah, 32: 23). ( HR al Bukhari ).
Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Ketika Nabi SAW diisra`kan, beliau melewati seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka ada banyak orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka beberapa orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka tidak ada seorangpun sampai beliau melewati kelompok yang besar.

Aku berkata: “Siapa Ini?” Dijawablah (oleh Jibril): “Musa dan kaumnya. Akan tetapi angkatlah kepalamu, kemudian lihatlah!” Kemudian ada kelompok besar yang memenuhi ufuk dari sebelah sana dan dari sebelah sana. Lalu dikatakan (oleh Jibril): “Mereka adalah umatmu dan yang lainnya adalah kelompok dari umatmu yang berjumlah tujuh puluh ribu (70.000) orang yang akan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal) ".

Kemudian beliau masuk (ke kamar beliau) dan mereka (para sahabat) tidak menanyai beliau dan beliau tidak menerangkan kepada mereka. Maka mereka berkata: "Kami adalah mereka itu tadi". Dan ada pula yang berkata: "Mereka adalah anak-anak kami yang lahir dalam fitrah dan Islam". Kemudian Nabi SAW keluar, lalu bersabda: "Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan besi panas, tidak meruqyah, dan tidak pula bertakhayul. Dan mereka
bertawakal kepada Tuhan mereka.”.

Lantas Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata: “Saya termasuk mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya.” Kemudian yang lain lagi berdiri lalu berkata pula: “Saya termasuk mereka?" Beliau menjawab: “Kamu telah didahului oleh Ukasyah (dalam bertanya demikian).” ( HR. At - Tirmidzi ).

Dari Ibnu Mas'ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra'kan. Iapun berkata : "Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar." ( HR. at - Tirmidzi ).
Dari Ibnu 'Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: "Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali tiap mereka berkata kepadaku: Wajib bagimu wahai Muhammad untuk berbekam." ( HR. Ibnu Majah ).
Lantas bagaimana kisah  Nabi Muhammad saw dalam  perjalanannya menuju ke Sidratul Muntaha ?
Akupun pergi bersama Jibril hingga kami mendatangi Langit Dunia. Ada yang bertanya: "Siapa ini?", dia menjawab: "Jibril". Ditanya lagi: "Siapa bersamamu?", dia menjawab: "Muhammad". Ditanya lagi: "Dan sudah waktunya ia diutus kepada-Nya?", dia menjawab: "Ya". 
". Dikatakanlah: "Selamat datang untuknya dan sungguh sebaik-baik pendatang telah tiba". Begitu menjumpai Adam, aku memberinya salam. Diapun berkata: "Selamat datang untukmu wahai anak dan nabi!". ( di langit ke satu : Nabi Adam ).

Ka'ba to the angels, Baitul Makmur !

Allah pernah menyebutkan dalam salah satu FirmanNya mengenai Baitul Ma’mur yaitu dalam QS. AT – Thur : 4 – 6 ) :

“Dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” 

Baitul Makmur juga pernah disebut oleh Rasulullah Saw ketika beliau sedang Isra Mi’raj.  Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Terdapat dalam Shahihain bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda ketika peristiwa Isra’ pada saat melewati langit ke tujuh, ‘kemudian aku diangkat menuju Baitul Makmur, padanya masuk  / datang setiap hari 70.000 malaikat yang tidak akan kembali lagi’. Yaitu mereka beribadah dan berthawaf sebagaimana penduduk bumi thawaf di ka’bah mereka. Demikian juga baitul makmur ia adalah ka’bah penduduk langit ketujuh. Oleh karena itu, didapati Nabi Ibrahim Al-Khalil alihisshalatu wassalam menyandarkan badannya pada baitul makmur karena ia telah membangun ka’bah di bumi”
"Kami mendatangi langit ketujuh. Lalu aku mendatangi Nabi Ibrahim, aku memberi salam kepadanya dan belia menyambut, "Selamat datang putraku, sang Nabi." Lalu aku melihat Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril.

"Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari, tempat ini dikunjungi 70.000 Malaikat untuk melakukan shalat di sana. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini." [HR. Bukhari 3207 & Muslim 162
)
Lalu apa yang dimaksud dengan Baitul makmur ?
 " Baitul Ma'mur adalah tempat atau bangunan yang sangat mulia, ia merupakan tempat beribadah para Malaikat di langit. Seperti yang kita ketahui, makhluk yang Allah jadikan sebagai sumpah adalah makhluk yang mulia, yang menunjukkan keagungan Sang Penciptanya., mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini." [HR. Bukhari 3207 & Muslim 162 )

Selain itu, Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah juga berkata,

"Dari Ibnu Abbas: ia adalah rumah yang disekitar 'Arsy yang dimakmurkan oleh para malaikat. 70.000 malaikat shalat di situ setiap hari kemudian mereka tidak akan kembali. Demikian juga pendapat Ikrimah, Mujahid dan banyak para salaf."

Baitul Makmur adalah bangunan yang sangat mulia, ia sejajar dengan Ka'bah di bumi. At-Thabari meriwayatkan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu tentang Baitul Makmur. Ali Radhiyallahu 'anhu menjawab :

"Itu adalah bangunan di langit, sejajar dengan Ka'bah. Kemuliaan bangunan ini di langit sebagaimana kemuliaan Ka'bah di bumi. Setiap hari dimasuki oleh 70.000 malaikat, dan mereka tidak kembali lagi. [Tafsir at-Thabari 22/455 dan dishahihkan al-Albani]
At-Thabari juga menyebutkan riwayat yang mursal dari Qatadah (ulama tabi'in), beliau mengatakan,

"Sampai kepada kami informasi bahwa satu hari, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda di hadapan para sahabatnya, "Tahukah kalian, apa itu Baitul Makmur?" jawab beliau, "Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu."
Lalu beliau menjelaskan, "Baitul Makmur adalah bangunan masjid di langit, tepat di bawahnya adalah Ka'bah. Andai masjid ini jatuh, dia akan jatuh di atas Ka'bah." [Tafsir at-Thabari 22/456. Riwayat ini juga dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, 7/429].

Mengingat begitu mulianya bangunan ini, maka kita dilarang untuk menamai sebuah bangunan, rumah, tempat, atau bangunan apapun bahkan menamai masjid dengan nama Baitul Makmur (Fatwa Islam )  
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Baitul Makmur adalah :
1. Sebuah bangunan layaknya Kabah bagi penghuni langit dimana mereka setiap hari beribadah dan melakukan thawaf yang terletak di langit ke tujuh.
2. Letak Baitul makmur sejajar dengan Ka’bah yang berada di bumi.

3. Sebagaimana penduduk bumi memakmurkan Ka’bah ( sebagai pusat ibadah )  maka penduduk langit ( malaikat ) juga memakurkan / meramaikan  Baitul Makmur.



Special Angel on Friday

Abu Amer pernah meriwayatkan bahwa ia mendengar kabar ini dari ayah serta neneknya bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda “ Sesungguhnya dibalik gunung Qaf terdapat sebidang tanah putih yang tidak dapat ditumbuhi tanaman. Kalau dilukiskan maka luas tanah seperti tujuh kali luas dunia, yang dipenuhi malaikat. Sehingga andaikata ada sebuah jarum yang dijatuhkan dari atas, niscaya terjatuh diatas kepala salah satu dari mereka.

Tangan masing-masing malaikat memegang bendera yang panjangnya empat puluh farsakh. Tiap bendera ada tulisan “ Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullaah “. Bila tiba malam Jum’at , mereka berkumpul dikeliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan buat umat Muhammad Saw.

Dan jika fajar subuh telah terbit, mereka berdoa “ Ya, Allah , ampunilah orang yang mandi hari jum’at “ Mereka berdoa dengan suara tangis dan keras. Lalu Allah berfirman “ Hai, MalaikatKu, apa yang kalian kehendaki ?”. Mereka menjawab “ Kami memiliki keinginan agar Engkau berkenan untuk mengampuni dosa umat muhammad Saw “.

“ Aku telah mengampuni mereka “ jawab Allah SWT. Dalam sebuah keterangan Rasulullah Saw , bersabda “ Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan seorang malaikat yang berdiri di bawah Arasy. Ia mempunyai empat puluh ribu tanduk. Sedang jarak antara tanduk yang satu dengan yang lainnya sejauh perjalanan seribu tahun.

Diatas masing-masing tanduk berbaris empat puluh ribu malaikat. Sedang diatas tengkuknya ada bulan sedangkan di dadanya terdapat bintang -bintang. Setiap hari jum’at ia bersujud kepada Allah sambil memohon “ Ya Allah, ampunilah dosa orang yang mengerjakan salat jum’at dari umat Muhammad Saw “. Dan Allahpun  berfirman “ wahai malaikatku, saksikanlah bahwasanya Aku telah mengampuni orang yang mengerjakan salat jum’at. “.  ( Kanzul – Akhbar ).

Diketerangan berbeda dikemukakan bahwa Allah telah menciptakan sebuah menara yang terdiri dari perak putih, berada di disebelah “ Bait Al-Makmur “. Bila diadakan perbandingan maka tinggi menara itu sama dengan perjalanan yang ditempuh sejauh lima ratus tahun.

Khusus pada tiap-tiap hari jum’at , malaikat Jibril naik keatas menara itu dan beradzan, sedangkan Mikail mengimami para malaikat. Setelah mereka mengerjakan salat, Jibril kemudian mengatakan “ Pahala yang aku peroleh dari adzan  yang telah aku lakukan akan aku berikan kepada para muazin di dunia “.

Seakan tak mau kalah , maka Izrafil  juga mengatakan “ Pahala yang peroleh dari khotbah yang telah aku lakukan akan aku persembahkan kepada para khatib di dunia “. Hal serupa dilakukan oleh Mikail. Ia juga tak mau kalah dengan dua malaikat yang berkata sebelumnya. Karenanya ia berkata “ Pahala yang aku peroleh dari kegiatan mengimami salat akan aku berikan kepada para imam salat jum’at semasa di dunia “.

Tanpa ada komando sebelumnya, para malaikat yang mengikuti serta menyaksikan seluruh proses ibadah ini juga mengatakan “ pahala yang aku peroleh dari mengerjakan salat jum’at dibelakang imam, kami berikan kepada seluruh umat Muhammad yang mengerjakan salat jum’at dibelakang imam “.

Mendengar kepasrahan yang ditampilkan oleh malaikat-malaikat tadi, kemudian Allah berfirman “ Wahai malaikatKu, kalian telah memperlihatkan kemurahan hati demikian rupa, maka demi keagungan dan kebesaranKu, Aku nyatakan hari ini bahwa telah Kuampuni dosa-dosa semua hambaKu yang telah mengerjakan salat jum’at dalam memenuhi perintahKu dan tuntunan kekasihKu Muhammad Saw “.  

sumber : Menyingkap Tabir Alam Malaikat ( Saifulloh & Shofia )

      

PROOF OF GOD'S EXISTENSE IN THE WORLD


Sesungguhnya Allah SWT telah banyak sekali memperlihatkan keberadaan-Nya pada mahluk  ciptaan-Nya. Meskipun kita tidak dapat melihat figure-Nya secara utuh (  memang manusia tidak akan mampu  melihat Allah karena kebesaran-Nya ) paling tidak kita dapat melihat Asma  ( Nama ) Nya dalam huruf Arab yang diperlihatkan pada benda- benda ciptaan-Nya , jika diibaratkan pada kehidupan  manusia adalah seperti Merk dagang pada sebuah  perusahaan. Lalu kenapa seringkali muncul dalam bentuk Lafadz Allah yang berbahasa Arab ? 

Menurut pendapatku, sudah tentu karena kita adalah umat nabi Muhammad Saw, siapapun yang hidup pada masa kenabian nabi Muhammad dan setelah kematian  Beliau, sampai nanti hari kiamat adalah umat nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Dimana nabi Muhammad adalah seorang Arab, maka Allah menurunkan Kitab-Nya juga dalam bahasa Arab. Tentunya agar mudah dipahami dan dimengerti tentang isi dan maksud dari Firman - Firman yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad ( seperti dalam firman-Nya ).

Jadi dapat dimengerti mengapa Allah seringkali memperlihatkan keberadaan-Nya melalui nama-Nya yaitu  " ALLAAH " dalam bahasa arab, itu karena kita yang hidup pada saat ini sampai hari kiamat kelak adalah umatnya nabi Muhammad yang notabene adalah orang arab. Seandainya kita hidup pada jaman nabi Isa mungkin Allah akan memperlihatkan keberadaan-Nya dengan memakai bahasa  Ibrani. Bukankah Allah sudah berulangkali meleyapkan umat - umat terdahulu yang tidak beriman kepada-Nya , mungkin pada saat itu juga banyak tanda dari-Nya yang lenyap kemudian diganti sesuai keberadaan nabinya. Sementara jarak antara nabi yang satu ke nabi yang lain juga sangat jauh ( melampaui ribuan tahun ).


“Bertasbih kepada Allaah apa yang ada di langit dan 
apa yang ada di bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Hasyr: 1). 

" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda tanda (kebesaran) kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri , sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu “  ( QS Fush shilat : 53 ).


" Dan pada penciptaan dirimu dan pada mahluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran ( di bumi ) terdapat tanda-tanda ( kebesaran Allaah ) untuk kaum yang meyakini ". ) QS. Al - Jasiyah : 4 ).

" Dan Dia memperlihatkan tanda - tanda ( kebesaran -Nya ) kepadamu.Lalu tanda - tanda Allaah yang mana yang kamu ingkari ? " ( Al - mu'min : 81 ).

Berikut  adalah sebagian kecil gambar / foto lafadz Allah ( bahasa Arab ) yang diperlihatkan pada mahluk  Ciptaan-Nya :
















































Sebenarnya masih banyak sekali tanda - tanda yang Allah perlihatkan kepada kita tetapi saya kira foto / gambar diatas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan akan keberadaan Tuhan kita ( bagi orang orang mau berfikir dengan hati, mata dan akal pikiran ).

The Guardian Angel And Brings Human Charity Morning & Evening (part2)

Nabi Saw meneruskan hadisnya " Para malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba. Dan mereka pun melewati langit ke lima , dimana amal itu seakan - akan penganten putri yang diantar untuk diserahkan kepada suaminya. Lalu malaikat yang ditugaskan di langit itu berkata : Berhenti ! Tamparkan amal itu ke muka pemiliknya. Dan pikulkan amal ini dipundaknya. Aku malaikat yang bertugas mengurus dengki. Sesungguhnya pemilik amal ini dengki kepada manusia. Dan setiap orang yang mengambil keutamaan dari ibadah, ia dengki kepada mereka. dan ia mencaci maki mereka. Aku disuruh oleh Allah untuk tidak membiarkan amalnya melewati dan mengalih kepada yang lain ".

Rasulullah Saw meneruskan sabdanya " Malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba, dimana amal itu bersinar seperti sinar bulan. Bersinarnya amal itu berasal dari pancaran amal salat, zakat, haji , umrah, jihad dan puasa.
Lalu dengan membawa amal itu mereka melewati langit ke enam. Malaikat yang ditugaskan di langit itu mengatakan : Berhenti ! Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya, sebab ia melakukan seluruh amal itu tanpa pernah mengasihi manusia dan hamba Allah yang tertimpa bala atau penyakit. Bahkan ia membuat mereka lebih parah. Akulah malaikat rahmat yang ditugaskan oleh Allah untuk tidak membiarkan amalnya melewati aku kepada malaikat berikutnya ".

Rasululah Saw meneruskan sabdanya " Para malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba itu ke langit tingkat tujuh. Sedangkan amal yang dibawanya adalah puasa, salat, nafkah ( belanja keluarga ) , zakat, kesungguhan beramal dan wara. Amalnya itu mempunyai suara layaknya bunyi petir serta memilki cahaya seperti matahari.

Dengan dikawal tiga ribu malaikat, sampailah di langit ke tujuh. Maka malaikat yang ditugaskan di langit itu berkata kepada penjaga amal itu : Berhenti ! Tamparkan amal itu ke muka pemiliknya dan pukulkan amal yang ada ke seluruh anggota badannya. Tutupkan hatinya dengan amal tersebut. Sesungguhnya aku akan meletakan dinding ( hijab ) dari Tuhanku setiap amal yang tidak dimaksudkan untuk wajah Allah. Dengan amal yang ada, pemilik amal ini memilki tujuan di luar Allah. Bahkan dengan amalnya ini ia berkeinginan mencapai ketinggian ulama faqih, sehingga memperoleh sebutan dari ulama yang lain, dan tersiar keagungan namanya di berbagai kota. Allah menugaskan kepadaku agar tidak membiarkan amalnya lolos dan melewati aku untuk sampai kepada yang lain. Dan tiap amal yang dilakukan tidak karena ikhlas kepada Allah, maka itu namanya ria. Sedangkan Allah tidak akan menerima amal yang ria ".


" Para malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba yang terdiri dari salat, zakat, puasa, haji umrah, kebaikan ahlak, diam dan berdzikir kepada Allah. Malaikat - malaikat tujuh langit ikut menghantarkan semua, hingga sampai dihadapan Allah Ta'ala. Maka Allah berfirman " Kalian adalah malaikat penjaga amal terhadap hambaku. sedang Aku adalah Arraqih ( pengintip ) terhadap apa yang ada didalam hatinya. Sesungguhnya hambaKu tidak menghendaki Aku dengan amal ini, yakni ia menghendaki yang lain. Maka kepadanya adalah kutukanKu ". Lalu para malaikat itu menjawab " Kepadanya kutukan-Mu dan juga kutukan kami " lalu ketujuh langit dan malaikat yang berada disana juga melaknat hamba pembawa amal tersebut".

Mendengar semua itu menangislah Muadz dan menjerit . Lalu ia berkata , " wahai Rasulullah, engkau Rasul Allah, sedang aku hanyalah Mu'adz. bagaimana aku bisa selamat dari itu semua ".

Rasulullah bersabda " Ikutilah aku, walau amal yang kamu bawa kurang. Wahai Mu'adz, peliharalah lidahmu dari mencaci saudara - saudaramu dari menghafal Al Qur'an. Bawalah dosamu atas dirimu sendiri dan jangan bawa mereka, janganlah membersihkan dirimu dengan jalan mencela mereka. Jangan pula engkau mengangkat dirimu atas mereka. Janganlah engkau memasukkan amal dunia dalam amal akhirat. Engkau jangan hanya beramal , jangan pula takabur dalam majlis yang ada. Janganlah berbicara dengan orang sedang disisimu ada orang lain. Janganlah membesarkan diri diatas manusia, maka kebajikan dunia akan terputus darimu. Dan janganlah engkau koyakkan daging manusia, maka akan mengoyak-ngoyak anjing akhirat kepadamu di neraka ".


 Allah  Ta'ala berfirman " Dan yang menarik dengan perlahan " ( QS. An - Nazi'at : 2 ).

"Tahukah kamu siapakah yang menarik itu, hai Mu'adz ?"  Aku menjawab, " Siapakah dia , demi ayahku, engkau dan ibuku , wahai Rasulullah ?"

Nabi Saw , bersabda " Dia adalah anjing dalam  neraka, yang menarik daging dan tulang ".

Aku lalu bertanya " Demi ayahku, engkau, dan ibuku , wahai Rasulullah, siapa yang sanggup menahan perkara ini ? Dan siapa pula yang bisa terlepas dari padanya ?".

Nabi Saw bersabda " Wahai Mu'adz, sesungguhnya mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah dari hal itu. Cukuplah yang demikian itu untuk senantiasa engkau mencintai umat manusia , dengan yang menurut engkau baik, jauhilah mereka dengan apa yang menurut engkau jelek. Maka ketika itu ( Kamu lakukan ) selamatlah engkau wahai Mu'adz ".

Khalid bin Ma'dan berkata " Setelah itu, aku tidak melihat orang yang lebih banyak membaca Al Qur'an dari Mu'adz, karena ia takut dari apa yang disebutkan pada hadis tadi ".

Dari Hadis diatas dapat saya simpulkan :

1. Amal yang kita miliki tidak akan diterima oleh Allah jika di       dalamnya ada unsur : 
a. Terdapat umpatan . 
b. Menyombongkan diri dengan amalnya.
c. Takabur kepada orang - orang ( di majlis- majlis mereka ).
d. Ujub dalam amalnya.
e. Dengki dan mencaci maki pada orang - orang yang                 mengutamakan ibadah. 
f.  Tidak mengasihi kepada orang - orang yang terkena               penyakit atau bala.
g. Ria ( tidak ikhlas karena Allah ).

2. Bukan seberapa banyak amal yang kita lakukan                     (kuantitas) tetapi lebih mengutamakan kepada rasa ikhlas     yang sungguh -sungguh ( kualitas ) yang hanya ditujukan       kepada  Allah SWT atau hanya mengharapkan ridha dari       Allah SWT saja.


    sumber : Menyingkap Tabir Alam Malaikat ( Saifulloh & Abu Shofia )

The Guardian Angel And Brings Human Charity Morning & Evening ( part 1)

Abdullah bin Al Mubarak meriwayatkan dengan isnadnya dari seorang laki-laki , dimana laki-laki tersebut berkata kepada Mu’adzbin Jabal ra : Terangkanlah padaku suatu hadis yang engkau dengar dari Rasulullah Saw.
Maka Mu’adz menangis , kemudian ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda “ Hai Mu’adz, sesungguhnya aku menyampaikan hadis kepada engkau. Jika engkau hafal, niscaya bermanfaat bagi engkau disisi Allah. Dan jika engkau sia-siakan dan tidak engkau hafal niscaya terputuslah hujahmu ( alasanmu ) disisi Allah pada hari kiamat.

Hai Mu’adz, sesungguhnya Allah Tabaroka Wa Ta’ala menciptakan tujuh malaikat , sebelum Ia menciptakan langit, dan bumi. Lalu tiap-tiap langit diutus seorang malaikat sebagai penjaga pintunya, dimana ia telah mengagungkannya dengan Kebesarnnya.
Lalu naiklah para malaikat penjaga amal manusia mulai pagi hingga sore, amal itu berjalan diiringi cahaya seperti cahaya matahari. Sehingga apabila para penjaga malaikat itu naik dengan membawa amal tadi ke langit dunia, maka dipujinya dan diperbanyaknya amal itu.

Lalu malaikat penjaga pintu langit itu berkata kepada malaikat penjaga amal itu : Pukulkan amal ini kemuka pemiliknya. Akulah malaikat pengurus umpatan. Aku ditugaskan olehTuhanku, bahwa tidak boleh membiarkan amal orang berupa umpatan melewati aku kepada malaikat yang lain dari padaku “

Nabi Saw meneruskan sabdanya “ Kemudian datang malaikat penjaga amal, dengan membawa amal saleh dari amalan hamba Allah. Maka amal tersebut dibawa sekaligus dipuji, sehingga sampailah malaikat penjaga amal itu ke langit kedua. Lalu malaikat penjaga langit berkata kepada penjaga amal : Berhenti ! pukulkan amal ini kemuka pemiliknya. Sesungguhnya dengan amalnya pemilik amal ini berkeinginan hanya untuk mendapatkan kehidupan dunia. Aku ditugaskan oleh Tuhanku bahwa tidak boleh membiarkan amal orang yang menyombongkan diri melewati malaikat yang lain dariku. Pemilik amal ini menyombongkan dengan amalnya kepada manusia dan di tempat mereka berada “.

Nabi Saw meneruskan sabdanya “ Para malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba, dimana amal tersebut gilang gemilang dengan nur dari sedekah, salat, dan puasa yang menakjubkan malaikat penjaga amal. Dengan amal tadi, mereka melewati langit ketiga.

Kemudian malaikat langit ke tiga berkata pada malaikat langit ke tga berkata kepada malaikat penjaga amal : Berhenti ! pukulkan amal itu kemuka pemiliknya. Aku adalah malaikat yang mengurus takabbur.Aku ditugaskan oleh Tuhanku      supaya   tidak membiarkan amal melewatiku. Pemilki amal ini suka bersikap takabbur ( sombong) kepada manusia di majlis –majlis mereka “

Kemudian nabi Saw meneruskan hadisnya “ Para malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba, dimana amal tersebut bercahaya , sebagaimana berkilaunya bintang-bintang . Amal tersebut mempunyai suara tasbih, salat, haji dan umrah. Dengan amal itu mereka melewati ke langit yang ke empat.

Lalu malaikat yang bertugas di langit tersebut berkata kepada mereka : Berhenti ! Dan tamparkan amal ini ke muka, punggung dan perut pemiliknya. Aku adalah malaikat yang bertugas mengurus ujub. Allah menugaskan supaya aku tidak membiarkan amalnya melewati yang lain. Sesungguhnya manusia ini berbuat atau melakukan suatu amal, niscaya dimasuksudkan untuk ujub di dalamya “.


Sumber : Menyingkap Tabir Alam Malaikat ( saifulloh & Abu shofia )

Answer The challenge of Allah SWT

Melalui beberapa FirmanNya, Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada siapa saja  yang meragukan keaslian isi  Al Qur’an sebagai Firman – firmanNya  yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad Saw, dengan cara membuat semacam  surat – surat seperti yang terdapat dalam Kitab Al Qur’an.

“ Dan jika kamu meragukan ( Al Qur’an ) yang kami turunkan kepada hamba Kami ( Muhammad ), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong – penolongmu selain Allah, jika kamu orang –orang yang benar ( QS. Al – Baqarah : 23 ).

“ Jika kamu tidak mampu membuatnya dan ( pasti ) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang – orang kafir “ ( QS. Al-  Baqarah : 24 ).

“ Bahkan mereka mengatakan " dia ( Muhammad ) telah membuat buat Al Qur'an itu. " katakanlah ( jika demikian ) datangkanlah sepuluh surah semisal  dengannya ( Al Qur'an ) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang sanggup selain Allah ; jika kamu orang-orang yang benar " ( QS. Hud : 13 ).

" maka jika  mereka tidak memenuhi tantanganmu , maka  ( katakanlah ) " ketahuilah , bahwa ( Al Qur'an )itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri ? " ( QS. Hud : 14 )


Tentunya ini hal yang sangat FAIR , dan  menurutku ini hal yang sangat  luar biasa . Tuhan yang Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Kuasa atas segala sesuatu ternyata begitu Bijaksana kepada hamba – hambaNya.  Jika saya andaikan  Dia  seorang pemimpin ( manusia ) adalah figur  yang rendah hati , tidak arogan dan demokratis  ( tidak memaksakkan kehendak).


Tetapi bagi saya secara implisit sebenarnya Firman – Firman tersebut justru menunjukkan akan Kekuasaan ,  Kebesaran dan  keagungan Allah itu sendiri. Bahwa Dialah Tuhan yang sesungguhnya dengan penuh percaya diri, dengan ketegasanNya, KesempurnaanNya dan dengan KesombonganNYa ( boleh-boleh saja jika Allah sombong karena memang tidak ada yang dapat menandinginya , hehe.....) menantang kepada siapapun untuk membuat surat / kalimat – kalimat semacam surat – surat yang terdapat pada Kitab Suci Al Qur’an, dan Allah yakin bahwa tidak ada satu pun  manusia  yang dapat membuatnya  ( seperti  surat – surat dalam Al Qur’an ).

Kalaupun ada bukan MEMBUAT tapi MENYELEWENGKAN isi Al Qur’an.

Tentu berbeda makna antara membuat dan memalsukan / menyelewengkan. Jika membuat harusnya memuat sesuatu berita / info atau ilmu baru  tentang sesuatu hal yang belum diketahui oleh manusia  ( diluar isi Al Qur’an ) , kemudian diberi judul apa  nama suratnya  bukan mengganti kalimat – kalimat yang telah ada dalam Al Qur’an kemudian diganti dengan kalimat yang baru ( memalsukan ).

Saya posting masalah ini karena beberapa waktu yang lalu  saya prihatin dengan pihak – pihak yang telah melakukkan tindakan tidak terpuji karena ( mungkin ) disebabkan oleh kebenciannya / sebab lain  terhadap kaum muslimin  atau yang tidak percaya terhadap keberadaan Allah SWT  atau mungkin juga bermaksud menjawab tantangan dari Allah (hanya Allah yang tahu)

Bagi saya pribadi , memang  tidak ada kerugian , jika ada pihak –pihak / orang  yang melakukan tindakan yang buruk / jahat karena semua akan kembali kepada pihak / orang tersebut, masing – masing akan bertanggung jawab atas perbuatannya  kelak kepada Allah SWT. 

Dan saya yakin  bahwa  Al Qur’an akan tetap terpelihara keasliannya  karena Al Qur’an diturunkan oleh Allah dengan Ilmunya ( baca  Miracle of the number 19 in The Qur’an ) dan akan dijaga  seperti yang telah Allah janjikan dalam FirmanNya :

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9).

Dan telah sempurna firman Tuhanmu ( Al Qur'an ) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firmanNya. dan Dia maha Mendengar, Maha Mengetahui " (QS. Al - an'am : 11)

Bagaimana cara memelihara dan menjaganya tentu Allah yang tahu ( sesuai ketetapanNya ).Namun begitu Allah selalu memberi kesempatan kepada hambanya yang mencari kebenaran.
Dan satu pertanyaan dari Allah bagi mereka yang tidak mampu menjawab tantanganNya , pertanyaan yang cukup lembut  “  Maukah kamu berserah diri ? ” ( menjadi muslim ) silahkan direnungkan !



Cara Mudah Mengganti Back ground Blog Dengan Foto sendiri

Tampilan blog tentu hal yang sangat penting bagi para blogger, meskipun dari blogger sendiri telah menyediakan dengan berbagai varian  ( banyak sekali  pilihan ) tetapi kadang kita ingin berkreasi sendiri atau ingin menggunakan foto kita sendiri untuk background agar nampak  berbeda , hehe,,,

Buat teman - teman blogger yang ingin mengganti background blog dengan menggunakan foto sendiri tetapi masih bingung bagaimana cara menggantinya.

Ikuti langkah - langkah berikut :

1. Buka blog anda
2. Masuk ke dashboard
3. Pilih menu Tata letak kemudian di klik.
4. Lihat pojok kanan atas lalu klik kalimat gunakan Desainer               Template 
5. Maka akan muncul beberapa menu ( sebelah kiri atas )
    pilih Latar Belakang kemudian di klik
6. Disitu tertera kalimat Pilih Gambar Latar
7. kemudian klik Unggah Gambar
8.Klik Choose File : anda dapat mengunggah file JPG, GIF, atau        PNG 
9. Selesai Blog anda sudah berganti background dengan                       menggunakan foto sendiri.

Demikian sedikit pengetahuan yang dapat saya bagikan ke teman - teman blogger ( pemula ) selamat berkreasi !

Entri yang Diunggulkan

My writing Is My expression ...

Menulis adalah salah satu kegiatan yang aku  sukai sejak dulu bahkan sejak aku  masih duduk di bangku SMP .  Pada waktu itu menulis puisi a...