True Muslim worship the Ka'ba ?

saya sering membaca di sosmed tentang tudingan orang - orang bahwa Muslim adalah penyembah Ka'bah (Black Box) bahwa agama Islam adalah Pagan dll. 
Hanya karena saat melaksanakan ibadah haji muslim memutari ka'bah ( seakan - akan ritual menyembah Ka'bah ) dan ketika melaksanakan sholat  Muslim menghadap ke kiblat ( Ka'bah ) atau perlakuan khusus terhadap Ka'bah.
Benarkah demikian ? 

Perlu saya sampaikan disini bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah baik  haji , sholat maupun ibadah lain selalu ada aturannya. 
Lantas mengapa Muslim ketika sholat harus menghadap ke Kiblat ( Ka'bah ) ?

Allah berfirman " Kami melihat wajahmu ( Muhammad ) sering menengadah kelangit, maka akan kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu kearah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab ( Taurat dan Injil ) tahu, bahwa ( pemindahan kiblat ) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan ". ( QS. Al - Baqarah : 144 ).

" Dan ( ingatlah ) ketika kami menjadikan rumah ( Ka'bah ) tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqom Ibrahim itu tempat salat. dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail. " Bersihkanlah " rumahku untuk orang - orang yang itikaf, orang yang ruku dan orang yang sujud ".
( QS. Al - Baqarah : 125 ) 

Disini jelas bahwa ketika  umat Islam sholat dengan menghadap ke kiblat ( Ka'bah ) karena mematuhi perintah Allah bukan karena keinginan / semaunya sendiri.

Pada zaman rasullullah dahulu  , kiblat pertama umat muslim adalah Baitul Makdis ( Masjid Al - Aqsha ) yang berada di palestina. Menurut beberapa keterangan ketika Allah memerintahkan untuk sholat dan menghadap Masjid Al-Aqsha dengan maksud menghadap ketempat yang suci, bebas dari berbagai macam berhala dan sesembahan karena pada waktu itu kondisi Masjid Al- Haram  yang merupakan tempat keberangkatan Isra Mi'raj belum berupa bangunan masjid.

sebab kala itu masih dipenuhi dengan berhala - berhala yang jumlahnya mencapai 309 buah dan senantiasa disembah oleh orang - orang Arab sebelum kedatangan agama Islam ( Nabi Muhammad ) tetapi pada zaman nabi Ibrahim umat Islam berkiblat ke  Ka'bah  dan setelah peninggalan  nabi Ibrahim beserta keturunannya  Ka'bah dijadikan tempat pemujaan / banyak berhala oleh orang - orang kafir sehingga pada zaman itu disebut zaman kegelapan , zaman jahiliyah. Oleh karena itu pada awal kenabian nabi Muhammad umat Islam berkiblat ke baitul Maqdis )

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari sahabat Al Barra " bahwasanya Rasulullah sholat kearah Baitul maqdis selama16 atau 17 bulan. Ketika Rasulullah SAW tinggal di madinah , beliau sering menengadahkan ke langit menunggu turunnya Wahyu dari Allah SWT karena mengharapkan perpindahan kiblat ke Ka'bah, disebabkan  orang - orang yahudi selalu mengatakan bahwa sesungguhnya Muhammad SAW mengikuti arah kiblat kami ( Baitul Maqdis ) jikalau tidak ada kami , Muhammad SAW tidak tahu arah kiblatnya maka Rasullah enggan menghadap ke arah kiblatnya ( Baitul Maqdis ). Maka Turunlah Firman Allah ( QS. Al Baqarah : 144 tersebut diatas).

Dan anggapan yahudi ini dijawab oleh Allah SWT dalam firmanNya : 

 " Orang - orang yang kurang akal diantara manusia akan berkata " apakah yang memalingkan mereka ( muslim ) dari kiblat yang dahulu mereka berkiblat kepadanya? " katakanlah ( Muhammad ) " Milik Allahlah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa Dia kehendaki ke jalan yang lurus." ( QS. Al - Baqarah : 142 ).

Di ayat ini Allah menjelaskan bahwa dimanapun kita berkiblat semua adalah milik Allah dan Allahlah yang memberi petunjuk sesuai kehendakNya.
 
Namun sesungguhnya kalau kita mengkaji dari Firman Allah, perpindahan kiblat ini ada tujuannya yaitu untuk MEMBEDAKAN siapa yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW ( Islam ) dan siapa yang mengingkari / TETAP berkiblat ke arah Baitul Maqdis ( Yahudi / non muslim) seperti dalam firmanNya :

" Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu ( umat Islam ) " umat pertengahan " agar kamu menjadi saksi atas ( perbuatan ) manusia dan agar Rasul ( Muhammad ) menjadi saksi atas ( perbuatan ) kamu. kami tidak menjadikan kiblat yang  (dahulu ) kamu ( berkiblat ) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik kebelakang. Sungguh, ( pemindahan kiblat ) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia - nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." ( QS. Al - Baqarah : 143 )

kesimpulannya : 
  1.  umat Islam bukan menyembah Ka'bah ( sebelumnya Baitul Maqdis , masa yang disembah berganti - ganti ) tetapi menjadikan Ka'bah sebagai penentu arah untuk ibadah Sholat agar dimanapun umat Islam berada saat melaksanakan sholat harus menghadap ka'bah dan ini sebagai bentuk pemersatu umat Islam sekaligus memiliki arti  bahwa dalam Islam tidak ada pembedaan dimanapun kita berada dan siapapun kita  jika itu muslim harus menghadap ke kiblat ( ka'bah ) saat melaksanakan sholat.
  2.  Jika muslim menyembah Ka' bah tentu tidak akan berani menginjak - injak Ka'bah atau berdiri diatas Ka'bah pada saat membersihkan / mengganti kain penutup Ka'bah. Tidak mungkinkan kita menginjak - injak sesuatu yang kita sembah .
  3.  Pemindahan kiblat juga dimaksudkan untuk membedakan siapa yang menjadi umat nabi Muhammad ( dengan mengikuti kiblatnya ) dan siapa yang bukan umat nabi Muhammad.
  4. Bahwa setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadaNya, untuk mengetahui siapa diantara umat - umatnya mengikuti Rasulnya ( pada zamannya ) . " Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadaNya. Maka berlomba -lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada , pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." ( QS. Al- Baqarah : 148 )




Cara Menampilkan Jumlah Tayangan / Traffic Pengunjung Blog

Sebenarnya ada beberapa pilihan cara untuk menampilkan jumlah pengunjung  tetapi sengaja saya pilih versi dari Blogger karena lebih praktis dan mudah meskipun kurang lengkap informasinya . 
Dan ini saya tulis  khususnya untuk  para blogger pemula ( masih belajar ) yang masih sering kebingungan seperti saya . Saya akan coba sepraktis dan semudah mungkin untuk membagi sedikit pengetahuan bagaimana cara menampilkan traffic pengunjung.
Ok . Kita mulai saja :
# pertama buka blog anda 
# Masuk ke dashboard
# klik Tata Letak
# Kemudian Klik Tambah Gadget, maka akan muncul                beberapa menu 
# Klik Tanda ( + ) pada Statistik Blog 
# Kemudian klik  simpan  ( proses sudah selesai )
# Cek blog anda , maka jumlah pengunjung / jumlah                  tayangan  sudah ditampilkan di blog anda 

Sekelumit kisah perjalanan

Terinspirasi dari seorang pengamen yang baru saja datang ke rumahku , aku jadi teringat suka duka  perjalanan menuju ke tempat bekerja dimana aku  harus menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit - 1 jam, waktu yang lumayan melelahkan menurutku. Aku memilih bus sebagai alat transportasiku karena jaraknya yang lumayan jauh.


Namun di balik itu  banyak sekali kesan / pengalaman yang dapat kuperoleh . Mulai dari cara pedagang asongan menawarkan dagangannya , cara pengamen menarik simpati penumpang untuk memberikan uang atas jasanya menyanyi dll.

Dari sekian banyak pedagang asongan yang menarik perhatianku adalah penjual permen jahe, bukan karena orangnya / fisiknya tapi cara menawarkannya kadang bikin kita ketawa dengan ciri khasnya dia akan bilang " iseng, iseng juga masuk " sambil membagikan permen jahenya  ke penumpang, dari pertama aku kerja hingga  aku dan temanku beralih tugas tidak pernah tahu maksud kalimatnya itu.

lain lagi cerita salah satu pengamen , tiap kali selesai menyanyi dia akan mengatakan " dan bagi hati yang berkerudung .......intinya minta kesadarannya untuk memberi uang sekedarnya. Hati yang berkerudung itu bagaimana ? apa yang memakai jilbab haha...ada- ada saja .

Masih seputar perjalanan , aku melewati beberapa pasar  ( 4 pasar ) disitu aku sering merasa takjub . Subhanallah.....begitu banyak hambaMu bermunculan di segala penjuru lokasi pasar . Masing -masing sibuk dengan urusannya , ada yang sedang menawar , ada yang sedang duduk termangu karena sepi pembeli, ada yang kerepotan karena dikelilingi pembeli, ada yang jongkok, berdiri sambil ketawa sendiri dengan hp nya, ada yang lagi makan, ada yang marah kepada anaknya sementara anaknya menangis ,  masih banyak lagi tak bisa aku tulis satu persatu. Dan ini terjadi hampir di semua pasar. Benar -benar sibuk !! 

Dalam hati aku memuja kebesaranMu ya, Allah....aku tak bisa membayangkan seberapa banyak umatMu yang akan berkumpul kelak saat hari kiamat . Baru melihat satu pasar saja sudah sekian banyak dan sedemikian ramainya. Sedemikian ragam wajah dan sosok / bentuk tubuhnya. Sedemikian  ragam orang mengkais rezeki.

Tetapi yang paling aku sukai dari perjalanan ini adalah kesempatanku untuk banyak berdzikir selama dalam waktu tersebut ,makanya kadang saya malas kalau diajak ngobrol oleh seseorang baik teman ataupun penumpang lain. Biasanya aku pasang muka cuek biar tidak diajak ngobrol hehe...masih di dalam bus juga kadang aku gunakan kesempatan untuk berbuat baik meski sekedar memberi tempat duduk bagi orang tua ataupun ibu hamil dan itu bisa   membuatku bahagia. Yang membuat sedih / takut mungkin ketika hujan deras disertai guntur yang menggelegar selebihnya enjoy - enjoy saja !

Kini waktu telah berlalu memang benar kata pepatah Segala sesuatu memang ada hikmahnya. Dan dari perjalanan ini aku sudah banyak mengambil pelajaran tentang betapa kompleksnya kehidupan ini.

Penempatan Lafadz Allah SWT dan Nama Nabi Muhammad SAW

Sebelumnya saya minta maaf khususnya untuk kaum muslimin  bila tulisan ini terkesan memprovokasi ataupun kontroversial jika salah itu semata-mata  karena ketidaktahuan saya . Dan ini lahir dari hati nurani dan pemikiran saya sendiri bahwa sudah tidak asing lagi setiap kali memasuki Masjid, Mushola atau  ruang - ruang  tempat ibadah orang muslim selalu menempatkan lafadz Allah SWT ( dalam bahasa Arab )  sejajar dengan Nama Nabi Muhammad SAW ( dalam bahasa Arab ).

Saya sering bertanya dalam hati , kenapa Lafadz Allah disejajarkan dengan nama nabi kita Muhammad ? seolah-olah memberi kesan bahwa   Allah dan rasulNya memiliki kedudukan yang sama , padahal jelas bahwa kedudukan Tuhan berbeda dengan mahlukNya !

saya merasa bahwa ini tidak benar , apapun alasanya Tuhan adalah Tuhan  dan manusia adalah manusia  ( tidak mungkin bisa sejajar ).

Lain halnya dengan gambar / foto presiden dan wakil presiden , saya kira itu boleh saja karena keduanya sama - sama manusia . Lalu adakah hadis tentang itu ? karena sejauh ini  saya belum menemukan / membacanya .

Kalau menurut perkiraanku pada zamannya nabi Muhammad masih hidup sepertinya tidak melakukan itu begitu juga pada masa - masa  khulafaur Rosyidin.  Jadi penempatan lafadz Allah dan nama nabi Muhammad dilakukan tentu pada baru-baru ini ( jauh setelah nabi Muhammad SAW wafat ).

Entah siapa yang memulai untuk menempatkan Lafadz Allah sejajar dengan nama utusanNya , yang jelas di kemudian hari untuk menghiasi dinding Masjid selalu disejajarkan. 

mungkin bagi orang - orang itu bentuk penghormatan kepada NabiNya tetapi bagi saya pribadi tetap ada perasaan kurang sreg  / mengganjal dihati.

Maaf,  kurang tepat / kurang bisa diterima jika Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Agung harus disejajarkan dengan manusia / mahluk ciptaanNya.

Bukan berarti saya tidak mencintai atau menghormati nabi Muhammad SAW, tetapi hanya ingin menempatkan sesuai proporsinya .

Menurutku penempatan yang benar dan lebih bisa diterima adalah dengan secara vertikal / atas bawah bukan horisontal / sejajar ( sudah saya lakukan dirumah sendiri ). Sekali lagi ini menurut hati dan pemikiran pribadi  , jika setuju alhamdulillah kalaupun tidak itu hak anda .

PUISI CINTA ( tentang rasa )

Duhai, Engkau yang mempesonaku
sejuta rasa  kusimpan dalam benakku
bagai tetesan air hujan yang terjatuh di belangga
perlahan namun pasti , menyusup ke ruang ruang kosong  jantungku
rasa itu .....rasa yang tak bisa kuurai dengan kata !
Engkau yang menggenggam jiwaku ,
meluruhkan kesombonganku ,
menyadarkanku !
menjajah pikiranku !
Rasa itu...
membuatku tertunduk , bersimpuh diri di hadapan-MU
kala kusendiri , disaat yang sepi
makin kusadari bahwa sesungguhnya ,
telah mati kemilau dunia ini !


Ka'bah

Kakbah (bahasa Arab : الكعبة, transliterasi: Ka'bah) adalah Bait Suci atau tempat beribadah kepada Allah yang pertama kali didirikan di muka bumi. Bentuk bangunan Kakbah mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam) dan merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal-hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.
 Dimensi struktur bangunan kakbah lebih kurang berukuran 13,10 m tinggi dengan sisi 11,03 m kali 12,62 m. Juga disebut dengan nama Baitullah ('rumah Allah').

Dalam salah satu sabdanya, Nabi Muhammad Saw. bersabda, " Ka'bah itu adalah sistim tanah diatas air, dari tempat itu bumi ini diperluas ". 
Sabda Nabi ini menegaskan bahwa kota Mekah dimana Ka’bah berada, merupakan pusat bumi, dan penelitian ilmiah membuktikan hal ini.
Seperti dikutip dari berbafai sumber, termasuk dari VIVAnews Forum, salah satu yang mengetahui kebenaran sabda Rasululan adalah Neil Amstrong, astronot berkebangsaan Amerika yang menjadi orang pertama yang menginjakkan kakinya di bulan.Ketika Amstrong sedang melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet bumi, ia berkata,

— “Planet bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”
Selain Amstrong, astronot lain juga menemukan fakta bahwa planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui sebagai medan magnet.
Penemuan ini sempat mengguncang National Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui Internet.
Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya, seolah memang sengaja dihapus demi kepentingan tertentu.
Namun demikian, keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tempat dimana Ka’bah berada. Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite (tidak berujung).
Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Bahkan jika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius.
PENELITIAN LAIN
Mengungkapkan, batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah museum di Inggris, ada tiga buah potongan batu dari Ka’bah tersebut, dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
— “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari pada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”
PEMBUKTIAN LAIN
Prof. Hussain Kamel, seorang ilmuwan, juga menemukan fakta bahwa Mekah memang pusat bumi. Penemuan terjadi saat ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak antara benua-benua tersebut dengan Mekah. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
Setelah dua tahun melakukan pekerjaan yang sulit dan berat
 itu, ia dibantu oleh program-program komputer untuk 
menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang
berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa 
yang ditemukan, bahwa Mekah merupakan pusat bumi.
Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut.
(Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Mekah.
Dalam Al Qur’an, Allah berfirman;

— “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya…” (
QS.42 Asy-Syura :7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Dulu, sebelum bumi menjadi seperti keadaannya yang sekarang, planet tempat tinggal manusia dan jin ini ditutupi air (samudera). Kemudian gunung api di dasar samudera meletus dengan dahsyat, memuntahkan lava dan magma dalam jumlah yang teramat banyak, yang kemudian membentuk gundukan tanah serupa bukit.
Di bukit ini lah Ka’bah berdiri. Studi ilmiah membuktikan, batu basal yang ditemukan di kota Meka merupakan batuan purba. Jadi jelas, setelah kawasan Mekah terbentuk, daratan meluas hingga seperti saat ini.
Sumber : Wikipedia  bahasa Indonesia
                Desaislam. wordpress.com





Satan IsThe Main Enemy Of Man

Dalam kitab Suci Al Qur'an , berkali - kali Allah telah mengingatkan kepada manusia agar menjauhi dan waspada terhadap syaitan karena syaitan adalah musuh utama dari manusia.

" Hai sekalian manusia , makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat  di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah - langkah syaitan ; karena  sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu ". ( QS. Al - Baqarah : 168 ).

" Hai orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan karena  syaitan itu musuh yang nyata bagimu " ( QS. Al -baqarah : 208 ).

" Bukankah Aku telah mengatakan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak memyembah syaitan ? sungguh, syaitan itu musuh yang nyata bagimu " ( QS. yasin : 60 ).

Permusuhan itu diawali setelah Allah menciptakan manusia , sebagaimana firman-Nya :


" ( ingatlah ) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat , " sesungguhya Aku akan  menciptkan manusia dari tanah ".
" kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh ( ciptaan) Ku kepadanya; maka hendaklah kamu bersujud kepadanya ".
" lalu para malaikat itu bersujud kepadanya "
" Kecuali Iblis ; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir ".
" ( Allah ) berfirman , " wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu ( merasa ) golongan yang  (lebih) tinggi ?"
" ( Iblis ) berkata ," Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah ". 
" (Allah) berfirman," Kalau begitu keluarlah kamu dari syurga ! sesungguhnya kamu adalah mahluk yang terkutuk ".
" Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan "
" (Iblis) berkata," Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan ".
" (Allah ) berfirman, " Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan. Sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya ( hari kiamat )".
" ( Iblis ) menjawab ," Demi kemuliaan-Mu , pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka."
"(Allah) berfirman," maka yang benar (adalah sumpahku) , dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu diantara mereka semuanya." ( QS. Sad : 71-85 ).

Karena kesombongannya iblis / syaitan menolak untuk bersujud kepada manusia dan karena itu  ia pun terusir dari syurga. Dan hal ini tentunya membuatnya marah maka iblis meminta kepada Allah agar diberi waktu penanguhan sampai hari pembalasan sekaligus meminta agar diberi kesempatan  menggoda / menyesatkan manusia untuk mengikuti jejaknya . Dan manusia pertama yang mendapat godaan dari Iblis adalah Adam dan Hawa . Mereka telah diperdaya oleh Iblis sehingga mereka dikeluarkan dari syurga. 

" ( Allah ) berfirman, "Turunlah kamu ! kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan ". ( QS. Al - A'raf : 24 ).

Kemudian dimulailah kehidupan di bumi seiring dengan ancaman syaitan yang akan terus menerus untuk menyesatkan manusia melalui berbagai cara dan dari segala arah.

" ( Iblis ) menjawab ,"karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka.Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka  bersyukur. " ( QS. Al - A'raf : 16 -17 ).

Adapun hasil kerjaan syaitan dalam diri manusia diantaranya adalah :
a. Sifat sombong : karena ilmunya / kepandaiannya ,kecantikan/           ketampanannya, harta / kekayaannya.
b. Sifat riya / pamer ( karena terlalu berharap kepada manusia  ).
c. ujub / membanggakan diri sendiri : kecantikan / ketampanan,
    keimanannya.                                                      
d. Iri dan dengki.
e. Kikir dan takut akan kemiskinan.
f. Cinta kehidupan  dunia yang berlebihan 
g. Tamak : segala sesuatu yang melebihi  batas kebutuhan, dll.

Point yang ingin saya sampaikan adalah segala bentuk kekacauan / permasalahan di dunia ini disebabkan oleh syaitan yang telah membisikkan ke dada manusia setiap saat saat , setiap waktu bahkan setiap detik , syaitan tak akan pernah lelah untuk menyesatkan manusia dari keimanan seseorang untuk mengikuti langkahnya hingga terjerumus baik di dunia maupun  akheratnya ( neraka ). 

" Wahai anak cucu Adam  ! Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa , itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda - tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat. "

" Wahai anak cucu Adam ! Janganlah sampai kamu tertipu oleh syaitan sebagaimana halnya dia ( syaitan ) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari syurga, dengan menganggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan -syaitan itu pemimpin bagi orang -orang yang tidak beriman". ( QS. Al- A'raf : 26 27 ).

Rasulullah bersabda " Sesungguhnya setan bergerak dalam diri manusia dalam darahnya, maka sempitkanlah aliran setan dengan lapar ". ( HR. Ahmad ).

Rasulullah bersabda " sesungguhnya setan meletakan belalainya diatas hati manusia,  jika dia berdzikir kepada Allah maka setan menarik belalainya keatas. namun jika ia lupa kepada Allah maka setan melahap hatinya ". ( HR. Ibnu Abi Dunya ).


11 Golongan Ahli Neraka 1 Golongan Ahli Syurga

“yaitu… hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.”
Adalah diriwayatkan bahawa ayat yang tersebut diatas pernah ditanyakan oleh Saidina Muaz bin Jabal, katanya,
“Ya Rasulullah, apa maksudnya ayat ini?” Maka Rasulullah saw menangis sebelum menjawab soalan tersebut kerana inilah yang selalu dibimbangkan oleh baginda. Lalu baginda menjawab:
“Ya Muaz, umatku kelak apabila bangkit dari kubur akan menjadi 12 golongan. Sebanyak 11 golongan akan memasuki neraka dan hanya 1 golongan sahaja yang akan memasuki syurga. Adapun 11 golongan yang memasuki neraka adalah seperti berikut:-
1.Mereka yang tidak mempunyai kaki dan tangan. Ini adalah kerana mereka suka menyakiti hati  tetangga.
2.Mereka yang menyerupai babi. Ini adalah balasan bagi orang yang suka melengah-lengahkan solat lima waktu.
3.Mereka yang perutnya besar seperti gunung dan dipenuhi dengan ular dan kala. Inilah balasan bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakat.
4.Mereka yang keluar darah dari mulutnya. Inilah balasan mereka yang berdusta.
5.Mereka yang berbau busuk seluruh badannya. Ini adalah balasan mereka yang mengaut keuntungan dalam jual beli atas penipuan.
6.Mereka yang dicincang-cincang pada tengkuk dan bahu. Ini adalah balasan mereka yang menyaksikan maksiat atau perbuatan jahat.
7.Mereka yang keluar dengan tidak berlidah dan keluar nanah dan darah dari mulut. Ini balasan mereka yang tidak mahu menyaksikan kebenaran.
8.Mereka yang keluar dalam keadaan terbalik iaitu kepala dibawah dan kakinya keatas. Ini adalah balasan mereka yang berzina serta mati sebelum bertaubat.
9.Mereka yang berwajah hitam, bermata biru dan perutnya penuh api. Ini balasan mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim.
10.Mereka yang kulitnya penuh kudis dan penyakit2 lain yang menjijikan. Ini adalah balasan mereka yang berani melawan kedua ibu bapanya.
11.Meraka yang buta matanya dan hatinya, giginya seperti tanduk, bibirnya berjuntai hingga keperut, dari perut dan pehanya keluar kotoran. Ini adalah balasan mereka minum minuman keras.
Dan satu golongan yang masuk ke syurga ialah:
1.Mereka yang wajahnya bagaikan bulan purnama, berjalan di atas titian Mustaqim pantas seperti kilat. Ini balasan orang yang beramal salih dan menjauhi maksiat serta mendirikan solat lima waktu dan mati dalam keadaan bertaubat.
Semoga kita bukanlah tergolong dalam 11 golongan ini,sama-sama kita kearah golongan yang mana berjalan di atas titian Mustaqim pantas seperti kilat.
sumber : piter mochsen 

The Last Sermon Of Prophet Muhammad SAW

Khutbah ini disampaikan pada 9 Dzulhijjah, Tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah;
Dari Jarir ra: 
“Sungguh Nabi S.A.W. bersabda padanya, pada Haji Wada’ (Haji perpisahan/haji Nabi saw yang terakhir). Simaklah dengan baik wahai orang-orang, lalu beliau bersabda: “Jangan kalian kembali kepada kekufuran setelah aku wafat, saling bunuh dan memerangi satu sama lain”(Shahih Bukhari)

Haji Wada’ dikenal juga dengan nama Haji Perpisahan Nabi Muhammad S.A.W. Beliau mengumumkan niatnya pada 25 Dzulqaidah 10 H atau setahun sebelum beliau wafat. Dari sekian banyak hikmah dari Haji Wada’ ini adalah pesan kemanusiaan yang terungkap dari khutbah beliau.

Pada hari kedelapan Zulhijjah, yaitu Hari Tarwia, Nabi Muhammad S.A.W. pergi ke Mina. Selama sehari itu sambil melakukan kewajiban salat ia tinggal dalam kemahnya itu. Begitu juga malamnya, sampai pada waktu fajar menyingsing pada hari haji. Selesai salat subuh, dengan menunggang untanya al-Qashwa’ tatkala matahari mulai tersembul ia menuju arah ke gunung ‘Arafat. Arus-manusia dari belakang mengikutinya. Bilamana ia sudah mendaki gunung itu dengan dikelilingi oleh ribuan kaum Muslimin yang mengikuti perjalanannya - ada yang mengucapkan talbiah, ada yang bertakbir, sambil ia mendengarkan mereka itu, dan membiarkan mereka masing-masing.

Di Namira, sebuah desa sebelah timur ‘Arafat, telah pula dipasang sebuah kemah buat Nabi, atas permintaannya. Bila matahari sudah tergelincir, dimintanya untanya al-Qashwa, dan ia berangkat lagi sampai di perut wadi di bilangan ‘Urana. Di tempat itulah manusia dipanggilnya, sambil ia masih di atas unta, dengan suara lantang; tapi sungguhpun begitu masih diulang oleh Rabi’a bin Umayya bin Khalaf. Setelah mengucapkan syukur dan puji kepada Allah dengan berhenti pada setiap anak kalimat ia berkata

Suasana di Padang Arafah ketika musim Haji Di Arafah, segala puji kepada Allah dan shalawat bergema ketika Rasulullah berdiri untuk memulai khutbah.

Wahai Manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan.Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan seksama kata-kataku dan sampaikanlah kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sebagaimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba,oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang. Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dan dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti nya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia,sebagaimana kamu mempunyai hak keatas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik, berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia ,dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadan dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu.Kerjakanlah ibadat Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahwa setiap Muslim adalah bersaudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh karena itu awasilah agar jangan sekali-kali terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan pahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesumgguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu.

“Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?”

Sementara Nabi mengucapkan itu Rabi’a mengulanginya kalimat demi kalimat, sambil meminta kepada orang banyak itu menjaganya dengan penuh kesadaran. Nabi juga menugaskan dia supaya menanyai mereka misalnya: Rasulullah bertanya “hari apakah ini? Mereka menjawab: Hari Haji Akbar! Nabi bertanya lagi: “Katakan kepada mereka, bahwa darah dan harta kamu oleh Tuhan disucikan, seperti hari ini yang suci, sampai datang masanya kamu sekalian bertemu Tuhan.”

Setelah sampai pada penutup kata-katanya itu ia berkata lagi:

“Ya Allah! Sudahkah kusampaikan?!”

Maka serentak dari segenap penjuru orang menjawab: “Ya!”

Lalu katanya: “Ya Allah, saksikanlah ini!”

Selesai Nabi mengucapkan pidato ia turun dari al-Qashwa’ - untanya itu. Ia masih di tempat itu juga sampai pada waktu sembahyang lohor dan asar. Kemudian menaiki kembali untanya menuju Shakharat.

Pada saat itulah turun wahyu yang terakhir kepada Nabi Muhammad S.A.W. :

Firman Allah SWT :

 “Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan Aku Ridho Islam menjadi agama bagimu.”
(QS. Al-Maidah : 3).

Abu Bakar ketika mendengarkan ayat itu ia menangis, ia merasa, bahwa risalah Nabi sudah selesai dan sudah dekat pula saatnya Nabi hendak menghadap Allah.

Dengan selesainya ibadah haji ini, ada orang yang menamakannya ‘Ibadah haji perpisahan’ yang lain menyebutkan ‘ibadah haji penyampaian’ ada lagi yang mengatakan ‘ibadah haji Islam. Nama-nama itu memang benar semua. Disebut ‘ibadah haji perpisahan’ karena ini yang penghabisan kali Nabi Muhammad S.A.W. melihat Mekah dan Ka’bah. Dengan ‘ibadah haji Islam,’ karena Allah telah menyempurnakan agama ini kepada umat manusia dan mencukupkan pula nikmatNya. ‘Ibadah haji penyampaian’ berarti Nabi telah menyampaikan kepada umat manusia apa yang telah diperintahkan Tuhan kepadanya. Tiada lain Muhammad hanya memberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada orang-orang beriman.
Setelah meninggalkan Arafat malam itu Nabi bermalam di Muzdalifa. Pagi-pagi ia bangun dan turun ke Masy’ar’l-Haram. Kemudian ia pergi ke Mina dan dalam perjalanan itu ia melemparkan batu-batu kerikil. Bila sudah sampai di kemah ia menyembelih 63 ekor unta, setiap seekor unta untuk satu tahun umurnya, dan yang selebihnya dari jumlah seratus ekor unta kurban yang dibawa Nabi sewaktu keluar dari Medinah - disembelih oleh Ali. Kemudian Nabi mencukur rambut dan menyelesaikan ibadah hajinya.

(Khutbah ini disampaikan oleh Rasulullah S.A.W pada 9 Zulhijjah Tahun 10 Hijrah di Lembah Uranah, Gunung Arafah.)


Sumber : Lampu Islam. Blogspot.com

Beware of speech if it doesn't want to suffer losses !


Bercanda dan berkata  adalah bagian dari  cara berkomunikasi antar sesama manusia sebagai mahluk  sosial. Sesungguhnya bagaimana  cara  seseorang berbicara secara tidak langsung dapat menunjukkan kepribadian seseorang . Apakah suka berkata kasar, halus , sering berkata - kata yang kotor ataupun dalam nada berbicara apakah sering menyampaikan dengan nada marah, ceria, dll maka ketika kita mengingat seseorang yang kita ingat adalah sifat  yang paling menonjol dari orang tersebut.

Dalam  pergaulan sehari -hari  dengan teman, rekan kerja atau di ruang lingkup saudara  / family sendiri seringkali kita tertawa terbahak - bahak ketika kita berhasil mempermalukan seseorang baik itu dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Bahkan kadang tidak peduli apakah itu menyakitkan hati atau tidak , menyinggung perasaan seseorang atau tidak , apakah bahan / materi yang disampaikan itu pantas  atau tidak. Banyak manusia terjerumus dalam hal ini karena menganggap bahwa tindakan  itu adalah hal biasa .

 Sebenarnya hati kecil mereka tahu bahwa itu tindakan yang  salah / tidak baik  ketika mengatakan kebohongan / menyakitkan hati seseorang.  Terlebih ketika kebohongan itu dilakukan agar orang lain menertawakannya / jika karena tindakan tersebut membuat orang merasa malu/ dipermalukan, tetapi mereka mengabaikan suara hatinya dan memberi pembelaan dengan mengatakan dalam hati " ah, cuma bercanda doang " , halah,,,cuma gitu aja kok " dll . Selain bercanda , berkata yang kotor / tidak baik , mengumpat , juga tak kalah seringnya diucapkan oleh seseorang .

 Lalu bagaimana tindakan itu menurut  agama Islam ? 
Dari Abu Hurairah bahiwa Rasulullah Shallallahu ' alaihi wa'salam bersabda ,

" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam " ( HR Bukhari & Muslim ).

" Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya ". ( HR Bukhari ).

Berkata yang baik juga merupakan salah satu ciri orang beriman . 
Maka jika seseorang masih suka berkata kotor, bergosip , mencela , memfitnah dan mengutarakan keburukan orang lain boleh jadi orang itu masih lemah imannya.

Dari Abu hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa'salam bersabda,
" Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? "
Para sahabat pun menjawab " orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham dan harta benda "
Beliau menimpali " Sesungguhnya  orang yang bangkrut dikalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak kebaikan - kebaikannya  akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apakah amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambilah dosa -dosa orang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. kemudian diapun dicampakkan ke dalam neraka " ( HR. Muslim ).

" Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban " ( QS. Al - Isra : 36 ).


" Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan didekatnya malaikat pengawas yang  selalu hadir " ( QS. Qaf : 18 ).

" Padahal sesungguhnya bagi kamu ada ( malaikat - malaikat ) yang mengawasi ( pekerjaanmu ), yang mulia ( di sisi Allah ), dan yang mencatat ( pekerjaan - pekerjaanmu itu ). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan ". ( QS. Al-Infithar : 10-12 ).
Mengingat betapa ruginya orang - orang yang melakukan  tindakan - tindakan tersebut diatas, sebaiknya sedapat mungkin kita belajar untuk segera menguranginya dengan   beberapa cara  diantaranya :  
a. Sedikit bicara / bicara seperlunya saja.
b. Berkata yang benar dan jelas maksudnya.
c. Hindari berkata kotor / jorok .
d. Hindari kata - kata yang berpotensi atau dapat menimbulkan             sakit hati / tidak bermafaat. 
e. Jangan suka mencela kekurangan / kelemahan orang lain .
f. Jangan suka  mengungkapkan keburukan orang lain.
g. Jangan menanggapi berita,  baik yang sudah atau yang belum           pasti kebenarannya terutama mengenai keburukan seseorang .

SAY, NONE COMPARABLE TO HIM !



ketika kecil dulu saya selalu membayangkan seperti apakah sosok Tuhanku  karena sosok Tuhan dari agama lain bisa dilihat sementara saya sama sekali tidak bisa melihat -Nya . Namun demikian, sekalipun saya tidak dapat melihat Tuhanku sendiri, tidak berarti saya tidak mempercayai kehadiran-Nya  karena betapa besar dan dahsyat  kekuasaan-Nya sehingga manusiapun   tak mungkin sanggup melihat-Nya dan ini  semakin membuat saya kagum dan terpesona dengan sifat -sifat yang dimiliki -Nya. 

Saya bangga dan merasa puas karena Tuhan saya berbeda dengan sosok Tuhan  agama lain yang dengan mudah saya lihat figurnya.
Mengapa ? karena bagiku  Tuhan itu harus super power ! Tak tertandingi !Tak terbatas!  dan  berbeda dengan mahluknya ( hasil ciptaan-Nya ) ! 
Terlebih setelah lebih mengenal sifat-sifatnya semakin memperteguh keyakinan dan kepecayaanku  terhadap -NYa.


 Dari sekian banyak sifat-Nya mungkin hampir sama dengan Tuhan dari agama lain yaitu Maha Mendengar, Maha Penyayang, Maha Kuasa, Maha Melihat dll, tentu agama selain Islampun mengklaim  bahwa Tuhan mereka pun demikian ( memilki sifat yang sama ) . Tetapi dari sekian banyaknya persamaan , ada satu sifat yang sangat membedakan diantara mereka yaitu Tuhan milik orang Islam tidak dapat dibandingkan / diserupakan dengan sesuatu apapun di bumi ini sementara Tuhan dari agama lain dapat di lihat , di  lukis  bahkan di buat miniaturnya .

Bagi saya pribadi  sangat bangga karena Tuhan yang saya miliki jauh berbeda dengan Tuhan yang mereka miliki . Saya bangga justru  karena sosok -Nya  yang  tidak dapat dilihat oleh mata , jika sosok-Nya tidak dapat ditiru / disamakan dengan sesuatu benda / mahluk / figur lain di dunia ini. Dan menurutku memang sudah seharusnya begitu  antara yang Menciptakan dan yang diciptakan tantu memiliki perberbedaan  dzat / materi, itu mutlak sifatnya ! karena tidak logis saja seandainya antara pencipta ( Tuhan ) dengan mahluk ciptaan-Nya mempunyai materi yang sama . Lantas apa bedanya kedudukan Tuhan ( Pencipta ) dengan hasil ciptaan-_nya ( mahluk ).  Bagi saya  ( kaum  muslimin ) dapat mengerti  tentang hal tersebut karena Allah sendiri telah memberitahu kepada manusia ( kita ) melalui firman- Firman-Nya :

" Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia yang Maha Mendengar , Maha Melihat " ( QS.Asy- Syura :11 ).

" Semua yang ada di bumi ini akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki  kebesaran dan kemulyaan tetap kekal " ( QS. Ar- rahaman : 26 - 27 )

" Allah , tidak ada Tuhan selain Dia . yang Maha hidup yang terus menurus mengurus ( mahluknya ) ( QS. Ali Imran : 2 ).

" sesungguhnya urusannya apabila menghendaki sesuatu hanya berkata kepadanya " jadilah " maka terjadilah sesuatu itu. ( QS. Yasiin : 82 ).

" Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha hidup ,yang terus  menerus mengurus  ( mahluknya ), tidak mengantuk dan tidak tidur " QS. Al Baqarah : 255 ).

" Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia " ( QS. Al-Ikhlas : 4 )

" Sesungguhnya orang - orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar " . ( QS. Al Mulk : 12 )

" Dan tidak ada seorang manusiapun bahwa Allah berkata - kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu, atau dibelakang tabir, atau dengan mengutus seorang utusan ( malaikat ) lalu diwahyukan kepadanya dengan seijinnya apa yang Dia kehendaki. Sesunguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana ".  ( QS. Assyura : 51 ).

Yohanes 1 : 18 : Tidak seorangpun yang melihat Allah
Timotius 6 : 16 : Tuhan tidak dilihat manusia dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya
Keluaran 33 : 20 : Dan Tuhan berfirman " Engkau tidak tahan         memandang Aku sebab tidak ada orang memandangku dapat hidup                                            
yesaya ,46 : 9  Ingatlah hal-hal  yang dahulu dari sejak purbakala,  bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, 

DO NOT LET YOU LIVE IN LOSS !

Hidup ini begitu sibuk mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur , berapa banyak kegiatan, tenaga, biaya dan waktu  yang  kita perlukan  untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dalam sehari.
Kalau kita coba kalkulasi , sudah seimbangkah waktu yang kita punya dengan segala hal terkait pemenuhan kebutuhan hidup kita ? saya yakin tiap oang berbeda -beda pendapatnya. Mungkin ada yang sudah mengelola dengan baik, ada yang membuang waktu dengan percuma , ada juga yang kekurangan waktu. Terlepas dari itu semua , saya hanya ingin mengingatkan  bahwa waktu itu begitu berharga bagi kita kaum muslimin khususnya, tentang waktu Allahpun berfirman

" Demi masa !"
" Sesunguhnya manusia itu dalam kerugian "
" Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran ". ( QS. Al Ashr : 1- 3 ).

 Demikian cepanya waktu bergulir  tanpa kita rasakan , sesungguhnya semakin lama kita hidup  maka semakin sedikit kesempatan kita untuk hidup di dunia namun dalam kenyataannya justru kita merasa senang dengan bertambahnya  umur kita dengan  merayakan  HUT baik secara sederhana maupun dengan kemewahan. Padahal ayat tersebut jelas berbunyi jika demi waktu ( masing-masing memiliki batas waktu untuk hidup di dunia ) manusia itu dalam kerugian ( karena batas waktu hidup di dunia berkurang maka kesempatan untuk beribadahpun berkurang) kecuali bagi orang - orang beramal saleh dan saling menasehati untuk kesabaran dan kebenaran.  Rugi jika waktu yang kita miliki tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Lantas jika  kita dalam kerugian apakah tepat jika kita merayakannya ?
Memang sudah menjadi fitrah manusia bila memilki sifat ketertarikan yang tinggi terhadap harta benda, kekayaan , ketenaran / kepopuleran dan hal- hal yang bersifat keduniawian. Untuk itulah maka Allah mengingatkan agar kita  memperhatikan jatah ( batas waktu hidup di dunia ) agar dimanfaatkan sebaik dan setepat mungkin.


Harta yang kita kumpulkan akan sia - sia bila kita melupakan kewajiban  untuk membayar zakat , atau bersedekah  bahkan terkadang  akan menjadi bumerang bagi keluarganya karena perebutan harta warisan ketika yang bersangkutan meninggal  ( Saat masih hidup lupa / melupakan  bersedekah ataupun mengeluarkan zakat , melupakan perintah Allah , Sang Maha Pemberi Rizki ).

Kesehatan yang kita miliki juga kurang bermanfaat jika di masa sehat  tidak kita gunakan dengan baik, terutama sekali tidak maksimal untuk beribadah / menjalankan perintah  Allah.

Manusiapun  dalam kerugian besar ketika masa muda di sia - siakan hanya untuk berhura -hura , menikmati gemerlapnya dunia / terfokus pada keduniawiaan saja sehingga lupa mendekatkan diri pada Sang Maha Agung.

Kehidupan bagai roda yang berputar kadang kita berada dalam limpahan harta namun suatu ketika kitapun berada dalam titik yang terendah ( kekurangan ). Bagai suatu untaian tasbih satu persatu kita akan melewati butiran - butirannya hingga sampai batas akhir untuk kemudian melangkah  lagi dari awal.  begitupun kehidupan akan terus berganti antara suka & duka, sedih & bahagia , kaya & miskin dll.

 Manusia dalam kehidupannya  memang harus bisa memanage / mengelola semua aspek yang terkait dengan kehidupan itu sendiri. Mengelola waktu, mengelola hati, mengelola harta, mengelola kesehatan kita , mengelola kemampuan yang kita miliki agar dapat bermafaat bagi hidupnya sendiri atapun lingkungannya.

 Pada intinya  dari semua aspek yang terkait dengan kehidupan ini , faktor waktulah yang tidak bisa diganggu gugat  karena waktu tidak  bisa diulang , tidak dapat diputar / tidak  akan pernah bisa kembali lagi,  sementara diluar itu selalu  masih ada kemungkinan / kesempatan untuk berubah. So....mari kita  kelola waktu sebaik mungkin  agar kita tidak termasuk manusia yang berada dalam kerugian .

Did you know that The Sun moves around The Earth ?

Ketika saya sekolah dulu pernah belajar tentang teori yang menyatakan bahwa Bumi bergerak mengelilingi matahari ( teori Nicolaus Coperniaus yang kemudian didukung oleh galileo galilei ). Dan anggapan ini mungkin sampai sekarang masih ada yang meyakininya . Lalu benarkah anggapan itu ?


Masihkah kita terus meyakini teori tersebut jika di dalam Al Qur'an , Allah berfirman :

 " Dan diantara tanda - tanda kekuasaanNya adalah berhentinya langit dan bumi dengan izinNya ". ( QS. Ar- Rum : 25 ).

" Sesunguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser, dan sungguh jika keduanya akan bergeser tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia itu Maha Penyantun lagi Maha Pengampun". ( QS. Fathir : 41 ).

Ayat tersebut jelas mengatakan bahwa bumi itu diam , tidak bergerak / bergeser. Bahkan dijelaskan di firmanNya yang lain bahwa agar bumi ini  tidak bergoncang maka diciptakanlah gunung- gungung sebagai pasak bumi. Dan kebenaran Gunung sebagai pasak bumi telah terungkap setelah ada penemuan geologi modern. 

" Bukankah kami telah jadikan bumi sebagai hamparan ? Dan gunung - gunung sebagai pasak " ( QS.An - Naba ' : 6-7 ).

" Dan telah kami jadikan di bumi ini gunung- gunung yang kokoh supaya bumi itu ( tidak ) goncang bersama mereka( QS. Al - Anbiya : 31 ).

 " Dia menciptakan langit dengan tujuan yang benar , Dia menutupkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ". ( QS. AZ- Zumar : 5 ).

" Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang , matahari dan bulan. Masing -masing dari keduanya beredar di dalam garis edarnya " ( QS. Al - Anbiya' : 33 ).

berdasarkan Ayat tersebut diatas yang bergerak adalah matahari dan bulan melalui garis edarnya masing - masing , sedangkan bumi diam tak bergerak. Jika di logika benar juga jangankan bergerak kalau ada gempa sedikit saja semua yang di bumi bisa berantakan . Dan yang pasti teori ( hasil pikiran manusia ) adalah teori yang sifatnya dinamis menurut perkembangan jaman kadang teori yang satu mematahkan teori yang lainnya/ teori yang lama terpatahkan atau tergantikan  oleh teori yang baru .
Sementara Al Qur'an adalah Firman Allah yang Mutlak kebenarannya.



















REALLY THE SKY HAS MANY ROADS ?

 Jauh sebelum Ilmuwan menyampaikan pendapatnya tentang beredarnya benda - benda angkasa yang mencapai sekitar 200 milyar galaksi , pada tiap galaksi memiliki 200 bintang dan sebagian besar bintang-bintang ini memiliki planet sementara sebagian besar planet memiliki bulan,   semuanya bergerak dalam garis edarnya masing - masing. Semuanya berjalan dengan tertib dan teratur.


Meski semuanya tanpa ada driver  ( he..he..) tapi sekalipun tak  pernah bertabrakan / bersentuhan satu sama lainnya , bandingkan dengan hasil karya manusia meski ada drivernya tapi kerap kali bersinggungan sekalipun sudah memiliki jalan sendiri.
Subhanallah.... sungguh betapa Maha Kuasanya Allah ! 

Memang sangat bermanfaat sekali penemuan para Ilmuwan tersebut namun sesungguhnya jika kita mau mencermati / meneliti setiap kata / kalimat dalam Al Qur'an maka sedikit banyak kita akan memperoleh informasi tentang alam semesta ini, meski di dalam Al Qur'an terkadang penyampaiannya tidak mendetail tapi Allah sudah memberikan clue nya / kata kunci / petunjuk tentu ini dimaksudkan agar kita mau melakukan penelitian lebih lanjut  mengenai hal tersebut ibaratnya kita diberi umpan sedikit untuk perangsang agar kita tertarik dan timbul keinginan kita untuk mengetahui lebih lanjut ( menurut pendapat saya ).

Selanjutnya diharapkan kita dapat mengeksplor seluruh alam ini karena  bagi orang-orang yang mau berfikir , Ilmuwan dll justru akan semakin yakin bahwa alam semesta ini memang diciptakan / disiapkan dengan melihat realita betapa hebatnya, rumitnya dan teraturnya seluruh komponen alam ini bergerak dalam keserasian dan keseimbangan sesuai fungsinya masing -masing.

Pada akhirnya kita akan yakin dan menyadari bahwa di balik semua ini tentu ada Sang kreator handal siapa lagi kalau bukan Tuhan yang Maha Esa ( Allah SWT ).

Terkait dengan pembahasan ini , Allahpun telah berfirman :

 " Demi langit yang mempunyai jalan - jalan "  
   ( QS. Az - DZariyat :7 ).

Bila kita melihat langit dengan mata telanjang apakah kita melihat jika langit memiliki jalan ? tentu tidak yang kita lihat hanyalah hamparan langit yang luas tanpa batas.
Namun setelah ilmuwan melakukan penelitian ternyata yang dimaksud dengan jalan adalah lintasan / garis edar .

Subhanallah...Jika bukan dari Tuhan yang menciptakan alam ini dari mana lagi nabi Muhammad mendapat informasi tentang hal tersebut terlebih lagi itu didapat ribuan tahun yang lalu jauh sebelum para ilmuwan itu ada.

Bagi muslim khususnya saya memang meyakini apapun informasi yang ada di dalam Al Qur'an sekalipun tanpa ada penelitian / pembuktian karena bagi saya Al Qur'an itu mutlak kebenarannya. 

" Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang , matahari dan bulan; masing - masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. ( QS. Al-Anbiya : 33 ).

" Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menyatukan malam ke dalam siang dan siang ke dalam malam dan Dia tundukan matahari dan bulan masing - masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ". ( QS.Luqman : 29 ).

" Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Masing - masing beredar pada garis edarnya ". ( QS. Yaasin : 40 ).


Entri yang Diunggulkan

My writing Is My expression ...

Menulis adalah salah satu kegiatan yang aku  sukai sejak dulu bahkan sejak aku  masih duduk di bangku SMP .  Pada waktu itu menulis puisi a...