YOU

 Kau adalah Ketakutanku

                       Kerinduanku

                       Harapanku

                       Kegelisahanku

                       Ketenanganku

                       Keindahanku

                       Kehidupanku

Kau adalah Tujuanku ..............
Hanya PadaMu , kutautkan hatiku
Padamu , Pemilik sejati segala yang diLangit dan di Bumi

Apakah aku berlebihan ?  aku  tak peduli  !!!!!
Karena hanya ini yang bisa kulakukan
MemujiMU , MemujiMU
dan terus ..................MemujiMU

Then , Where is LOVE ?

Aku masih saja tidak mengerti, aku masih saja belum memahami apa itu hakikat cinta yang sejati , hakikat cinta yang sesungguhnya. Aku yang   tidak normal dengan hati dan pikiranku atau justru sebaliknya mereka yang  kurang normal , tapi sudahlah aku tidak peduli dengan pikiran dan hati mereka. Aku tidak ingin menilai / menyebut mereka dengan kata-kata yang tidak baik karena aku mungkin tidak memahami siapa mereka sesungguhnya. Setiap kali seseorang  atau mereka mengatakan Tuhan itu tidak perlu dibela, agama tidak perlu dibela atau Tuhan ko dibela ( saya tidak tahu apakah itu keluar dari hati nuraninya atau hanya sekedar ikut-ikutan pendapat orang lain ).

Aku hanya bisa merasakan sakit hati yang teramat dalam , hanya bisa merasakan sakit, sekali lagi hanya bisa merasakan sakit yang tak terperi tanpa  bisa berucap disertai lelehan airmata yang terus mengalir tanpa bisa kuhentikan. Aku menyadari jika aku tidak dapat menguasai diri sendiri sekalipun untuk menghentikan air mataku sendiri karena aku bukan pemilik sejati tubuhku  tetapi ada pemilik sejati dari setiap yang aku punya yaitu Allaah SWT ( Tuhan yang begitu aku sayangi dan cintai ). Aku hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apa-apa ketika Engkau dan segala sesuatu yang berhubungan dengan-MU dilecehkan karena aku bukan siapa-siapa. Aku hanya hamba-Mu yang merasa tersakiti jika Engkau dihina, dimaki ,dilecehkan sekalipun Engkau Tak Tergoyahkan Oleh Apapun.


Kembali ke Hakikat Cinta yang hakiki. Aku selalu tertegun dan berpikir jika ada muslim yang mengatakan Allaah tidak perlu dibela, Tuhan  tidak perlu dibela ( saya tidak tahu perasaanya saat mengatakan kalimat seperti itu apakah dengan rasa  bangga, merasa hebat karena mengganggap pernyataannya benar ). Aku hanya merasa heran bahwa  ada muslim yang merasa baik-baik saja , enjoy -enjoy saja sedangkan dia  tahu Tuhan yang dia puja, dia sayang , dia sembah setiap saat , nama-Nya selalu disebut setiap waktu, tetapi tak kala Tuhan itu dihina , direndahkan , dibulli dll , tetapi tidak merasa sakit sedikitpun, aneh saja katanya cinta tetapi merasa baik-baik saja takkala terjadi sesuatu pada  yang katanya  dicintainya . Lalu rasa Cinta itu dimana ?

Oke , Dia  memang tak tersentuh oleh apapun, Dia  tak kan terpengaruh oleh apapun, karena Dia Maha Segala Sesuatu tetapi apakah itu berarti bahwa kita sebagai hamba yang katanya mencintai-Nya, menyanyagi-Nya dapat   membiarkan begitu saja   jika ada seseorang menghina , melecehkan , membulli kepada yang kita cintai atau kita tidak merasakan sakit sedikitpun oleh tindakan tersebut bahkan dengan tenang mengatakan baik-baik saja. Ko bisa ya ? sesuatu yang dia cintai,  disakiti oleh orang lain tetapi dia  tidak merasakan sakit sedikitpun . Lalu dimana  perasaan cinta itu?
Sekalipun DIA  tidak membutuhkan pembelaan dari kita karena kita adalah  hamba_Nya yang lemah , apakah tidak ada rasa / keinginan   untuk menunjukkan kecintaan kita pada_Nya kepada dunia , terlebih  pada mereka  yang sudah menghina dan melecehkan Tuhan yang kita puja dan sembah.

Bagi saya pribadi kalimat TUHAN TIDAK PERLU DIBELA terkait dengan penghinaan , pelecahan dll , adalah hal yang sangat memprihatinkan dan menimbulkan tanda tanya yang besar , TUHAN MEMANG TIDAK PERLU DIBELA tapi apakah benar bahwa dia tidak merasa sakit sedikitpun karena hal tersebut ? Membela yang saya maksud disini bukan berarti dengan tindakan  yang arogan atau melanggar hukum tentunya. Apakah karena Dia ( Tuhan ) tidak perlu dibela ? lalu dimana rasa cinta  kepada Tuhannya ? Apakah bisa saya katakan jika mereka yang beranggapan demikian hanya menjalankan segala perintah dan larangan_Nya tanpa rasa cinta ? dan  hanya atau menjalankan kewajiban /ibadah sebagai bentuk tanggung jawabnya saja sebagai manusia  tanpa ada rasa cinta kepada Tuhan_Nya ? Maaf jika saya salah menilai , saya hanya coba memahami hati dan pikiran mereka yang beranggapan bahwa Tuhan tidak perlu dibela , karena saya sangat sulit untuk tidak membela sesuatu yang saya sangat cintai.

 TUHAN memang tidak perlu dibela karena DIA TIDAK AKAN  TERGOYAHKAN OLEH APAPUN tetapi SAYA MEMBELANYA KARENA KECINTAAN SAYA PADANYA BUKAN KARENA TUHAN ITU LEMAH . Menurutku ini perlu dipahami bahwa seseorang yang membela Tuhan_nya bukan karena Tuhan itu butuh  pembelaan tetapi  karena ingin menunjukkan pada dunia bahwa dia / mereka  sangat mencintai TuhanNya. Termasuk  saya membela Tuhan bukan karena Tuhan itu perlu dibela atau membutuhkan pembelaan saya tetapi karena  rasa CINTA.

Jadi jangan nyinyir ,membulli atau bahkan menghina mereka yang selalu berteriak lantang membela Tuhan_Nya, Agama_NYa, Nabi-Nya karena itu timbul  dari KECINTAANNYA pada Tuhan, Agama dan Nabi mereka yang memang tumbuh dari hati nurani mereka sendiri , yang tidak mampu meredam rasa cinta yang berkobar dan menyala dalam hati mereka, karena sejatinya mereka tidak mampu menguasai diri mereka sendiri termasuk mengelola perasaan cinta kepada TuhanNya yang sudah Tuhan semaikan dihati mereka.

Euforia Istilah " Zaman Now "

Entah saya yang kurang humor  atau karena sifat saya yang tidak begitu suka dengan sesuatu yang kurang  pada tempatnya. Hingga sekarang saya belum bisa menerima istilah  “ Zaman now “ yang begitu populer diucapkan   oleh banyak kalangan pada saat ini. Bagi saya  ini sesuatu yang kurang tepat  menurut tatanan bahasa  ( maaf saya bukan ahli bahasa ) maksud saya jika ingin mengucapkan kalimat bahasa Indonesia  ya katakan saja Zaman sekarang , jangan maaf mencampuradukan bahasa Indonesia ( Zaman )  dengan bahasa Inggris ( now ). Atau lebih baik memakai istilah  “ Kekinian “.


Kalau untuk dunia hiburan mungkin masih bisa diterima dengan alasan kreatifitas bahasa mungkin, tetapi jika digunakan untuk sesuatu yang bersifat resmi misalnya dalam acara sambutan  pidato upacara atau hari besar tertentu saya kira ini tidak baik. Karena dari beberapa sambutan yang pernah saya dengar istilah “ Zaman now “ sudah mulai digunakan tanpa risih seolah-olah frase tersebut sudah baku  sementara kita tahu bahwa istilah zaman now belum masuk dalam daftar KBBI ( kamus Besar Bahasa Indonesia ).

Menurut saya tidakkah ini merusak tata bahasa Indonesia itu sendiri ? jika hal ini dibiarkan atau dianggap tidak masalah , tidak mustahil  kedepan  orang akan semakin banyak menggunakan istilah-istilah lain yang muncul yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia sekalipun untuk acara yang resmi . Mungkin orang akan seenaknya saja menggabungkan kata demi kata yang penting terkesan unik untuk tujuan mencari sensasi atau popularitas  sehingga akan  sulit dikendalikan pada akhirnya.


Dan yang lebih mengkawatirkan  lagi  orang-orang akan cenderung mencari sesuatu yang bersifat tidak lazim/biasa  atau nyeleneh demi meraih kepopuleran / menjadi terkenal  ( trending dan viral  ) untuk bidang apa  saja tak terkecuali bahasa. Pada gilirannya nanti bahasa Indonesia akan kehilangan keanggunannya ( hehehe  kok kaya manusia ya ) ibarat hutan sudah tidak virgin lagi /kehilangan keasriannya karena  terkontaminasi sampah-sampah  / coretan-coretan dari orang-orang yang datang dan merusaknya.

Called Kafir ( Unbeliever ) ? Why Should Angry ?




Sebenarnya apa yang akan saya tulis ini bukan hal yang baru yaitu istilah  “ Kafir “. Kata kafir berasal dari bahasa Arab artinya tidak percaya  atau kebalikan dari  percaya . Karena pengertian kafir itu luas maka saya batasi saja  arti Kafir terkait dengan  keimanan  seseorang yaitu  Orang yang tidak percaya kepada Allaah SWT  dan RasulNya atau dengan istilah lain seseorang yang tidak mengakui Allaah SWT sebagai satu-satunya Tuhan di dunia ini. Saya kira pengertian kafir yang saya maksud ini sudah cukup umum dan diketahui banyak orang  termasuk non muslim.

Adapun kafir dalam Agama Islam digolongkan sebagai berikut :
1.     Al Muharibin / kafir Harbi  yaitu orang  kafir yang menganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi
2.     Al – Mu’ahad  yaitu orang kafir yang telah mengadakan perjanjian dengan umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dengan umat Islam selama perjanjian masih berlaku
3.     Adz- Dzimmah  yaitu orang kafir yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan kewajiban membayar pajak bagi yang mampu
4.     Al- Musta’man yaitu orang kafir yang mendapat jaminan perlindungan keamanan dari kaum Muslimin atau sebagaian kaum Muslimin. Tetapi saya kira di Indonesia meskipun mayoritas  penduduknya  beragama muslim , semua warga negaranya memperoleh perlakuan yang sama. Siapapun orangnya  apabila berbuat salah / melanggar peraturan yang ada  tetap di proses hukum tidak peduli agama, suku dll.

Kembali lagi ke istilah Kafir . Saya sering merasa heran dengan mereka khususnya non muslim. Mengapa harus marah ketika ada muslim yang menyebut  mereka dengan istilah  kafir ! Bukankah mereka tidak mengakui keberadaan Allaah SWT ? bukankah mereka mengingkari bahwa Allaah SWT sebagai satu-satunya Tuhan alam semesta ini ?  Lalu apa yang membuat mereka  meradang dengan sebutan kafir yang ditunjukkan kepadanya ? mestinya sebutan itu tidak berarti bagi mereka , seperti halnya  ketika saya dikatakan calon penghuni neraka karena tidak percaya pada Yesus, atau Tuhan yang lainnya. Atau disebut domba yang tersesat atau istilah lain yang kurang lebih bermakna sama . 

Saya tidak akan peduli dengan sebutan apapun yang terkait dengan ketidakpercayaan saya terhadap Tuhan mereka  karena saya memang hanya percaya dan mengakui bahwa Allaah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang saya sembah dan yang saya akui keberadaannya  di dunia ini. Saya tidak merasa sakit hati , marah, benci dll apabila ada seseorang yang mengatakan bahwa saya ingkar terhadap Tuhan mereka ( seperti  istilah  kafir dalam agama Islam , saya tidak tahu adakah istilah untuk kami yang tidak mengakui Tuhan mereka ).

Saya kira muslim  punya adab sopan santun atau etika dalam bergaul . Mereka tidak  mudah atau suka  menyebut  seseorang / temannya yang non muslim   dengan istilah kafir . Kebanyakan ketika kami khususnya saya  ketika  harus  menyebutkan  teman / seseorang yang non muslim saya sebutkan dia Kristen, Hindu , Budha  dll.

Istilah kafir disampaikan  kepada non muslim ketika muslim biasanya dalam keadaan marah , tersinggung, sakit hati, meradang dll atas perbuatan mereka yang tidak menyenangkan atau dimungkinkan telah menodai ,menyakiti atau menyinggung perasaan kaum Muslimin.

Muslim sesungguhnya sangat menghormati privasi seseorang termasuk  keimanan seseorang karena menyadari bahwa dosa seseorang akan ditanggung sendiri oleh orang tersebut atau dengan kata lain segala amal perbuatan  dan sepak terjang   seseorang akan  dibalas dan  dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allaah SWT  kelak di akhirat . Jadi saya kira muslim sangat berhati-hati dalam bertindak termasuk dalam hal ini menyebut non muslim dengan istilah kafir. Kebanyakan dari kami lebih suka menyebut nama agama mereka daripada istilah tersebut sekalipun tahu bahwa antara istilah kafir dan agama selain Islam  bagi muslim sama saja  hakekatnya  yaitu tidak mengakui Allaah SWT sebagai Tuhan seluruh alam.

Jadi  yang ingin saya tegaskan disini kepada anda  ( non Muslim ) mengapa harus marah ketika anda disebut kafir ? mestinya istilah itu tidak berarti bagi anda jika  anda memang tidak mengakui Allaah SWT sebagai satu-satunya Tuhan didunia ini.



The Main Point : God is Different From Creatures

Berbicara tentang Mahluk ciptaan Allaah SWT sesungguhnya kita tidak akan pernah
mampu menghitungnya atau mengetahui  secara pasti berapa macam  jenisnya apalagi
 jumlahnya.

 Allaah SWT berfirman yang artinya :

 “ Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta),
ditambahkan kepadanya tujuh laut ( lagi ) sesudah ( keringnya ), niscaya tidak akan
habis-habisnya ( dituliskan ) kalimat Allaah. Sesungguhnya Allaah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana “ ( Qs. Lukman : 27 ).

 Namun dari sekian banyak ciri-cirinya mahluk hidup mungkin dapat saya simpulkan sebagai berikut :

1.Setiap mahluk hidup selalu berkembang biak  , bahwa dalam diri  mahluk tersebut secara naluri ingin mempunyai keturunan

2.      Setiap mahluk hidup mengalami fasa –fase kehidupan seperti kelahiran sampai kematian

3.      Setiap mahluk hidup mengalami masa –masa pertumbuhan :
a.       Bayi /kecil – muda – tua –mati : Manusia
b.      Embrio  - Tunas – Produksi – Penuaan ( tidak produktif ) : Tumbuhan
c.       Masing-masing Hewan berbeda dalam fase perkembangannya.

4.      Setiap mahluk hidup membutuhkan makan ,  minum dan istirahat untuk kelangsungan  hidupnya .

5.      Setiap mahluk  hidup diciptakan mempunyai kelamin  / berpasang-pasangan :
a.      Untuk manusia  ada Laki-laki dan Perempuan
b.      Untuk hewan ada Jantan dan Betina
c.       Untuk Tumbuhan ada Benangsari dan Kepala Putik

6.    Memiliki  kesamaan antara mahluk hidup yang satu dengan yang lainnya  ( pada manusia, binatang  dan tumbuhan  )
Contohnya  : 
a.      Memiliki perasaan  : Sedih, Gembira, Cemburu, Marah , Cinta, Kasih Sayang   dll
b.      Dari segi fisik dengan  bertambahnya umur terjadi perubahan fisik seperti tumbuhnya rambut  (pada manusia / hewan  semakin tua semakin lebat , kulit   semakin keras dll ,pada tumbuhan bertambah lebat / kuatnya akar , daun dll )

             7. Semua mahluk yang pernah hidup akan mengalami kematian / kepunahan.

             8. Memiliki  silsilah / garis keturunan.

Dari beberapa sifat atau karakter tersebut yang terdapat pada seluruh mahluk  hidup
tidak dimiliki oleh Allaah sebagai Dzat yang telah menciptakan mahluk-mahluk tersebut.
Hal ini sekaligus membuktikan dan menunjukan bahwa Tuhan memang berbeda
dengan mahluk ciptaanNya .


Terkait dengan perihal yang saya tulis ini , Allaah SWT berfirman yang
artinya :
“  Allaah tiada mengantuk , juga tidak tidur “ ( Qs. Al –Baqarah : 255 )

 " Dia tiada melahirkan  dan tidak pula dilahirkan  " ( Qs. Al-Ikhlas : 3 )

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah,” (QS. Al-Qashash: 88).

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak
akan dapat dikalahkan,” (QS. Al-Waqi’ah:60)

    “Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan
    mendahulukannya sedetikpun,” [QS. An-Nahl: 61].

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati,” (QS. Ali Imran: 185).

“ Dialah Allaah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara
kalian yang terbaik amalnya”. [QS. Al-Mulk:2] 

KEPADA-MU ( Yang Telah Membuatku Jatuh Cinta Untuk Kesekian Kali )


cinta yang tak pernah menyakiti
cinta yang tak pernah disesali
cinta yang tak pernah mati
cinta yang tidak menimbulkan dendam
cinta tanpa benci
cinta tanpa cemburu
cinta tanpa hasrat
cinta tanpa asmara
cinta tanpa syarat
cinta tanpa prasangka
cinta tanpa tendensi
cinta tak membuat luka
cinta tak membuat kecewa
cinta tak membuat frustasi
cinta tanpa biaya
cinta tanpa galau
cinta tanpa " nek "
cinta yang tulus
cinta yang ikhlas
cinta yang murni
cinta yang natural
CINTA yang sebenar-benarnya CINTA
hanya menumbuhkan " kerinduan " dan ' ketenangan "
oh,,,,,,ternyata banyak sekali rasa cinta yang kupunya jika itu tentang-MU
 (  Allaah , My love  )

you don't need to be Muslim to stand up for Gaza , you just need to be Human !

KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA OLEH KARENA ITU PENJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN   !!!!!!!


Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?
Apakah sampai padamu berita tentang rumah-rumah yang dihancurkan tanah-tanah meratap berpindah tuan, bahkan manusia yang dibuldozer?
Apakah sampai padamu berita tentang air mata yang tumpah dan menjelma minuman sehari-hari tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?
Apakah sampai padamu berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak, tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?
Para balita yang menggenggam batu dengan dua tangan mungil mereka menghadang tentara zionis Israel, lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi
Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha di halamannya menggenang darah dan tubuh-tubuh yang terbongkar
Peluru yang berhamburan di udara menyanyikan lagu kematian menyayat nadi kekejaman yang melebihi fiksi dan semua film yang pernah kau tonton di bioskop dan televisi
Kebiadaban yang mahanazi
Tapi orang-orang di negeriku masih saja mengernyitkan kening;
“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina? Persoalan di negeri sendiri menjulang!”
Mereka bersungut-sungut tak suka
Membatu,
tak jarang terpengaruh menuduh pejuang kemerdekaan Palestina yang membela tanah air mereka sendiri sebagai teroris!
Duhai, maka kukatakan pada mereka: Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini
Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!
Kita tak bisa hanya diam menyaksi pagelaran mahanazi, sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna dan bercanda di ruang keluarga
kita tak bisa sekadar menampung pembantaian-pembantain itu dalam batin atau purapura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:
“mereka yang membatasi ruang kemanusiaan dengan batas-batas negara, sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan
Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab belum tibakah masanya bagi kalian bersatu, membuka hati, berani berhenti mengamini nafsu Amerika yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

apakah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu nyata? Sebab tak pernah kami dengar PBB mengutuk dan memberi sanksi pada mahanazi teroris zionis Israel yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban dari wajah dan hati dunia
Apakah kalian, apakah kita tak malu,
Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu: menyebarkan tragedi keji ini pada hati-hati yang bersih, memberi meski sedikit apa yang kita punya dan mendoakan Palestina
Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh di hati mereka yang diberi kurnia?
Seperti cinta yang tak bisa kau hapus dari penglihatan dan ingatan, airmata, darah, dan denyut nadi manusia
Lawan Mahanazi!
(Helvy Tiana Rosa)

Life in the Grave, how your situation ?

Jika banyak orang mengatakan hidup adalah misteri , mungkin sebagian   ada benarnya  karena memang kita tidak pernah bisa memprediksi  apa yang akan terjadi  beberapa  menit kemudian bahkan dalam hitungan detik kedepan.  Tidak satu orangpun  yang dapat menjamin  kehidupan dimasa depan sekalipun mereka Milyuner, Ilmuwan ,Pakar di bidang apa saja dll terutama mengenai usia  yang dimilikinya.

Tetapi jika saya katakan hidup itu bukan hanya misteri tetapi juga riil,  saya kira juga tidak salah karena hidup itu bukan angan-angan tetapi perbuatan atau nyata dilakukan seperti halnya kita pernah hidup di dalam rahim atau kandungan ibu kita meskipun kita lupa bagaimana keadaan / situasi sewaktu kita hidup di dalamnya.  Tetapi itu benar-benar nyata bahwa setiap manusia pernah tinggal disana kecuali nabi Adam dan ibu Hawa .

Dari sini sesungguhnya Allaah secara tidak langsung  memberitahu kita bahwa betapa lemahnya diri kita , betapa tak berdaya mahluk yang berstatus manusia itu karena sekedar untuk mengingat kehidupan di dalam rahim yang pernah kita tempati saja tidak mampu sekalipun itu Ilmuwan atau orang terhebat sekalipun , tidak akan pernah mampu mengingatnya ! Padahal di dalam Al Qur;an dan Hadis disebutkan peristiwa yang terjadi pada manusia ketika berada dalam kandungan. Masihkah kita  sombong dengan mengingkari keberadaan Tuhan yang telah menciptakan kehidupan ini atau tidak mempedulikan Firman-firmanNya ?

Ada banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran saya terkait dengan kehidupan di dalam rahim  dengan kehidupan di dalam kubur ( alam sesudah kematian / persinggahan sementara sebelum menuju alam akhirat  ). Sekalipun banyak hadis yang membahas kehidupan di dalam kubur tetapi tetap menjadi teka-teki bagaimana kehidupan disana kelak , apakah kita benar-benar lupa dengan kehidupan kita sewaktu kita hidup di  dunia atau sebaliknya kita bisa mengingatnya dengan baik ( kecuali kelak pada saat hari pembalasan karena kita akan diperlihatkan segala sepak terjang kita sewaktu hidup di dunia ) .

Mendasari kenyataan bahwa  kita tidak pernah mampu mengingat sama sekali dua kehidupan  yang pernah kita lalui sebelumnya yaitu kehidupan sebelum di dalam  rahim dan kehidupan sewaktu  di dalam rahim  / kandungan . Mungkinkah kitapun akan lupa dengan kehidupan kita di dunia pada saat kita berada di  alam kubur ?  bagaimana situasinya apakah gelap gulita atau terang benderang saat kita hidup disana kelak ? ach....jika listrik mati saja membuatku terasa  begitu mencekam , apalagi  di dalam kubur ! Mungkin cara yang paling bijaksana untuk menghadapinya adalah dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum kita sampai kesana . Ya Allaah,,,kasihanilah kami ,aamiin.


Be careful ! Soybean Tempeh can cause high blood pressure !

Ketika aku sedang asyik menyelesaikan pekerjaanku . Aku mendengar  Nasrul berkata kepada Riana.

  “ Rin , kamu hati-hati lho jangan kebanyakan makan tempe ( makanan olahan dari kedelai ) nanti bisa darah tinggi “ katanya.

 “ Masa sih bukankah kedelai itu baik ? “ Jawab Riana  dengan nada yang tidak pecaya .

“ Iya tapi kalau terlalu sering mengkonsumsi itu bisa membuat darah tinggi lho ! “ Jawabnya serius .

“ kata siapa ? kalau daging kambing aku percaya “ Sanggahnya lagi.

“ Lha tetanggaku mas yanto, setiap hari dikasih makanan tempe sama istrinya. Hampir setiap jam makan selalu ada hidangan tempe di mejanya.” Lanjut Nasrul.

“ Terus ,.......” Riana  menanti kelanjutan ceritanya Nasrul.

 “ Pada suatu hari sepulang dari tempat kerja, mas Yanto mungkin karena lapar langsung menuju ke meja makan dan membuka tudung sajinya , tak lama kemudian ia berkata kepada istrinya “ Mah.......!! tempe lagi ! tempe lagi ! Tidak pagi tidak sore ! apa tidak ada makanan lain selain tempe ? “ tanyanya dengan nada tinggi ( marah ) sambil menggebrak meja.”

Mendengar itu Riana langsung ngakak , rupanya dia memahami gurauan yang disampaikan oleh Nasrul “ halah, bohong! “ katanya sambil masih tertawa.

Nasrulpun tertawa lantas melanjutkan  “ makanya Rin, kamu kalau menghidangkan makanan yang bervariasi, jangan kaya istrinya mas Yanto tiap hari di suruh konsumsi tempe terus ya bosan,  jadinya  darah tinggi deh.”

    Mendengar  percakapan  mereka, akupun  ikut tersenyum “ gurauan hari ini  “ catat !  hahaha.






The Mistery Of Dream !

Salah satu hal yang sangat ingin aku ketahui adalah tentang mimpi . Apakah sebenarnya yang terjadi dengan kita pada saat kita bermimpi  ? Bagiku itu hal yang sangat misterius , seperti halnya ruh atau nyawa.

Dalam hadis Rasulullah Saw bersabda “ Siapa saja yang melihatku dalam mimpi , maka ia benar telah melihatku karena setan tidak mungkin menyerupaiku “  ( HR. Muslim ).

Bila merujuk pada hadis tersebut maka ruh kita dapat dikatakan punya kesempatan atau peluang untuk bertemu dengan Rasulullah dan bisa juga dipahami bahwa kemungkinan untuk bertemu dengan setan juga dapat.

Maka dari hadis itu pula aku berpikir bahwa apakah pada saat   tidur ruh kita  melayang atau menggembara kemana-mana ? Apakah jika kita bermimpi bertemu dengan seseorang , apakah ruh kita benar-benar bertemu dengan ruh orang tersebut ?

Apakah pertemuan yang sebenarnya  antar ruh itu hanya berlaku khusus untuk Rasulullah Saw saja ? sedangankan untuk manusia yang lain tidak bisa ( belum tentu bertemu dengan sesungguhnya ) .
Karena pada suatu ketika temanku bermimpi bertemu denganku , kemudian dia bercerita dan bertanya apakah aku juga bermimpi ketemu dia pada saat yang sama ?

Dan ternyata pada saat itu aku tidak bermimpi , apalagi bertemu dengannya  :D. Maka aku menyimpulkan bahwa ketika kita mimpi bertemu dengan seseorang tidak berarti orang tersebut juga memiliki mimpi yang sama dengan kita.

Pada suatu ketika aku bermimpi melihat kehidupan / pemandangan  sesuatu yang sangat asing , diluar atau jauh dari pemikiranku. Disaat lain aku bermimpi tentang sesuatu yang jika aku hubungkan ternyata terkait dengan kondisi tubuhku sendiri misalnya kehausan , lapar dan ketika terbangun memang aku dalam keadaan haus / lapar :D ataupun terpengaruh oleh suara dari luar / sekitar.

Misalnya mimpi melihat orang sedang adzan , kemudian terbangun dan ternyata memang di masjid saat itu sedang berkumandang  adzan.
 Hm...lalu , apa sebenarnya yang terjadi dengan kita disaat mimpi ya ?

Aku coba cari refensi tentang mimpi , tapi menurutku tidak banyak membantu untuk dapat menjawab pertanyaanku.
Jika aku merujuk dalam Al Qur’an dimana dalam surat Yusuf ayat  4 – 6 , dalam surat tersebut disebutkan :

 “ ( ingatlah ) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “ wahai ayahku ! Sungguh aku melihat sebelas bintang , matahari dan bulan ; kulihat semua sujud kepadaku .”

“ Dia ( ayahnya ) berkata “ Wahai anakku ! janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya ( untuk membinasakan ) mu . Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi manusia “.

“ Dan demikianlah, Tuhanmu telah memilih engkau ( untuk menjadi nabi ) dan mengajarakan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan ( nikmatNya) kepadamu dan keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, ( yaitu ) Ibrahim dan Ishak. Sungguh Tuhanmu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana “.

Didalam Surat Yusuf ,  Allaah berfirman bagimana Allaah telah memberi kemampuan kepada Nabi Yusuf untuk mengartikan arti mimpi diantaranya mimpi dari Al Aziz, seorang pembesar dari Mesir. Maka dari surat Yusuf dapat disimpulkan bahwa mimpi juga termasuk salah satu petunjuk dari Allaah kepada  hambaNya dalam hal ini bagi nabi Yusuf , bagi orang yang dipenjara bersama nabi yusuf dan bagi Al Aziz ( pembesar / raja Mesir ).

Adapun hadis Rasulullah tentang mimpi diantaranya yaitu :

“ Mimpi itu ada tiga macam : Bisikan hati, ditakuti setan dan kabar gembira dari Allaah  “ ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda " Jikalau zaman sudah dekat, yakni dekat dengan datangnya hari kiamat, maka impian seorang mukmin hampir tidak dusta dan impian seorang mukmin itu adalah sebagian dari empat puluh enam bagian dari kenubuwatan ". ( Mutaffaq 'alaih ).

“ mimpi buruk berasal dari setan, maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi buruk , hendaklah meminta perlindungan kepada Allaah karenanya ‘ ( HR. Bukhari ).

Dari Jabir ra, ada seorang arab badui datang menemui Rasulullah, kemudian bertanya “ Ya Rasulullah , aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya. Nabi Saw bersabda kepada orang tersebut “ jangan kamu ceritakan  kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi “. ( HR. Muslim ).

“ Apabila salah seorang diantara  kalian bermimpi yang tidak disenanginya maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berlindunglah kepada Allaah dari gangguan syetan  tiga kali “ ( HR. Muslim ).

Merujuk dari hadis Rasulullah Saw maka apakah kemungkinkan ruh kita dapat bertemu dengan setan di alam mimpi seperti yang saya sampaikan diawal ? tapi bagaimana prosesnya ?

Jika aku simpulkan mungkin mimpi ini dapat berarti :

1.  Petunjuk dari Allaah Swt. ( Al Qur’an dan Hadis )
2.  Karena  perbuatan setan ( hadis ).
3.  Akibat dari keadaan atau  kondisi seseorang.  ( psikis dan jasmaninya ).
4.  Akibat suasana lingkungan seseorang tersebut .

Tapi apa sebenarnya yang terjadi dengan kita pada saat mimpi belum bisa dijelaskan dengan teori manusia saat ini ( menurutku ) . Bagiku mimpi itu Tetaplah Misteri dan merupakan salah satu bukti Kekuasaan Allaah . 

Entri yang Diunggulkan

My writing Is My expression ...

Menulis adalah salah satu kegiatan yang aku  sukai sejak dulu bahkan sejak aku  masih duduk di bangku SMP .  Pada waktu itu menulis puisi a...