Do not be arrogant , We have nothing without Allah !

Apabila saya pikir – pikir , sesungguhnya hakekat hidup di dunia ini adalah jangan Sombong dan membanggakan diri  sendiri  baik dihadapan sesama mahluk apalagi di hadapan Allah SWT , Tuhan yang Maha Tinggi.

Allah pun membenci orang – orang yang sombong . Tentu ini bisa dipahami dan dimengerti karena sesungguhnya manusia memang tidak memiliki kemampuan apapun , segala yang kita miliki , semua ilmu atau hal  yang kita kuasai tak lepas atas ijin dan kehendak  Allah. Lalu pantaskah kita menyombongkan diri baik kepada sesama terlebih kepada Allah ?

Seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu telah tertulis di Lauhul mahfudz , dengan kata lain segala yang berjalan di kehidupan ini terjadi atas Ketetapan Allah. Maka bagi saya , tentu bukanlah menjadi sesuatu yang mengherankan jika si A menduduki jabatan ini, si B memiliki kedudukan tertentu atau si C mempunyai  ini, D menguasai bidang tertentu  dan seterusnya.

Memang ada juga Firman Allah yang berbunyi bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah  apa – apa  yang  ada pada diri mereka, namun tentu tidak berlaku mutlak bahwa kita sendiri yang menentukan hasil akhirnya karena meski kita diberi kesempatan tetap segala sesuatu dalam kendali Allah.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa manusia diciptakan lengkap dengan berbagai  sifat yang melekat pada dirinya, termasuk di dalamnya adalah  sifat sombong ,  ( menurut saya ) tentu terkait juga dengan tujuan manusia diciptakan di dunia ini untuk mendapat cobaan . Bentuk dari cobaan / uijan pun bervaraiasi salah satunya dengan melalui sifat – sifat yang kita miliki.

Namun tidak berarti lantas dijadikan pembenaran atau dijadikan alasan kita untuk menjadi manusia yang  sombong karena kita bisa belajar menjadi orang yang rendah hati ( tawadhu ). Meskipun itu tidak mudah dan membutuhkan waktu tetapi dengan selalu mohon petunjuk , perlindungan ,bimbingan dan selalu mengingatNya  maka tidak ada hal yang tidak mungkin dicapai di dunia ini.

Sifat – sifat sombong ini muncul  karena beberapa hal , diantaranya :

A.Sombong terhadap diri sendiri dan sesama

1.     Kekayaan / harta benda yang dimiliki.
2.     Memiliki paras yang cantik atau tampan serta penampilan yang menarik.
3.     Karena Ilmu yang dikuasai.(  merasa dirinya pandai sehingga menganggap rendah / remeh orang lain ).
4.     Karena Keimanan yang dimilki. ( riya , ujub )
5.     Karena Keluarga yang dimiliki yaitu anak, istri / suami, dll ).

B. Sombong dihadapan Allah SWT :

1. yaitu menolak kebenaran dengan alasan  tertentu atau tidak mengakui keberadaan Allah SWT.
2. Tidak mematuhi perintah Allah tetapi  melanggar laranganNya.

Rasulullah dalam sebuah hadis menjelaskan definisi sombong yaitu tidak mau menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).
“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).
Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (H.R. Muslim 2564).
Adapun Firman – Firman Allah terkait dengan sifat sombong diantaranya :
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir“ (QS. Al Baqarah:34)
 “ Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-kali  tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat “ (QS. Ghafir:56)
Sebaliknya Allah menyukai orang – orang yang rendah hati :
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat “ (QS. Al Mujadilah: 11).
“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)
‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).
Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588).
Sekali lagi saya mengingatkan bahwa sesungguhnya Kita memang tidak memiiki kemampuan atau kekuasaan apapun tanpa seijin Allah. Kita bukan siapa – siapa tanpa Allah . Lantas apa yang kita sombongkan ?







When The Prophet Muhammad SAW Died ( part 4 )

Sebelum Rasulullah Saw dicabut nyawanya sahabat Ali sempat bertanya “ Ya Rasulullah, siapa yang akan memandikanmu ? “. Beliau menjawab “ Orang yang memandikanku nanti adalah kamu, sedangkan Ibnu Abbas ra menuangkan air. Jibril akan datang kepadamu dengan membawa kayu cendana dari surga. Ketika kamu sudah selesai memandikanku maka kafanilah aku, setelah itu keluarlah sesaat”.

Setelah beliau berkata kepada Ali demikian. Malaikat maut baru mendekati Rasulullah Saw , ia langsung mencabut roh Rasulullah dengan sangat pelan sekal. Disaat ruh itu sampai ke pusarnya , Rasulullah Saw berkata kepada Jibril. “ Wahai Jibril, sangat panas sekali rasa kematian ini “.

Jibril tidak tahan melihat rintihan Rasulullah Saw itu, ia lalu memalingkan mukanya . Melihat Jibril memalingkan muka, Rasulullah Saw lantas berkata “ Wahai Jibril, apakah engkau benci melihat wajahku ?”. Jibril berkata “ Wahai kekasih Allah , hati siapa yang tidak merasa  bersedih melihat wajahmu yang tengah menghadapi sakratul maut ? “.

Diriwayatkan   dari Annas ra, ia berkata  :  ketika ruh Rasulullah Saw sampai di dadanya , beliau berkata lirih “ Aku berwasiat kepada kalian untuk menjaga shalat dan apa yang dimiliki oleh tangan kanan kalian”. Rasulullah Saw terus berwasiat demikian sampai perkataannya tidak terdengar lagi.

Sahabat Ali ra berkata : Rasulullah Saw  diakhir nafasnya menggerakan kedua bibirnya dua kali, aku segera mendekatkan  telingaku maka aku mendengar suara beliau dengan pelan  “ Ummati,,,,ummati,,,,( umatku,,,umatku,,,,)”. Akhirnya ruh Rasulullah Saw dicabut pada  tanggal 12 Rabi’ul awwal 11 H, hari Senin waktu dhuha sudah terasa panas dalam usia 63 tahun 4 hari. Urwah meriwayatkan dari Aisyah ra  : bahwa Rasulullah Saw meninggal dalam usia 63 tahun.

Demikian kisah detik – detik Rasulullah menjelang kewafatannya, paling tidak kita bisa mengerti bahwa betapa Beliau mencintai kita sebagai umatnya hingga ajal menjemputpun yang dipikirkan beliau adalah umatnya.

Hilang sudah permata dunia dan sempurna sudah  tugas beliau memunaikan risalah yang amat berat . kini beliau beristirahat dengan tenang , disisi Allah rabbul ‘ Alamiin, menjemput apa yang telah dijanjikanNya. Wahai Rasulullah , kamipun mencintaimu !


Sumber : Jatidiri Rasulullah ( Maulana Habibi )

When The Prophet Muhammad SAW Died ( part 3 )

Takkala para sahabat mendengar akan berpisah dengan Rasulullah Saw, mereka menjerit dan menangis dengan mengatakan “ Ya Rasulullah, engkau adalah Rasul kami, yang mengumpulkan kami, yang menguasai segala urusan kami, ketika engkau telah pergi dari kami maka kepada siapa kami kembali ?”.

Rasulullah Saw menjawab “ Aku telah meninggalkan kalian tempat yang dijadikkan hujjah dan jalan putih yang bersinar. Aku meninggalkan  untuk kalian dua penasehat yang bisa berucap dan diam. Penasehat yang berucap adalah Al – Qur’an , sedangkan yang diam adalah mati. Ketika kalian menghadapi kemusrykan dalam suatu perkara, maka kembalilah kepada  Al – Qur’an dan Sunnah. Apabila hati kalian beku maka lemaskanlah dengan mengambil i’tibar dalam kematian “.

Diceritakan dalam kitab “ As-Sab’ iyyatu Fil Mawa  Idzil Birriyyat “ Menjelang Rasulullah Saw wafat , rumah Rasulullah Saw tiba – tiba diketuk oleh seorang lelaki dengan mengucapkan salam. Mendengar salam tersebut Fatimah langsung keluar dan berkata kepada tamunya itu “ Wahai hamba Allah, sesungguhnya Rasulullah Saw hari ini sedang   menderita sakit yang cukup parah “. Orang lelaki itu lantas berkata “ Semoga kesejahteraan tetap tercurah kepadamu, aku akan masuk ke rumahmu dan harus masuk “.

Rasulullah Saw yang mendengar pembicaraan Fatimah dengan seorang tamu tadi, maka beliau bertanya “ Wahai Fatimah, siapa orang yang ada di depan pintu itu ?”. Fatimah menjawab “ Dia adalah seorang lelaki yang mohon ijin untuk masuk ke dalam rumah , maka aku katakan kepadanya bahwa Rasulullah pada hari ini sedang sakit parah tetapi ia tetap bersikukuh mohon ijin untuk masuk rumah yang ke dua kalinya dengan suara yang menggetarkan tubuhku, seakan – akan ruas – ruas tulangku terlepas dan wajahku berubah “.

Selanjutnya Rasulullah bertanya kepada Fatimah “ Apakah kamu mengerti , siapa dia ?”.  Fatimah menjawab “ Tidak, aku tidak mengerti dia “.
Rasulullah Saw kemudian berkata “ Dia adalah orang yang memutuskan kenikmatan, yang memutuskan keinginan, yang memisahkan kelompok, yang merusak rumah dan meramaikan kubur “. Rasulullah Saw selanjutnya berkata kepada tamunya “ Wahai Malaikat maut , masuklah ....”.

Setelah dipersilahkan masuk , akhirnya malaikat maut masuk ke dalam rumah Rasulullah Saw, seraya mengucapkan salam kepada beliau “ Assalamu’alaika ya Rasulullah !” Rasulullah Saw menjawab “ Wa’alaikas’salam ya Malaikat Maut “. Kemudian Rasulullah Saw bertanya “ Apakah kedatanganmu ini sebagai orang yang sedang mengunjungiku atau sebagai orang yang mencabut nyawa ?’
Malaikat Maut menjawab “ Kedatanganku ini sebagai orang yang berkunjung juga sebagai yang mencabut nyawa . Hal ini jika engkau mengizinkan kepadaku, jika tidak maka aku akan kembali “.

Rasulullah saw lalu bertanya kepada malaikat maut “ Wahai malaikat maut , apakah engkau melihat kekasihku Jibril ?”. Malaikat maut menjawab “ Aku melihat Jibril di langit dunia, dia senantiasa dihibur oleh malaikat yang lain. Para malaikat itu tak henti – hentinya menghibur Jibril sampai dia turun dan duduk didekat kepala Rasulullah “.
Kemudian Rasulullah berkata kepada Jibril “ Wahai Jibril , bukankah engkau telah mengerti sesungguhnya kematianku telah dekat ?”. Jibril menjawab “ Ya, aku sudah mengerti !”. Selanjutnya beliau berkata kepada Jibril “ Gembirakanlah aku dengan sesuatu yang akan aku miliki di dekat Allah “.

Jibril berkata “ Sesungguhnya pintu – pintu langit telah dibuka, malaikat berbaris untuk menyambut ruhmu !”. Mendengar penuturan Jibril tersebut , Rasulullah Saw berkata “ Semuanya itu adalah untuk Tuhanku, segala puji bagi Allah dan aku bersyukur kepadaNya. Wahai Jibril gembirakan aku dengan sesuatu yang akan aku miliki di dekat Allah “.

Jibril berkata “ Sesungguhnya pintu – pintu surga telah dibuka, bidadari-bidadarinya telah bersolek diri. Sungai sungai telah mengalir , buah- buahannya telah didekatkan dan para malaikat telah menanti kedatangan ruhmu !”. Rasulullah berkata “ itu semua untuk diriku dari Tuhanku, segala puji bagi Allah dan aku bersyukur kepadaNYa “. Rasulullah belum puas atas jawaban Jibril tadi , maka beliau berkata Jibril “ Wahai Jibril gembirakanlah aku dengan sesuatu yang akan aku miliki di dekat Allah “.

Jibril berkata “ Aku menggembirakanmu , bahwa engkau adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan yang pertama kali diberi syafaat besuk pada hari kiamat .”
Rasululah Saw masih belum puas atas jawaban Jibril tadi, karena itu beliau masih terus bertanya kepada Jibril “ Wahai Jibril , gembirakanlah aku “.

Jibril lantas bertanya kepada Rasulullah Saw “ Apa yang engkau minta ya Rasulullah ?”.  Rasulullah Saw menjawab “ Tentang perkara yang bisa membuat keprihatinanku dan kesedihanku, yaitu apa yang akan diberikan kepada orang yang membaca Al – Qur’an setelah kematianku nanti , orang yang mengunjungi Baitul Haram setelah kematianku nanti , dan apa yang akan diberikan kepada umatku ysng bersih hatinya setelah kematinaku ?“.

Jibril menjawab “ Allah telah berfirman bahwa Aku mengharamkan surga atas para nabi yang lain dan umatnya , sehingga engkau dan umatmu masuk lebih dahulu !”.
Jawaban Jibril yang terakhir inilah yang bisa menyejukkan hati Rasulullah Saw, kemudian beliau berkata “ Sekarang hatiku telah bergembira. Wahai Maliakat Maut , mendekatlah kepadaku “.

Sumber : Jatidiri Rasulullah ( Maulana Habibi )


When The prophet Muhammad SAW Died ( part 2 )

Sebelum Rasulullah benar –benar sakit, awalnya beliau hanya merasa pusing saja. Ini terjadi pada tanggal 29 shafar 11 H bertepatan dengan hari senin, Rasulullah SAW menghadiri proses jenazah di Baqi. Sepulang dari Baqi dan selagi dalam perjalanan, tiba – tiba beliau merasakan pusing di kepala dan panas tubuhnya tiba – tiba melonjak hingga orang –orang bisa melihat tanda suhu badan beliau yang panas lewat urat – urat nadi di kepala beliau.

Beliau sakit selam 13 atau 14 hari dan tetap shalat bersama sahabatnya selama 11 hari dari masa sakitnya dan sakitnya itu semakin lama semakin bertambah parah.

Dirwayatkan dari Ibnu mas’ud ra : ketika sudah dekat kematian rasulullah Saw, maka berkumpullah di rumah ibu kami Aisyah ra. Rasulullah memandang kami agak lama, tiba – tiba air matanya mengalir , kemudian beliau berkata “ Semoga Allah membahagiakan hidup kalian, semoga Allah mengasihi kalian, menyayangi kalian, menunjukkan kalian ke jalan yang lurus. Aku berwasiat kepada kalian “ Bertakwalah kepada Allah, Allah telah memberi wasiat kepada kalian. Aku mohon kepada Allah agar ada yang mengganti diriku untuk kalian. Sesungguhnya aku adalah orang yang memberi peringatan yang nyata, kalian jangan merasa besar di hadapan Allah. Bahwasanya Allah  bagiku dan bagi kalian mempunyai rumah akherat ( syurga ), rumah tersebut diperuntukkan bagi orang –orang yang tidak melakukan kesombongan semasa di dunianya, juga tidak melakukan kerusakan, pada akhir hayatnya ia termasuk orang – orang yang bertakwa “.

Kemudian kami bertanya pada Rasulullah Saw “ ya Rasulullah kapan ajalmu datang ?.” Rasulullah menjawab “ Ajalku sudah dekat , tempat kembaliku kepada Allah ke Sidratul Muntaha , ke surga sebagai tempat kembali dari Arasy yang tinggi “.
Selanjutnya kami bertanya “ Ya Rasulullah siapa yang  akan memandikanmu?” Beliau menjawab “ Orang – orang yang menjadi ahli baitku “.

Lalu ditanyakan kepada beliau “ Ya Rasulullah Saw, bagaimana cara mengkafanimu ? “ . Rasulullah menjawab “ Kafanilah aku dengan pakaianku ini jika kamu menghendaki bisa menggunakan selimut yaman! “.


Kami bertanya lagi “ Ya Rasulullah siapa orang yang akan menshalatimu dari kami ini ?”. kami bertanya demikian dengan menangis , Rasulullah akhirnya juga turut menangis. Kemudian beliau berkata “ Semoga Allah memaafkan kalian, berbuatlah pelan – pelan ketika kalian memandikanku, mengkafaniku, meletakan aku diatas tempat tidurku, serta letakkan aku pelan – pelan liang   kuburku.

 Setelah itu, keluarlah kalian sesaat. Adapun orang yang pertama menshalati aku adalah orang yang duduk didekatku, yang menjadi kekasihku yaitu Jibril dan Mikhail, kemudian Israfil dan malaikat maut beserta pembantu – pembantunya. Sesudah para malaikat menshalati aku, maka masuklah kalian semua dengan berkelompok – kelompok , lalu shalatilah aku dan sebelumnya ucapkanlah salam. Hendaknya yang menshalati aku adalah orang yang menjadi ahli baitku , kemudian wanita – wanitanya  selanjutnya kalian semua “.

















Heat of the fire of Hell !

Pada suatu ketika Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk meminta kepada malaikat malik sebagian dari api neraka dan memberikannya kepada nabi Adam sebagai bekal selama berada di dunia untuk memasak dan keperluan lainnya. Keberadaan api ini sangatlah penting karena nabi Adam telah terusir dari Surga. Maka Allah memerintahkan memberikan api tersebut.

Malaikat Malik bertanya kepada malaikat Jibril “ Berapa yang kamu butuhkan untuk keperluan adam itu ? “. Malaikat Jibril menjawab “ Sebesar buah kurma “. Mendengar jawaban Jibril maka Malik menjelaskan “ jika aku memberi api neraka sebesar buah kurma , maka langit dan bumi akan menjadi cair disebabkan pengaruh  panas dari api tersebut ”.

Mengetahui betapa panasnya api sebesar itu, maka Jibril meminta separoh bagian saja dari buah kurma tersebut. Namun kembali malik mengemukakan “Jika aku luluskan permintaanmu maka tidak ada setetespun air hujan yang turun dari langit. Demikian pula bumi tidak akan mampu lagi menghidupkan tumbuh – tumbuhan , sebatang pohon sekalipun”

Kemudian malaikat Jibril menghadap Allah dan bertanya seberapa besar api yang pantas untuk diturunkan ke dunia . maka Allah kemudian berfirman “ Ambillah sebesar semut “.
Kemudian malaikat Jibril kembali lagi ke malaikat  malik  meminta api neraka sebesar semut untuk diberikan kepada nabi Adam. Kendati hanya sebesar semut api neraka tersebut sebelum diberikan kepada nabi Adam terlebih dahulu dimasukkan ke dalam laut sebanyak 70 kali.

Belum cukup hanya dengan itu , kemudian api tesebut diletakkan di atas gunung yang tinggi. Pengaruh dari api ini menyebabkan gunung itu hancur, sedang api yang ada kembali ketempat asalnya dengan meninggalkan asap pada batu – batuan dan besi sampai hari ini . Dengan demikian api yang kini ada dan kita nikmati selama di dunia   adalah sebagaian kecil dari api yang    terssedia di neraka kelak. Mungkinkah itu sebabnya ketika kita menggosokan batu dengan batu ( tertentu ) maka akan timbul percikan api serta  adanya penemuan  api di dalam laut  ?

“Dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api ". ( QS.At - Thur : 4 -6 ).

 Subhannallah,,,,,


Sumber : Menyingkap Tabir alam malaikat ( Saifulloh & Abu Shofia )

When The Prophet Muhammad SAW died ( part 1 )

Sesungguhnya kaum muslimin pada waktu itu telah diberi lambang ( tanda –tanda) bahwa tidak lama lagi Rasulullah akan meninggalkan mereka untuk selama – lamanya. Salah satu adalah ketika beliau melakukkan haji wada’. Beliau membacakan firman Allah yang baru saja turun “ Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu  dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu “ (QS Al–Maidah : 3)

Disaat Rasulullah menerima ayat tersebut , beliau tidak mampu membawa maknanya, hingga beliau duduk bersandar di dekat untanya yang menderum. Tidak lama kemudian, turunlah malaikat Jibril seraya berkata “ Wahai Muhammad, pada hari ini telah sempurna urusan agamamu, dan telah putus apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Tuhanmu kepadamu. Maka kumpulkanlah para sahabatmu dan khabarkan kepada mereka , bahwa aku ( Jibril ) tidak akan turun lagi kepadamu setelah hari ini “

Ketika Rasulullah SAW kembali dari Makkah dan telah tiba di Madinah, maka beliau mengumpulkan sahabatnya lalu membacakan ayat tersebut dan menceritakan juga apa yang telah dikatakan oleh  malaikat Jibril kepadanya.

Para sahabat yang mendengar khabar itu semua gembira, bersuka cita  dan berkata “ Telah sempurna agama kita ! “. Sedangkan Abu Bakar justru nampak sedih dan susah kemudian segera pulang, lantas menutup pintu rumahnya rapat – rapat dan menangis sesenggukan siang dan malam menumpahkan kesedihan hatinya.

Para sahabat yang mendengar Abu Bakar menangis berkumpul dan mendatangi rumah Abu Bakar mereka ingin mengetahui permasalahan sebenarnya yang menimpa Abu Bakar. Setelah mereka diterima oleh Abu Bakar maka para sahabat bertanya “ wahai Abu Bakar , kenapa engkau menangis disaat para sahabat bergembira karena Allah telah menyempurnakan agama kita ?” . Abu bakar lantas menjawab “ wahai para sahabat , kalian tidak mengerti  sesuatu yang akan menimpa pada kalian dari beberapa musibah ? Apakah kalian tidak mendengar jika sesuatu telah sempurna maka akan tampak kekurangannya ? Ayat ini telah mengkhabarkan tentang perpisahan kita, tentang keberadaan Hasan dan Husain yang akan menjadi yatim, tentang keberadaan istri – istri Rasulullah yang akan menjadi janda ?”.

 Mendengar penuturan Abu Bakar tersebut , para sahabat menjerit dan menangis semua. Gemuruh suara tangisan mereka terdengar oleh seorang sahabat lain diluar rumah Abu bakar , akhirnya sahabat ini menghadap Rasulullah dan menceritakan kepada beliau tentang keadaan yang terjadi di rumah Abu Bakar, seraya berkata “ Ya , Rasulullah kami tidak mengerti apa yang terjadi di rumah Abu bakar , kami mendengar mereka menjerit dan menangis sesenggukan “.

Tiba tiba wajah Rasulullah berubah setelah mendengar laporan tadi, beliau diam sejenak. Tidak begitu lama para sahabat yang menangis di rumah abu bakar tadi datang menghadap rasulullah dan Beliau bertanya “  apa yang  menyebabkan kalian  menangis ? “. Sahabat Ali menjawab “ Menurut Abu Bakar , bahwa ia mendengar ayat ini merupakan bau dari kematianmu. Apakah ayat tersebut bisa dijadikan dasar atas kematianmu ? “

Rasulullah SAW menjawab “ Benar apa yang dikatakan oleh Abu bakar itu , dan telah dekat keberangkatanku dari kalian, telah sampai waktunya aku berpisah dengan kalian !”. Tak kala Abu Bakar mendengar penuturan Rasullullah SAW itu  ia langsung menjerit , menangis dan pingsan. Sementara sahabat Ali tubuhnya gemetaran dan sahabat yang lain menangis sesenggukkan.

Kemudian rasulullah SAW mengajak salaman pada setiap sahabatnya sekaligus mohon pamit pada mereka. Dalam pamitannya itu beliau menangis terus menerus , beliau juga menyampaikan wasiat kepada mereka. Setelah turunnya ayat diatas , hidup Rasulullah tinggal 81 hari lagi.


Sumber : Jatidiri Rasulullah  ( maulana Habibi )

KIND OF HELL !

Neraka dalam bahasa Al - qur'an dinyatakan dengan kata " An - Nar ". Definisi yang umum terhadap tempat ini ialah suatu tempat di akherat, yang wujudnya berupa api yang bergejolak dan menyala - nyala. Oleh Allah , tempat terkutuk ini disediakan bagi orang musyrik, munafik serta orang - orang yang berbuat dosa dan belum sempat bertaubat. Dengan demikian hakikat diciptakannya neraka ini adalah sebagai balasan terhadap manusia dan jin yang meninggalkan perintah Allah dan melakukan berbagai larangannya. Padahal seperti kita ketahui tugas pokok manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Mengingkari keberadaan tugas penting ini sama dengan menghianati penciptaan dirinya.

Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril tentang siapa saja yang menempati pintu neraka, pertanyaan Nabi ini kemudian dijawab oleh malaikat jibril intinya sebagai berikut :

1. Neraka Hawiyah bagi orang yang kafir.
    Pintu yang terbawah dari neraka ditempati oleh  orang kafir dan  
    keluarga Fir'aun.

2. Neraka Jahim diperuntukkan bagi orang - orang musyrik.
    Pintu yang ke dua ditempati untuk orang - orang selama                   hidupnya menyekutukan Allah. Menyekutukan Allah bisa                 bermacam - macam bentuknya ( contoh :  ketergantungan                 manusia pada alat yang namanya komputer , HP dll ).
    Esensi dari kemusyrikan adalah menduakan Allah dengan                 mahluk / benda  lainnya.

3. Neraka Saqar disediakan bagi penyembah berhala.
    Pintu yang ke tiga ditempati untuk orang - orang yang semasa 
    hidup di dunia menyembah berhala ( pada zaman dahulu berupa       patung dan semacamnya namun pada zaman mutakhir ini, yang       namanya berhala / bentuk sesembahan itu dapat berupa uang,           harta kedudukan, anak / istri dll. Komitmen awal manusia yang       semula mengabdi kepada-Nya , akhirnya harus diperbudak               oleh kesenangan - kesenangan yang bersifat duniawi.

4. Neraka Ladhaa adalah untuk orang  - orang Majusi.
    Pintu yang ke 4 dari neraka ini disediakan untuk iblis dan                 pengikutnya serta orang - orang majusi.

5. Neraka Huthamah diperuntukkan bagi orang - orang Yahudi.
    Pintu ke 5 ini diganjarkan kepada orang - orang yang                       menjatuhkan pilihan agamanya kepada yahudi hingga akhir             hayat.

6. Neraka Sya'ir disediakan bagi orang - orang Nasrani.
    pintu ke 6 ini diperuntukan bagi orang - orang yang ketika di           dunia bersikukuh memilih agama nashara padahal nyata bagi           mereka agama yang di ridhai Allah hanyalah Islam.

7. Neraka Jahannam disediakan bagi orang - orang mukmin namun     banyak melakukan perbuatan dosa .
    pintu yang ke 7 ini akan ditempati bagi kaum muslimin yang           mengerjakan dosa besar dan sebelum sempat bertaubat mereka         meninggal.

Dalam sebuah hadisnya Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa malaikat Jibril telah datang menemuinya . kala itu Rasulullah memohon kepada malaikat Jibril untuk dapat menggambarkan neraka Jahannam. 

Kemudian malaikat Jibril mengatakan bahwa sesungguhnya Allah 
menciptakan neraka lalu dinyalakan selama seribu tahun lamanya sehingga menjadi putih. Setelah itu dinyalakan lagi seribu tahun lamanya yang mengakibatkan warnanya berubah menjadi hitam. 
karena itu neraka jahannam berwarna hitam layaknya malam yang kelam. neraka ini selamanya tidak berhenti bergolak karena sumber bara apinya tidak pernah padam.

Sumber : Menyingkap tabir alam Malaikat ( Syaifulloh & Abu shofia )

How Prophet Muhammad SAW walk ?

Apa yang ada pada diri Rasulullah SAW memang menjadi suri tauladan bagi umatnya. Semua itu karena apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW mengandung pelajaran yang sangat berharga, baik perkataannya, perbuatannya maupun cara berjalannya.

Bila kita mau memperhatikan dengan seksama dan teliti maka cara berjalan Rasulullah SAW sesungguhnya tidak lepas / merupakan cerminan dari akhlaknya. Ini yang perlu kita tiru dan praktekkan sebagai umatnya.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Yazid bin Murtsad ra “ Rasulullah SAW cepat ketika berjalan  ( seperti terburu – buru ) sehingga orang yang berada dibelakangnya mempercepat jalannya ( sampai terkadang ) ia tidak dapat menyusul Rasulullah SAW “.

Juga disebutkan dalam kitab  Maulidul Barzanjiy  bahwa “ Rasulullah SAW ketika berjalan dibelakang para sahabatnya sering beliau berkata “ kosongkanlah tempat dibelakangku untuk para malaikat Ruhaniyah “.

Disebutkan dalam kitab Maulidul Barzanjiy bahwa “ Rasulullah SAW tampak condong ketika berjalan, seakan – akan seperti jalan turun dari tempat yang tinggi “.

Al – hakim meriwayatkan dari Jabir ra “ Rasulullah SAW ketika berjalan tidak  ( banyak ) menoleh “.

Diriwayatkan Ath – Thabraniy dari Abi ‘ Unbah ra “ Rasulullah SAW ketika berjalan  ( sendirian  ) menjauhkan  diri “.

Abu Daud dan Al – Hakim  meriwayatkan dari Anas ra  “ Rasulullah SAW ketika berjalan menunduk seakan – akan terbebani ( punggungnya )”.

Abu Hurairah dan Al –Hakim meriwayatkan dari Anas ra “ Ketika Rasulullah SAW berjalan , maka para sahabat berjalan dimukanya / didepannya karena Rasulullah SAW dibelakang berjalan dengan pera malaikat “.

Kesimpulan :
Memperhatikan dari beberapa hadits diatas maka Rasulullah SAW ketika berjalan :

a.  Tidak banyak menoleh, jalannya cepat, selalu menundukkan pandangannya kebawah, memilih jalan yang sepi ketika berjalan sendirian.

b.  Ketika beliau berjalan bersama – sama denga para sahabatnya , beliau lebih senang berjalan dibelakang para sahabatnya. Ini membuktikan tentang kerendahan hati Rasulullah SAW yang tidak ingin disanjung dan dipuja secara berlebihan. Beda dengan para pembesar Romawi dan Persia , ketika mereka berjalan maka para pengikut dan bawahannya selalu berada dibelakangnya. Jika ada yang berani mendahului jalan para pembesar itu maka pasti akan mendapat hukuman, karena perbuatannya itu dianggap melecehkan dan tidak menghormati pembesar negara yang sedang berjalan.



c.  Nampaknya cara jalan para pembesar Romawi dan Persia ini  sekarang banyak ditiru oleh pembesar negara diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Melihat gaya jalannya saja Nampak sekali kalau mereka ingin di sanjung, dimulyakan dan dihormati . perbuatan semacam ini sangat jauh dengan keagungan kepribadian Rasulullah SAW yang lebih mengutamakan ketawadluan dengan merendahkan diri, serta tidak gila hormat. Hal ini tercermin ketika beliau berjalan dengan para sahabatnya, beliau lebih suka berjalan dibelakang mereka sebagaimana keterangan dhadits diatas.


         Sumber : Jatidiri Rasulullah ( Maulana Habibi )



GOD'S ANGELS

Allah menciptakan mahluknya dalam 2 jenis yaitu  mahuk gaib ( tidak dapat dilihat ) dan mahluk nyata  / real ( dapat dilihat ) .
Mahluk gaib diantaranya adalah Malaikat , Jin dan Iblis. Sedangkan mahluk yang dapat dilihat adalah Manusia, Binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Nabi Muhammad SAW bersabda " Malaikat diciptakan dari Nur ( cahaya ) , jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan bagi kamu ".
Iman kepada Malaikat adalah termasuk rukun Iman. Malaikat adalah mahluk yang senantiasa taat kepada perintah Allah dan tidak pernah berbuat dosa karena malaikat tidak memiliki hawa nafsu ( tidak makan, minum, tidur dll ). Meskipun malaikat adalah mahluk yang gaib tetapi kadang bisa berujud menjadi / menyerupai manusia  atas  kehendak Allah, hal ini biasanya terjadi pada Nabi / Rasul dan selalu menampakkan diri dalam wujud laki - laki kepada para Nabi / Rasul dan hamba yang dikehendaki ( Maryam ).
Meskipun kita tidak dapat melihat Malaikat tetapi kita bisa mengenalnya melalui Firman - Firman Allah di dalam Al Qur'an .
Berikut beberapa  firman  Allah terkait dengan malaikat :

" Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikaan malaikat - malaikat sebagai utusan - utusan ( untuk mengurusi berbagai urusan ) yang mempunyai sayap,  masing - masing ( ada yang ) dua , tiga,dan empat ". ( QS. fatir : 1 ).

" Kitab Al Qur'an ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi mereka yang bertakwa. ( yaitu ) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, yang menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka ." ( QS. Al - Baqarah : 2-4 )

" Wahai orang - orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasu - rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kepada Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat - malaikat-Nya, Kitab -kitab-Nya, rasul -rasul-Nya, Hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh - jauhnya ." ( QS. An Nisaa : 136 ).

" Dan kepunyaan - Nyalah segala yang dilangit dan di bumi, dan malaikat - malaikat yang disisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada ( pula ) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti - hentinya. ( QS. Al - Anbiyaa : 19 - 20 ).

" Dan malaikat - malaikat berada di penjuru - penjuru langit, dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu diatas ( kepala )  mereka  ". ( QS. Al - Haqqah : 17 ).

" Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat - malaikat - Nya , rasul - rasul-Nya. Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang - orang kafir ". ( QS. Al - Baqarah : 98 ).

" Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi diatas semua hamba - Nya , dan diutus - Nya kepadamu, malaikat - malaikat penjaga , sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat - malaikat kami, dan malaikat - malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya ". ( Qs. Al - An 'am : 61 ).

" ( Malaikat - malaikat  ) yang memikul Arsy dan ( malaikat ) yang berada disekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada- Nya serta memohonkan ampunan untuk orang - orang yang beriman ( seraya berkata ), " ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada- Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang - orang yang bertobat dan mengikuti jalan ( agama ) -Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka ." ( QS. Al - Mu'min : 7 ).

Dan berikut nama - nama malaikat beserta tugasnya :

1. Malaikat Jibril    : bertugas menyampaikan wahyu .
2. Malaikat Mikail  : bertugas membagi rezeki kepada seluruh mahluk , mengatur jalannya matahari, bulan dan bintang yang menyebabkan perputaran siang dan malam.
3. Malaikat Israfil   : Peniup sangskakala pada hari kiamat dan hari kebangkitan.
4. Malaikat Munkar dan Nakir : Pemeriksa amal manusia di alam barzakh ( kubur ).
5. Malaikat Izrail ; Para pencabut nyawa seluruh mahluk. 
    a, Para pencabut nyawa mahluk yang jahat dengan keras.
    b. Para pencabut nyawa mahluk yang baik  dengan lembut.
6. Malaikat Ridhwan : Penjaga  Surga , melayani para ahli surga.
7. Malaikat Malik    : Penjaga Neraka 
8. Malaikat Raqib dan Atid : Pencatat amal perbuatan manusia .
    a, Raqib : mencatat  perbuatan yang baik.
    b. Atid   : mencatat  perbuatan yang jelek.

Demikian nama- nama Malaikat beserta tugasnya yang perlu diketahui namun  di luar malaikat tersebut diatas masih banyak malaikat - malaikat lain yang telah diciptakan oleh Allah dengan mempunyai tugas berbeda.













Angel read The Rosary

Keterangan yang memperkuat sekaligus membenarkan terhadap keberadaan malaikat yang memiliki tugas semata –mata membaca Tasbih adalah sebagaimana diceritakan dalam Kisah Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Ketika malam Mi’raj nabi menyaksikan sebuah lautan yang luasnya tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Ta’ala . Pada tepi laut itu , terdapat malaikat yang berbentuk burung . Burung ini memiliki tujuh puluh sayap . Ketika ada seseorang hamba Allah membaca “ subhaanallah“ maka burung itu bergerak dan  bergeser dari tempatnya.

Jika diteruskan membaca “ Alhamdulillah “ maka sayapnya akan dibentang sedemikian rupa. Dan kalau hamba ini meneruskan bacaannya sampai kalimat “ laa ilaaha illallaah “, maka sang malaikat berbentuk burung itu terbang.

Dan kalau sang hamba meneruskan lagi bacaannya hingga sampai “ Allahu Akbar “, maka sang burung akan terjun ke dalam laut. Dan bila saja si hamba melanjutkan bacaannya hingga kalimat “ laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘ aliyyil’azhiim “, maka sang burung akan keluar dari kedalaman laut , lalu mengibas – ngibaskan ( menggerak – gerakkan ) sayapnya sehingga meneteskan air sejumlah tidak kurang tujuh puluh ribu tetesan air pada setiap sayapnya. Dan dari masing – masing tetesan air itu, Allah menjadikan ( menciptakan ) seorang malaikat yang tugas khusus bertasbih, bertahlil dan beristighfar untuk pembacanya hingga datangnya hari kiamat. ( Dalam kitab Zabdatul – Wa’idiin ).


Sumber : Menyingkap Tabir Alam Malaikat ( syaifulloh & Abu shofia ).


My wild mind !

Saat aku  sedang sendiri kadang pikiran liarku melanglang tanpa batas . Aku  sesekali membayangkan seandainya dunia ini tidak ada kehidupan seperti apakah situasinya ? dalam imajinasiku aku melihat ruang yang luas , lenggang dan sepi , sepi...........sekali tanpa ada benda satupun.


Mungkin hanya ada Allah saja. Lalu timbul pertanyaan didalam hatiku  " dari manakah Allah berasal ? Sosoknya seperti apakah ?" mungkin sampai kiamat aku tidak akan pernah tahu jawabannya, otak dan pikiranku memang tidak punya kemampuan untuk menjawabnya, dan memang benar - benar tidak ada pengetahuan sama sekali melainkan hanya mengenal sifat - sifat-Nya saja diantaranya yaitu "Yang Tidak Berawal dan Tidak Berakhir ". Berarti tidak diketahui proses keberadaan-Nya , pokoknya tahu tahu Dia ada. Alhamdulillah... Allah telah memberikan FirmanNya ( Kitab Suci Al qur'an ) sehingga sedikit kita menjadi lebih tahu / mengenal FigurNya.

Mungkin memang disengaja oleh Allah agar tetap menjadi misteri ( ghaib ) karena dari awal penciptaan manusia dan alam semesta ini, dimaksudkan untuk menguji manusia yaitu apakah manusia / hamba - Nya percaya kepada keberadaan Tuhannya. 
Jika kita dengan mudah melihat sosoknya  ( Tuhan ) tentu sudah tidak perlu lagi ujian tesebut, karena semua tentu patuh dan taat pada Tuhan yang sudah nyata di depan mata.
Mungkin  di akherat kelak aku bisa memperoleh jawabannya.

Kembali pikiran liarku menjelajah lagi , seandainya Allah tidak menciptakan alam semesta ini . Oh, ya , Allah,,,,,yang aku bayangkan kembali ruang yang sepi, sunyi dan senyap.. ,,,,,,tanpa suara dan tanpa cahaya ,,,,,.muram dan mencekam ! entah benar atau salah tapi itu yang muncul dalam imajinasiku , he,he,,mungkin setiap orang berbeda pendapatnya / imajinasinya.

Kemudian aku bayangkan bagaimana Allah mulai menciptakan alam semesta ini bersama komponen didalamnya, menciptakan seluruh mahluk - mahluk-Nya, baik yang di bumi dan langit, di darat , laut dan udara. Dan itu Dia ciptakan sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun / manapun . Subhanallah,,,,,,,,,tak bisa aku bayangkan figur seperti apa Dia , begitu Hebat ! begitu Dahsyat ! begitu Smart !

Namun dari hati kecilku yang paling dalam aku bertanya " mungkinkah Allah merasa sepi ?" sehingga menciptakan alam semesta ini beserta isinya. (Ampunilah hamba, ya Allah....jika hamba bersalah tentang ini ) Aku kira boleh- boleh saja jika aku berpikir demikian, toh tidak ada aturan untuk membatasi seseorang dalam berpikir, dan ini juga bukan bentuk ibadah. Dimana dalam beribadah kita harus mentaati sesuai perintah Allah dan  ajaran Nabi Muhammad SAW.

Walaupun aku tahu bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah, untuk mendapat cobaan / ujian dari Allah, dan sebagai balasannya adalah syurga / neraka sesuai amal perbuatannya .
Namun tujauan kita diciptakan oleh Allah adalah juga  untuk menguji, siapa diantara hamba - hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, Mengakui-Nya sebagai satu - satu-nya Tuhan yang wajib  di sembah , siapa diantara hamba - hamba-Nya yang mencintai-Nya , merindukan pertemuan dengan-Nya dll ( terkait dengan rasa / perasaan ).

Sesungguhnya semua perasaan yang ada pada manusia adalah juga berasal dari Allah ( Allah juga maha Pengasih, Maha penyayang, Maha lembut , Maha Bijaksana dll, namun juga bisa marah / murka kepada hamba - hamba-Nya ). Aku pernah membaca ketika Allah rindu kepada hamba-Nya, maka diutuslah malaikat untuk memberi cobaan / ujian agar orang tersebut menangis , berdoa dan mendekat kepada Allah. 

Maka jika manusia memiliki rasa sepi itu juga bagian dari rasa yang dimiliki dari  Allah. Dari asumsi inilah aku berpikir jika apakah mungkin Allah merasa sepi ( sendirian , ampuni hamba ya, Allah,, jika salah ), tetapi apapun itu , mau dibuat seperti apa dunia dan seisinya atau mau bagaimana Allah mengaturnya, Aku kira itu HAK ALLAH karena Dia pemilik keseluruhan alam semesta ini, pemilik semua kekuatan baik di bumi dan di langit .

Intinya manusia tidak memiliki  kemampuan apapun tanpa ijin dari Allah, HANYA ALLAH saja yang mempunyai kemampuan. Segala sesuatu berada dalam genggaman-Nya atau kekuasaan-Nya.
Jadi suka atau tidak suka , mau tidak mau memang harus mematuhi segala perintah-Nya dan  menjauhi semua larangan-Nya. 
Dan lagi siapa coba yang tidak mau di sayang / dicintai oleh Allah?
atau siapa yang tidak mencintai Allah ? Aku kira semua orang pasti ingin disayang dan menyayangi Tuhannya.

Terlepas dari semua itu, aku pribadi tetap berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan kehidupan ini.
Coba seandainya Allah tidak menciptakan alam semesta dan kehidupan ini . Mari kita bayangkan bagaimana keadaannya ?

The Secret Behind The Disaster or Test Of Life in Our Lives


Adalah hal yang wajar jika kita  merasa sedih atau kecewa ketika mendapat musibah / cobaan dari Allah SWT dalam menapaki kehidupan kita sehari - hari karena memang sudah menjadi fitrah manusia memiliki sifat seperti tersebut , yang salah / kurang tepat adalah ketika sikap kita terlalu berlebihan dalam menghadapi masalah / cobaan tersebut. 

Seringkali orang beranggapan bahwa saat seseorang sedang dilanda kesusahan / menerima cobaan ( musibah ) / sakit yang berat dll, itu disababkan karena orang tersebut memiliki banyak dosa, karena Allah sedang  marah kepadanya atau prasangka buruk lainnya . Benarkah demikian ?
Coba kita pahami ayat - ayat Al - qur'an atau hadis berikut ini :

"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan , kekurangan harta, jiwa dan buah -buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang -orang yang sabar " ( Al -baqarah :155 ).

" Dan kami coba mereka dengan ( nikmat ) yang baik - baik dan ( bencana ) yang buruk -buruk , agar mereka kembali ( kepada kebenaran ) " ( QS.7 : 168 ).

" Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan sudah tertulis dalam kitab ( Lauh mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. ( kami jelaskan yang demikian itu ) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan  terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Al hadid : 22-23).

" Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan , kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa - dosanya dengan apa yang menimpanya itu " ( HR. Bukhari ).

" Tidak ada satupun musibah ( cobaan ) yang menimpa seorang muslim berupa duri atau yang semisalnya , melainkan dengannya Allah  akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya" ( HR.Muslim ).

" Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu , barang siapa yang ridho ( menerima cobaan tersebut ) maka baginya keridhoan ( Allah ), dan barang siapa murka maka baginya kemurkaan ( Allah )." ( HR. Ibnu Majah ).

" Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik maka ditimpakan musibah ( ujian ) kepadanya" ( HR.Bukhari).

Kesimpulan :
  1. Mendasari Firman - Firman Allah dan Hadis Rasul maka sesungguhnya dibalik seseorang mendapat musibah / ujian selalu ada hikmahnya atau tujuannya ( menaikan derajatnya , keimanannya , mengahapus dosa , dll ).
  2. Bahwa setiap manusia / hamba akan diberi ujian melalui hal - hal yang baik ( kesenangan ) atau hal- hal yang buruk ( musibah , sakit dll ) sesuai kehendak Allah SWT.
  3. Sesorang yang menerima cobaan yang menyusahkan bukan berarti orang tersebut di benci oleh Allah karena Nabi / Rasul dan orang - orang yang sholeh juga menerima cobaan / ujian dengan cara yang berbeda -beda.
  4. Bahwa seseorang yang diberi cobaan yang baik-baik / kesenangan  tidak lantas dikatakan orang - orang yang dicintai Allah  ( ex : kafir juga banyak diuji dengan yang baik -baik ) karena jika orang tersebut tidak taat pada perintah-Nya / terlena dengan kondisinya yang nyaman sehingga melupakan Allah bisa saja menjadi orang yang di murkaiNya atau mendapat ampunan  dari Allah. ( Hak Allah ).
  5. Saat kita tengah mendapat cobaan agar bersikap sabar dan tetap taat menjalankan perintah Allah, Karena Allah akan memberikan pahala bagi orang - orang yang sabar ketika ditimpa musibah.
  6. Jangan terlalu  mendramatisir masalah / hal- hal yang kecil sehingga tampak seperti beban yang sangat berat karena yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita . 
  7. Ketika Allah memberikan cobaan atau ujian kepada kita , bersamaan dengan itu  pula Allah memberikan jalan keluar untuk mengatasinya. 
  8. Perbanyaklah sholat dan dzikir karena sesungguhnya Allah menghendaki kita untuk lebih dekat dengan-Nya.




WHO REFERRED TO US IN THE HOLY BOOK QUR'AN ?


 Didalam Al Qur'an sering kita jumpai kata - kata "  KAMI " pada saat Allah menyampaikan wahyu-Nya, lantas apa maksudnya ? apakah artinya bahwa Allaah itu lebih dari 1 ( satu )  ? 

Bagi umat kristiani / non muslim sering salah dalam memahami arti kata Kami tersebut / sering digunakan sebagai pembenaran bahwa Allah itu lebih dari satu. Padahal selain kata " Kami " Allaah juga menggunakan kata   AKU   ,   DIA  ( Pria )  ,  atau lafadz   ALLAAH  dalam firman - firman-Nya.

A). Secara garis besar maksud  kata KAMI dalam Al Qur'an yaitu :

 Meskipun kata kami dalam bahasa Arab memang dapat  digunakan untuk menunjukan jamak ( lebih dari satu ) dapat juga berarti satu saja  ( tunggal ). Maka walaupun banyak ayat yang menunjukan kata kami dalam Al Qur'an sahabat nabi, orang arab, yahudi pada waktu turunnya ayat  tidak ada yang memprotes ataupun beranggapan bahwa Allaah lebih dari 1 ( satu ) karena 
dalam bahasa Semit dan turunannya ( misalnya Ibrani , Arab ,Urdu ) adalah hal biasa jika menggunakan kata jamak untuk mengacu pada sesuatu yang tunggal  dimaksudkan untuk Penghormatan, Penghargaan , Pengagungan, Kemulyaan  atau Kebesaran.

  1. a. Kami sebagai bentuk Tunggal
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah " ( Adz-Dzaariyaat : 49 ). 

Arti Kami disini Allah ingin menunjukan bahwa penciptaan tersebut adalah hal yang besar / menunjukan Kemulyaan-Nya.

" Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan ( tujuan ) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka " ( Al - Ahqaaf : 3 ) 

Kami disini untuk menunjukkan bahwa penciptaan tersebut adalah hal besar, rumit , agung  dan dahsyat karena bukan hanya menciptakan langit dan bumi saja tetapi  seluruh aspek dalam alam semesta ini, matahari, bulan, planet-planet lain beserta peredarannya / orbitnya dengan penuh keteraturan.

Namun coba perhatikan ayat berikut ini :

" Dan Allaah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalas tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakan dan mereka tidak akan dirugikan ".    ( Al - Jaatsiyah : 22 )

Dalam 2  ( dua ) ayat tersebut diatas meskipun tentang " hal yang sama"  ( penciptaan langit dan bumi ) Allaah menggunakan kata " kami " ( pada ayat yang pertama / Al- ahqaaf : 3) dan menggunakan lafadz  "Allaah " sendiri ( pada ayat yang ke 2 / Al- Jaatsiyah : 22 ).
Maka jelas disini bahwa kata KAMI tidak identik / tidak berarti jamak / lebih dari 1 ( satu ) akan tetapi Tunggal  ( 1: Allaah saja )  inilah keistimewaan bahasa Arab.

  1. b. Kami sebagai bentuk jamak
" Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku - suku supaya kamu saling mengenal "( Al - Hujuraat : 13 ).
 Disini Allaah menunjukkan bahwa dalam penciptan tersebut, Allaah memerlukan / melalui oknum lain yaitu manusia ( laki-laki & perempuan ). Maka  " Kami " disini diposisikan sebagi bentuk  "jamak"  bukan hanya Allaah saja tapi juga pihak lain ( manusia ). Biasanya untuk menunjukan suatu proses yang membutuhkan / melalui pihak ke 2 apakah itu malaikat, manusia atau benda  dll Allaah juga kerap  menggunakan kata Kami.

" Bukankah Kami telah jadikan bumi sebagai hamparan ? Dan gunung - gunung sebagai pasak ". ( QS. An - Naba : 6 -7 ).

" Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung - gunung yang kokoh supaya bumi itu ( tidak ) goncang bersama mereka ".( QS. Al - Anbiya : 31).

Dalam ayat tersebut Allaah memerlukan benda ( bumi dan gunung - gunung ) sebagai wujud yang nyata dari hasil proses penciptaannya.

Itulah Allaah, figur yang tidak arogan sekalipun bisa saja Dia berfirman dengan menggunakan kata Aku saja untuk menciptakan sesuatu tetapi Allaah sering menggunakan kata " kami " untuk menunjukan adanya keterlibatan pihak lain atau bisa juga untuk mengelabui pihak- pihak yang tidak mau menggunakan akal pikirannya ( beranggapan Tuhan lebih dari 1 ) seperti jebakan .   (menurut pemikiranku ) ha, ha,,ha,,.

B). Penggunaan kata ganti DIA


Seperti kita pahami bahwa  Allaah bukanlah manusia, jadi tidak berjenis kelamin laki-laki atau perempuan , namun karena kita adalah mahluk / manusia dimana hanya ada 2 jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan ( jantan dan betina pada hewan ). Maka untuk memudahkan kita dalam mengenal figureTuhannya, tentu Allaah mengenalkannya dalam batas - batas kemampuan otak manusia, agar lebih mudah dipahami ( menurutku ) dalam bahasa Arab ( karena Rasulullah Saw adalah orang arab ) dengan kata ganti DIA ( laki - laki ). 

" Dia ( Allaah ) tidap dapat dicapai oleh penglihatan mata , sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui " ( Al - An'aam : 103 )
" Katakanlah : Dialah Allaah, Yang Maha Esa."
" Dia tidak beranak dan tidak pula diberanakkan"
" Dan tidak ada seorangpun yang sebanding dengan Dia "
           ( Al - Ikhlas : 1,3 ,4 ).

C). Penggunaan kata AKU.


Kadang -kadang Allaah juga menggunakan kata  " Aku "dalam berfirman untuk menegaskan / menguatkan arti firman tersebut :

" Sesungguhnya  ( Agama Tauhid ) adalah agama kamu semua, agama yang satu dan AKU adalah TUHANMU maka sembahlah AKU ". ( Al - anbiyaa : 21 )

" Hai, hamba - hambaku yang BERIMAN . Sesungguhnya bumi -KU luas , maka sembahlah AKU saja ". ( Al-Ankabuut : 29 ).

" Sesungguhnya AKU ini adalah ALLAAH. Tidak ada Tuhan lain selain AKU, maka Sembahlah AKU dan dirikanlah Sholat untuk mengingat AKU ". ( At Thaahaa : 14 ).

" Dan kami tidak mengutus seorang rasul sebelum engkau ( Muhammad ) melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan  selain AKU. Maka sembahlah AKU " ( Al - Anbiya : 25 ).

Disini Allaah memberitahu dan menegaskan bahwa  Tidak ada TUHAN LAIN yang Berhak DISEMBAH melainkan hanya ALLAH SAJA. ( semua  Nabi/Rasul menyampaikan hal yang sama yaitu tentang ketauhidan bahwa tidak ada Tuhan selain Allaah ).

D). Penggunaan kata / lafadz ALLAAH  biasanya digunakan untuk memberi peringatan diantaranya yaitu :

"Dan kepada kaum ' Ad ( kami utus ) Hud, saudara mereka. Dia berkata " Wahai kaumku ! sembahlah Allaah ! tidak ada Tuhan ( sesembahan ) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa ? " ( QS. Al-A'raf : 65 ) 

" Dan kepada kaum Samud ( kami utus ) saudara mereka Saleh. Dia berkata " wahai kaumku ! sembahlah Allaah ! tidak ada tuhan ( sesembahan ) bagimu selain Dia ( QS. Al- A'raf : 73 ).

" Dan kepada penduduk madyan , kami (utus ) Syu'aib , saudara mereka sendiri. Dia berkata " wahai kaumku ! Sembahlah Allaah ! tidak ada Tuhan ( sesembahan ) bagimu selain Dia ". ( QS. Al- A'raf ; 85 ).

Bahasa Arab memang memiliki keistimewaan sendiri di banding dengan bahasa yang lain itulah sebabnya Allah menurunkan Kitab-kitab- nya dalam bahasa Semit ( terakhir dalam bahasa Arab).
Bagi saya Kitab Suci Al Qur'an memang sangat mengagumkan, bagaimana Allaah memilih, menggunkan setiap kata / kalimat dalam menyampaikan firman-firmannya disampaikan dengan santun, indah, keras  / tegas dll menurut kebutuhannya.

 Coba kita cerna dan pahami kalimat -kalimat yang terkandung dalam Al Qur'an ,  masing - masing memiliki nilai rasa artistik tersendiri , termasuk diantaranya  penggunanaan kata - kata seperti KAMI, AKU, ALLAAH dan DIA  ( bagi saya ).

Kesimpulannya : 

1. Meskipun kata  " Kami " artinya jamak tetapi tidak selalu berarti     bahwa itu  " lebih dari 1 ( satu ) " . Walaupun Allaah sering               menggunakan  kata Kami, tetapi tidak ada satu ayat pun yang           berbunyi " SEMBAHLAH KAMI " ( Tuhan lebih dari 1 ). 

2.  Penggunaan istilah  KAMI,  kadangkala digunakan apabila              dalam penciptaan tersebut  Allah memerlukan pihak lain (                Malaikat, manusia atau  benda ).

3. Pemilihan  kata   AKU ,  biasanya digunakan untuk                           menegaskan ayat tersebut ( terkait hal-hal yang bersifat                     ketauhidan ) 

4. Kata / Lafadz ALLAAH seringkali digunakan untuk 
    menyampaikan hal -hal yang terkait dengan  peringatan kepada       hamba- hamba-Nya.

5. Penggunaan kata  DIA ( pria ) kadang juga dipakai untuk                 menggantikan  Asma  Allaah, tetapi bukan berarti bahwa                   ALLAAH adalah  manusia yang berjenis kelamin PRIA.

Demikian  yang dapat saya sampaikan jika masih banyak kekurangan / mungkin salah mengartikan  itu karena keterbatasan pengetahuan saya , Mudah - mudahan Allaah mengampuni kesalahan saya dan  senantiasa memberi  petunjuk khususnya kepada saya dan kepada kita semua , hamba- hamba-Nya, aamiin.








Unvorgivable Sin !

Manusia adalah tempatnya salah dan dosa , entah itu dosa kecil atau dosa besar. Karena memang sudah menjadi fitrahnya jika manusia itu lemah. " Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan ( bersifat ) lemah "   ( QS.An - Nisa : 28 ).  
            
Coba kita ingat - ingat apa saja dosa yang telah kita lakukan mungkin kita tidak percaya bahwa kita sudah begitu lama atau sering  mendzalimi diri kita sendiri contohnya membuka aurat , membicarakan keburukan orang lain, menyakiti hati orang lain, berkata bohong, mengambil yang bukan haknya dll.

Sekalipun manusia adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk lainnya karena memang diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini, namun begitu manusia diciptakan juga untuk diuji / diberi cobaan dalam kehidupannya baik melalui cobaan yang menyenangkan atau yang menyedihkan sesuai kehendak Allah SWT karena itulah manusia banyak melakukan dosa.

" Tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah  tertulis  dalam kitab ( Lauhul mahfuzh ) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. ( kami jelaskan yang demikian itu )
Supaya kamu jangan berduka terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri ." ( QS. Al Hadiid : 22-23)

Apabila kita bisa menerima cobaan kita dengan ikhlas dan sabar tentu kita akan berada dalam jalur yang dikehendaki Allah SWT sebaliknya jika kita tidak bisa menerima takdir kita mungkin kita berada dalam jalur yang bertentangan dengan perintahNya.
Tetapi saya meyakini bahwa semua manusia tentu mendapat cobaan / ujian dengan cara dan bobot yang berbeda, masing - masing sesuai kesanggupannya ( sesuai firman-Nya ).

Adapun tujuannya adalah jika kita diberi cobaan yang baik  agar kita bersyukur  atas nikmat yang kita terima apabila kita diberi cobaan yang buruk agar kita  segera memohon ampun , bertaubat dengan sungguh - sungguh karena pada dasarnya Allah adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat.

" Dan milik Allahlah apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang ". ( QS. Ali Imran : 129 ).
" Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang - orang bertakwa ". ( QS.Ali Imran : 133 ).

" Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang ". ( QS. An-Nisa : 106 ).

Namun satu hal yang harus digaris bawahi / menjadi catatan bahwa meskipun Allah berkali - kali berfirman bahwa Dia adalah Maha Pengampun akan tetapi ada dosa yang tidak dapat diampuni yaitu dosa karena  " Syirik " sesuai firman-Nya: 

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni ( dosa ) karena mempersekutukan- Nya ( syirik ), dan Dia mengampuni apa ( dosa ) yang selain ( syirik )itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah , maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar ". ( QS. An -Nisa : 48 )

" Allah tidak akan mengampuni dosa syirik ( mempersekutukan Allah dengan sesuatu ), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa yang mempersekutukan ( sesuatu ) dengan Allah , maka sungguh, dia telah terssesat jauh sekali ". 
" Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah Inasan ( berhala ), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka ". ( QS. An - Nisa : 116 - 117 ) 

Kesimpulan : 
1. Allah mengampuni dosa - dosa hambanya sepanjang kita mau bertaubat dengan sungguh - sungguh dan tidak mengulanginya lagi jika kita ingin menjadi orang yang tergolong dikehendaki oleh Allah SWT. ( bagi siapa yang Dia kehendaki ).

2. Allah mengampuni dosa - dosa kita kecuali dosa karena syirik yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu.



Entri yang Diunggulkan

My writing Is My expression ...

Menulis adalah salah satu kegiatan yang aku  sukai sejak dulu bahkan sejak aku  masih duduk di bangku SMP .  Pada waktu itu menulis puisi a...