Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Be careful ! Soybean Tempeh can cause high blood pressure !

Ketika aku sedang asyik menyelesaikan pekerjaanku . Aku mendengar  Nasrul berkata kepada Riana.

  “ Rin , kamu hati-hati lho jangan kebanyakan makan tempe ( makanan olahan dari kedelai ) nanti bisa darah tinggi “ katanya.

 “ Masa sih bukankah kedelai itu baik ? “ Jawab Riana  dengan nada yang tidak pecaya .

“ Iya tapi kalau terlalu sering mengkonsumsi itu bisa membuat darah tinggi lho ! “ Jawabnya serius .

“ kata siapa ? kalau daging kambing aku percaya “ Sanggahnya lagi.

“ Lha tetanggaku mas yanto, setiap hari dikasih makanan tempe sama istrinya. Hampir setiap jam makan selalu ada hidangan tempe di mejanya.” Lanjut Nasrul.

“ Terus ,.......” Riana  menanti kelanjutan ceritanya Nasrul.

 “ Pada suatu hari sepulang dari tempat kerja, mas Yanto mungkin karena lapar langsung menuju ke meja makan dan membuka tudung sajinya , tak lama kemudian ia berkata kepada istrinya “ Mah.......!! tempe lagi ! tempe lagi ! Tidak pagi tidak sore ! apa tidak ada makanan lain selain tempe ? “ tanyanya dengan nada tinggi ( marah ) sambil menggebrak meja.”

Mendengar itu Riana langsung ngakak , rupanya dia memahami gurauan yang disampaikan oleh Nasrul “ halah, bohong! “ katanya sambil masih tertawa.

Nasrulpun tertawa lantas melanjutkan  “ makanya Rin, kamu kalau menghidangkan makanan yang bervariasi, jangan kaya istrinya mas Yanto tiap hari di suruh konsumsi tempe terus ya bosan,  jadinya  darah tinggi deh.”

    Mendengar  percakapan  mereka, akupun  ikut tersenyum “ gurauan hari ini  “ catat !  hahaha.






Stupid Act Which Fun

Seperti biasa ketika pulang sekolah kami bermain di lapangan belakang sekolah . Lapangan memang tempat favorit buat bermain tentu karena tempatnya yang luas , berumput , ada daerah berpasir buat lompat jauh, ada lapangan basket buat main sepeda ,  ada juga bangunan stadion  dengan tembok yang cukup tinggi ( biasanya buat terjun bebas...ya, Allaah...ternyata bandel – bandel juga ).

Siang itu kami tengah asyik bermain, tiba – tiba hujan datang. Bukannya kami berhenti bermain malah tambah semangat , rasanya senang saja bermain hujan – hujanan bersama teman  - teman. Jika sendiri ya pasti takut , jangankan bermain mendengar guntur saja  sudah gemetar.

Karena rasa gembira maka aku enjoy – enjoy saja sekalipun ada guntur ( kecil ). Ada yang berlarian , ada yang bermain  seperti papan luncur ( dari tempat yang lebih tinggi meluncur ke bawah ). Wah.. pokoknya ramai karena selain dari kelompokku , banyak juga dari kelompok lain yang bermain.

Setelah kami puas bermain, kami pun berencana segera pulang. Tapi biasanya berhenti dulu di sekolahan menunggu hujan reda / sambil mengeringkan baju pikirnya , hahaha...padahal ya jelas tidak mungkin kering ! 

Disini  rasa takut dimarahi orang tua baru muncul, rasanya agak takut pulang ke rumah karena seringnya pasti dimarahi, hehe,,
Entah dapat sumber darimana, biasanya kami mulai mencabut bulu mata masing – masing. Menurut keterangan jika kita mencabut bulu mata dan dapatnya ganjil berarti tidak dimarahi , jika dapatnya genap maka kita akan kena marah. Maka aku sering mencabut bulu mataku berkali – kali sampai dapat jumlah ganjil agar tidak dimarahi. Temanku juga melakukan hal yang sama.

Lucunya kebiasaan itu dilakukan berulang – ulang, meskipun pada kenyataannya biarpun mendapatkan  jumlah yang ganjil, ya tetap dapat kena amarah dari orang tua, tapi aku tentu tidak begitu memperhatikan hal ini pada waktu itu. Biasanya kalau habis dimarahi , aku berhenti bermain beberapa saat mungkin sebulan, 2 bulan atau lebih.

Jika sudah lupa, aku mulai lagi bermain hujan – hujanan. Dan acara mencabut bulu mata juga dilakukan lagi. Termasuk juga jika pulang  kena amarah ibu, paling menangis, mengurung diri di kamar sampai tertidur pulas :D


Proven Strategies Covering Folly

Ketika masih duduk di sekolah dasar  dulu,  entah kelas berapa waktu itu aku sudah lupa , aku disuruh oleh ibu untuk membeli sesuatu di warung tetanggaku. Hubungan keluargaku dengan tetangga yang berjualan itupun cukup bagus. Aku masih ingat betul jika aku membeli sesuatu di warung itu , aku sering diberi buah jeruk karena mereka memang  memilki banyak pohon jeruk.

Seperti biasa sore itu aku disuruh ibu untuk membeli sesuatu diwarung tersebut. Ketika aku tengah asyik menunggu layananku . Tiba – tiba pemilik warung itu berkata padaku  “ de, tolong lihatin jam berapa sekarang,  itu ada jam dinding di ruang tengah “ katanya.

Aku kaget dan bingung .  Aduh....gimana nih...masalahnya aku belum begitu paham cara menghitung jam. Tapi aku tetap pura – pura berjalan kearah samping ( diluar rumah ). Aku memutar otak , mencari akal bagaimana cara menjawabnya. Kalau aku jawab secara sembarangan takut salah fatal ( aku belum bisa membuat perkiraan jam berapa pantasnya saat itu , he.he..). Kalau aku jawab tidak tahu , aku malu....!!

Tiba – tiba terdengar lagi pemilik warung itu bertanya “ Jam berapa , de ? “. Secara reflek aku pun menjawab “ Nggak kelihatan ( jam dindingnya )” .    oh,ya, sudah... “ lanjutnya. Akupun merasa lega , seperti terbebas dari suatu masalah.

Sejak itu aku mulai belajar serius tentang perhitungan jam, menit,  detik dll ( harus bisa tekadku  ) . Aku malu jika nanti ditanya lagi tidak bisa menjawab. Jika aku ingat kejadian itu , aku masih bisa tersenyum sendiri.  Bagaimana tidak , karena sebenarnya aku bisa melihat dengan jelas jam dinding tersebut tapi karena tidak bisa menghitung jam berapa waktu itu , aku katakan saja kalau aku tidak bisa melihatnya, ha..ha..ha.. Ternyata biar masih kecil sudah bisa mencari startegi menutupi kelemahan diri  ( meskipun jelek juga karena  harus berbohong tapi gimana lagi , aku merasa  malu jika aku menjawab ‘ Tidak tahu ‘). Inilah kebohongan masa kanak –kanakku yang tak terlupakan ! :D



How Long , negara mana itu ?

Moment yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga , aku dan teman-temanku menyambutnya dengan gembira . Ini adalah study tour pertamaku , karya wisata bersama teman sekolah tentu berbeda rasanya dibandingkan piknik dengan keluarga. Lebih seru saja kayaknya.
Lokasi yang menjadi tujuan kami adalah seputar Yogyakarta dan sekitarnya. Meskipun sedikit lelah kami tetap  semangat mengikuti kegiatan tahunan ini . Satu demi satu  tempat wiasata kami datangi kini giliran ke lokasi candi Borobudur . Candi yang masuk kategori salah satu keajaiban dunia dan setahu aku disitu banyak sekali turis dari manca negara berdatangan ke tempat itu.
Ternyata benar saat kami  sampai ditempat lokasi , banyak sekali turis asing yang berkunjung ke candi Borobudur. Maka tak kami sia –siakan kesempatan ini,  aku dan seorang temanku langsung menghampiri sepasang turis yang tak jauh dari kami , dari awal aku dan temenku memang ingin mempraktekan bahasa  inggris kami biarpun masih pas-pas an .
“ Hi, how do you do ? “ sapaku ramah kepada mereka .
“ how do you do “ sahut mereka , kamipun bersalaman.
“ may I speak with you, sir ?” tanyaku lebih lanjut .
“ of course ! “ jawabnya ramah.
“ ok. My name is yani and this is Susi ( temenku ) what’s your name ?”
“ my name is james and this is nancy “ katanya sambil tersenyum.
“ how about my country , sir ? “ lanjutku . ” it’s beautiful !” jawabnya.
“oh, really ?, thank you,  where do you come from sir ? ” tanyaku dengan senang karena dapat pujian jika negeriku indah. 
“ how long…” sahutnya , aku terdiam  “ how long “ dimana itu ?  memang ada negara yang bernama how long  ? setahuku itu  artinya kan berapa panjang / lama .  Kok ga nyambung banget ! 
“ how long ,…do you know that ?”  dia mengulangi lagi  sambil menatap kami yang kebingungan.
“ yes..” aku mengangguk saja .
“ thank you mr. james and miss Nancy , it’s nice to meet you “
Segera aku mengakhiri percakapanku karna kosentrasiku mulai buyar !
Mereka tersenyum “ It’s nice to meet you, too , bye…” jawab mereka lalu meninggalkan kami berdua yang masih bingung.
‘” Sus, memang ada Negara bernama  how long ?” tanyaku penasaran ke susi , dia cuma mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya.
“ bukan how long , mba ….tapi HOLLAND  “ tiba –tiba ada seseorang menimpali pembicaraan kami.  Reflek aku dan susi saling berpandangan lalu menoleh kearah suara itu kemudian ngakak bersama , ohh…..jadi.. Holland , negara Belanda…, bukan how long,,,( Negara entah berantah ! ) sambil masih tertawa kami segera berlalu dari orang tadi, rupanya dia mengikuti pembicaraanku dengan turis tadi. Maklum telinga masih asing  dengan suara bule orang bilang Holland dengernya how long….!!! Hahaha…





Dialog antara Penjual dan Pembeli...!

Ketika aku dalam perjalanan ke luar kota , kebetulan aku dapat tempat duduk dibelakang nenek yang hanya ditemani seorang cucunya yang masih belasan tahun. Mungkin setengah dari perjalanan dalam keadaan bus melaju dengan lambat, masuklah seorang penjual jagung rebus, dengan nada khasnya dia menawarkan dagangannya " Jagung rebuse....rebuse..... rebuse !" sambil menyodorkan jagungnya ke setiap penumpang . Tiba-tiba nenek didepanku memanggil " jagung ...!" penjual jagungpun mendekat. " berapa harganya ? " tanyanya . " dua ribu " jawabnya.
" lho kok bisa ? " lanjut nenek itu dengan nada agak kecewa.
" ya, bisa " jawab sipenjual dengan nada cuek . Sampai disini aku mulai menahan senyum mendengar dialog mereka. " 
" Tua apa muda " kejar nenek " dijamin muda dan manis, nek " sahut si penjual meyakinkan si nenek. Masih belum puas nenek itu bertanya lagi " jagungnya putih apa kuning ? "
" lho ko kaya gigi saja putih apa kuning " jawab penjual mulai tak senang, senyumkupun mengembang mendengarnya. Setelah terjadi tawar menawar ternyata gagal karena nenek itu menawar rp. 1.500,00 sementara sipenjual tetap bertahan rp.2.000,00 .
Tak lama kemudian masuk penjual kacang rebus. Nenek itu kembali memanggil si penjual kacang tadi dan mulailah terjadi dialog  lagi " kacang " panggil nenek ." Ya, nek " sahutnya antusias .
" harganya berapa ?" kembali nenek itu bertanya  "  dua ribu , nek " jawabnya. " kacangnya besar-besar apa kecil-kecil " tanya si nenek lagi, dengan sedikit jengkel  namun santai penjual itu menjawab " ya, sekacang  ...." mendengar ini aku tak bisa menahan senyum lagi hingga tawa kecilku lepas, bukannya dijawab kecil apa besar malah " sekacang ( besarnya ) " ya tentu saja masa sejagung !! ,  hahaha... cara mereka berdialog benar-benar lucu bagiku dan aku bisa ketawa sendiri kalo ingat kejadian itu meski kasihan juga sama si nenek tapi memeng agak cerewet juga itu nenek .

Mutiara Yang Tak Jadi Hilang !

Meskipun kurang lebih 2 jam berjemur dibawah sinar matahari untuk mengikuti upacara tapi cukup melelahkan karena  biarpun masih pagi tapi panasnya cukup menyengat. Memang upacaranya sebentar tapi mengatur barisan dan nunggunya itu yang lebih lama.
maka begitu upacara berakhir segera mengambil posisi masing-masing ada yang istirahat, ada yang ngobrol , ada yang makan, ada yang langsung mengerjakan tugas ataupun duduk manis seperti aku , hehe,,,,
Tiba-tiba masuklah si trouble maker , Jhoni . Setelah meminta ijin kepada kami , diapun mulai menyampaikan pengumumannya.
" Ass,,,wr,,,,wb,,,,diumumkan kepada seluruh karyawan dan karyawati bahwa,,,,,," dia berhenti sesaat lalu menatap kami dengan serius, nadanyapun  mencuri perhatian. kamipun jadi diam sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan. Kami menunggu kelanjutannya dengan rasa penasaran yang tinggi sambil menerka-nerka berita apa yang akan disampaikan.
" Diumumkan kepada seluruh karyawan dan karyawati bahwa Mutiara yang hilang milik yuni shara sudah ditemukan sekian , terima kasih, hahaha,,,,," katanya ngakak sambil ngeloyor keluar.
" hhuuuuu,,,,,,,dasar,,,,cah gendeng !!," temenku ngomel-ngomel.
Aku cuma tersenyum,,,yah, ada-ada saja memang tingkah temanku.

SENIN YANG TAK TERLUPAKAN !!!

Pagi itu hari senin, hari dimana  sekolah kami rutin mengadakan upacara . Karena sekolahku merupakan SD kompleks maka yang menjadi petugas upacara dilakukan secara bergilir setiap minggunya. Kebetulan senin ini SD ku yang bertugas dan seperti biasa aku mendapat tugas menjadi dirigent untuk memimpin lagu Indonesia Raya. Ketika giliranku tiba dengan penuh percaya diri akupun ambil suara " Hiduplah Indonesia Raya aaaaa,,,,,,," aku lihat sebagian peserta upacara tersenyum serentak , tapi aku tak ambil peduli tetap konsentrasi dengan tugasku hingga selesai dan aku masih enjoy saja hingga  saat upacara berakhir teman-teman baikku pada cengengesan sambil menghampiri aku " Tumben suaramu  gemeteran yan,,,,kenapa ? " 
aku kaget ,  gemeteran ? bagaimana bisa ? itukan tugas rutinku menjadi dirigent  tiap SD ku yang mendapat giliran bertugas, dan perasaan aku sudah melaksanakannya dengan baik , secepat kilat aku koreksi diri dan,,,akhirnya aku sadar, aku telah melakukan kesalahan maksud hati ingin ikut-ikutan / meniru teman SD lain yang memiliki suara bergelombang tapi malah seperti suara orang gemeteran, duh,,,,malunya ! benar-benar bodoh , hahaha,,,,,,

Girls First or The Money First ?

Sambil mengerjakan tugas yang harus kuselesaikan tepat waktu, konsentrasiku terbagi jadi 2 , sebagian mendengarkan obrolan teman-temanku yang lagi tebak-tebakan, sebagian lagi pada pekerjaanku. Meski aku coba untuk fokus pada laporan yang sedang aku buat , mau tak mau percakapan mereka tercuri juga oleh telingaku karena volumenya yang tinggi.

Sesekali aku tersenyum merespon obrolan mereka. " Gus, sekarang aku serius nih , aku mau tanya jika kamu disuruh milih diantara 2 pilihan ini, kamu pilih yang mana ? Cewek Dulu atau Uang Dulu ? " tanya Wawan  serius .

 "Nggak, lah...malas aku " Jawab Agus yang sudah beberapa kali KO , kalah set dengan Wawan.

 " Enggak , ini beneran, sebagai cowok yang lagi jomblo , seandainya saat ini kamu disuruh milih , kamu pilih yang mana ? Cewek Dulu apa Uang Dulu ?" desaknya serius. Rupanya Agus terpancing juga untuk memberikan pilihannya.

" Oke, aku pilih cewek dulu dong,,,," jawabnya santai sambil nyengir . Yah,,,aku sih maklum karena posisi dia saat itu lagi tidak punya kekasih. Aku masih cuek, no comment !!!

Tanpa aku duga Wawan tertawa ngakak memecahkan konsentrasiku dan mengalihkan perhatianku ke mereka. " Ambil tuh , nenek nenek,,,,," timpalnya masih dengan tawa bahagia. " Kamu tahu ngga , Cewek Dulu itu artinya Cewek pada jaman dulu ( sekarang sudah jadi nenek ) sedang Uang Dulu itu Uang pada jaman dulu ( sekarang sudah tidak berlaku lagi ) " sambungnya.

 " Ha,,,ha,,,ha,,," kali ini tawa kecilku lepas. " Ah,,,sialan kau " umpat Agus dengan nada setengah jengkel dan sedikit malu tapi tetap tertawa berbaur dengan tawa kami.

BAHASA JAWAKU ternyata masih MERAH

Aku tengah asyik menonoton tv ketika kudengar suara orang mengetuk pintu , dengan malas aku menyahut " masuk saja " ketika kurasakan orang itu masuk keruanganku aku segera menoleh , ternyata dia nenek Sandi  yang tinggal disebelah rumahku. Aku tersenyum menyambutnya sambil mempersilahkan duduk , sudah menjadi kebiasaan routinnya jika siang suka melihat tv di rumahku .
Setelah beberapa saat aku menoleh kearahnya , melihat beliau masih duduk dilantai seperti posisiku, akupun bilang kepadanya " Mbah,,,,lenggahe teng ngandap mawon " beliau tak bereaksi masih sibuk menatap layar tv. yah,,,sudahlah jika nggak mau batinku. Akupun melanjutkan lagi melihat acara tv yang kulihat semakin seru dan menarik.

Kulihat nenek Sandipun antusias melihat acaranya sementara aku bolak - balik menatapnya, ada sesuatu yang mengganggu perasaanku , aku tidak ingin nenek itu kedinginan ataupun merasa tidak nyaman lagian rasanya juga  kurang pantas jika beliau harus duduk dilantai. Segera aku membujuk lagi " nek,,,lenggahe teng ngandap mawon " berkali kali aku meminta kepada beliau tetapi nenek sandi masih saja tak menggubris rengekkanku .

Tiba-tiba dari dapur ibuku tergopoh-gopoh masuk menghampiri kami, rupanya ibu mendengar kata-kataku. " maksudmu gimana yan ? " katanya. " aku minta nenek sandi suruh duduk diatas ( kursi ) tapi dari tadi aku bujuk tidak mau , bu " jawabku.

Ibuku cuma tersenyum " Bagaimana mau duduk di atas , kalau kamu bilangnya, lenggah teng andap mawon  itu artinya duduknya dibawah saja " sahutnya. upsss,,,, Aku segera sadar, pantesan ! Dengan rasa malu dan menyesal aku segera meminta maaf pada nenek sandi , tetangga sebelah yang sudah aku anggap sebagai nenek sendiri . hm,,,,niatnya ingin menghormati orangtua dengan berbicara bahasa jawa ( krama ) tapi ternyata,,,,,,,,,,bahasa jawaku masih perlu remidi ha ha ha,,,,,

Sesak Napas ? Obati saja dengan Telur Asin !!!!

Daripada bengong , iseng-iseng aku corat -coret di blog sendiri dan ingatanku mundur beberapa tahun yang silam. Seperti film berdurasi pendek kejadian itu seperti merefresh memoriku. Sore itu ayahku sesak napas karena asmanya sedang kambuh, sebagai pertolongan pertama sebelum periksa ke dokter biasanya beliau mengkonsumsi obat warungan yaitu NAPACIN.

Awalnya aku sangat tersiksa melihat keadaan ayah seperti itu tapi karena hampir setiap saat asmanya kambuh lama kelamaan perasaanku mulai berdamai dengan kondisi beliau yang memiliki sakit asma  kronis.

Ibuku pun segera menyuruh adikku , kebetulan dia baru saja pulang dari bermain sepeda, dan dengan sigap diapun mengayuh sepedanya lagi untuk membeli napacin di toko yang berjarak 75 meter dari rumah
.
Beberapa saat kemudian dari jauh aku dengar dia berteriak girang " Bu, ibu,,,,,,ini telur asinnya ! besar-besar banget lho,," katanya. " Haa,,,,,,telur asin ???" batinku kaget. Hampir bersamaan aku dan ibuku keluar dari ruangan masing -masing untuk menyambut adikku.

kulihat dia membawa 2 telur asin dengan wajah gembira. Aku cuma melongo , mau marah tak tega melihat wajah polosnya.   Akhirnya tawaku pecah disusul ibuku sementara adikku menatap kami kebingungan. " oh, Adi, Adi,,,mentang mentang suka pada Telur Asin , disuruh beli Napacin dapatnya Telur Asin " kata ibuku. " oh,,Napacin, kirain Telur Asin,,," gumam adikku dengan nada sedikit sesal.

Entri yang Diunggulkan

My writing Is My expression ...

Menulis adalah salah satu kegiatan yang aku  sukai sejak dulu bahkan sejak aku  masih duduk di bangku SMP .  Pada waktu itu menulis puisi a...